Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Sangat Berkesan


__ADS_3

Alisha mendesis, merasakan kepalanya yang berat, ia meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku, badannya sakit semua, sendi-sendi terasa nyeri terlebih lagi di area ****-'*'.


''Ssshhhh… kepala ku sakit sekali,'' desis Alisha.


Kepalanya terangkat, matanya mendelik seperti akan keluar dari tempatnya, melihat bagian dadanya yang tidak memakai pakaian, terlebih lagi ada tangan yang melingkar di perutnya. Dengan pelan ia memutar kepalanya dan yang dia lihat adalah Elvano yang tengah tertidur pulas di sampingnya dengan memeluknya.


Bahu kiri Elvano terpampang nyata tanpa menggunakan pakaian juga, Alisha terdiam, dengan perlahan ia mengingat kejadian sebelumnya, sebelum ia pulas dan berakhir di pelukan Elvano.


Alisha kembali berdesis lagi, mengingat kebodohannya yang berlaku tidak sopan pada Elvano, terlebih lagi bersikap dengan sedikit agresif. Malu, sungguh malu Alisha merasa.


Ia berbalik dan membelakangi Elvano, ia malu melihat wajah Elvano, dan malu menunjukkan wajahnya nantinya jika Elvano terbangun.


Tapi saat dia membelakangi Elvano, Elvano justru mengeratkan pelukannya dan bahkan ia merasa tubuhnya saling menempel di bawah selimut sana, terlebih lagi ada benda yang keras menyentuh pinggangnya.


Alisha memejamkan matanya dengan rapat, wajahnya memerah. Dadanya bergemuruh kencang.


''Astaga, dadaku sesak,'' lirih Alisha.


''Selamat pagi, Al…'' seru Elvano dengan suara berat khas pria yang baru bangun dari tidurnya.


Alisha tidak menjawabnya, dan ia merasakan Elvano tengah mengecup dalam tengkuk-nya, sehingga membuat dia mede-sah tanpa sadar.


''Terima kasih, Al…''

__ADS_1


Elvano membalikan tubuh Alisha hanya dengan sekali gerakan sehingga membuat Alisha menghadap dirinya dengan wajah yang terkesip.


Menelan ludahnya dengan susah payah. Sungguh dia merasakan gugup karena di tatap dalam seperti itu dengan Elvano.


''Terima kasih,'' ucapnya sekali lagi tapi Alisha tetap diam dengan wajah yang menahan malu. ''Sebenarnya aku tidak ingin melakukannya tapi kau terus memancing ku.'' Lanjutnya.


Mendengar penuturan Elvano, hati Alisha meras aneh, 'Tidak ingin melakukannya ' apa itu berarti sebenarnya dia tidak tertarik padanya? Alisha membatin.


Melihat garis wajah Alisha yang berubah, yang menundukkan kepalanya. Elvano menyadari kalau ucapannya telah menyinggung perasaan Alisha tanpa sengaja.


''Sshuuutt! lihat sini!'' Elvano meraih dagu Alisha untuk kembali menatapnya.


''Bukan tidak menginginkannya, tapi sebelum itu aku hanya ingin melakukannya dengan kita yang masing-masing sadar dan menyetujui, tapi itu semua buyar karena kau yang nakal.''


Elvano menyentil hidung mancung Alisha. Merasa gemas dengan tingkah Istrinya kecilnya itu.


''Aku akan terus menciumi mu, kalau tidak kamu singkirkan tangan ini dari wajahmu.'' Elvano terus menciumi dengan bertubi-tubi dan pada saat Alisha melepaskan tangannya dari wajah Elvano malah mencium tepat di bibir Alisha.


''Aku menginginkannya lagi!'' bisik Elvano, dan Alisha menggeleng cepat.


''Kenapa?''


''S–sakit,'' lirih Alisha.

__ADS_1


''Kita lakukan dengan perlahan,'' ucap Elvano sedikit memohon.


Alisha diam yang di anggap Elvano itu jawaban persetujuan darinya.


Elvano kembali mendaratkan bibirnya dengan sangat lembut, mengullum dan menyedott bibir dan lidah Alisha dengan hangat. Alisha terhanyut, ia benar-benar terhanyut dalam buaian indah Elvano.


Setelah puas dengan bibir seksi Alisha, Elvano menurunkan kecupannya pada leher putih Alisha serta meninggalkan jejak cinta di sana. Bukan hanya di satu tempat tapi di beberapa tempat lainnya, seperti leher, bawah telinga dan turun hingga kedada.


Dengan lembut ia menyingkirkan selimut yang menutupi dada sampai bawah kaki Alisha. Menatap damba pada lekuk tubuh Alisha yang sangkat indah.


Biarpun Alisha usia nya yang masih 18 tahun, tapi dia memiliki tubuh yang bongsor dan mungkin saja orang-orang pun tidak menyangka kalau Alisha masih usia dibawah dua puluh tahun.


''Very-very amazing. I'm sure I will feel addicted to you!''


Elvano memuja tubuh Alisha yang seksi, bahkan ia bicara akan merasa candu dengan tubuh mollek Alisha.


Walaupun tidak mengerti apa yang dikatakan Elvano, tapi dengan tatapan mendamba Elvano, ia dapat paham kalau makna ucapannya itu memuji bukan mencela.


Elvano tersenyum melihat wajah Alisha yang memerah. Dan diapun memulai aksinya. Dari menciumi tengkuk leher gadis itu, dan turun ke dada yang membentuk gunung yang indah. Bahkan puncaknya masih berwarna merah muda dan nampak segar yang menandakan memang tidak pernah tersentuh oleh siapapun.


Elvano memendam wajahnya di buah dada Alisha, melahap habis buah semangka kecil itu dengan rakusnya, Alisha menggellinjang hebat merasakan sensasi yang baru pertama kalinya ia rasakan itu.


Tidak puas di hanya di satu sisi dada Alisha, Elvano beralih didada lainnya, memillin dan terus memainkan cokocip merah muda itu dengan kedua jarinya dan dada yang lainnya masih berada didalam mulutnya.

__ADS_1


Kecapan terdengar indah dari mulut Elvano dengan bersamaan suara dess-sahan Alisha yang menyahu.


Ya pergulatan kedua mereka terjadi, tapi Alisha merasa kali ini sangatlah berkesan, karena yang pertama dia sedang tidak sadarkan diri walaupun setelahnya ia mengingat semuanya.


__ADS_2