
''Hal—lo? hallo, hallo. By, Hubby?''
Alisha terus menekan tombol yang ada di gagang telepon, dia bingung karena tadi sempat tersambung. Tapi beberapa detik kemudian telepon itu terputus dan tidak ada suara sedikitpun disana yang menandakan kalau ada kehidupan di sebrang sana.
''Kenapa telponnya terputus?''
Alisha terus mengecek benar adanya telepon itu rusak atau memang jaringannya yang sedang tidak baik, karena tidak terdengar suara apapun di sana, akhirnya Alisha pun menaruh kembali gagang telepon itu.
Dengan wajah sedih, Alisha menaiki anak tangga untuk ke kamarnya, atau bisa dikatakan ruangan yang baru saja menjadi kamarnya.
Di balik pintu belakang ada seseorang yang tengah memperhatikan gerak-gerik Alisha, dia sempat mendengus kesal karena mengetahui Alisha yang mencoba menghubungi Elvano. Dengan sengaja ia mencabut jaringan telepon yang ada di rumah itu, jahat memang, tapi ia terpaksa melakukannya.
Alisha duduk di tepi ranjang. Dengan kakinya yang tergantung ia terus menendang-nendang udara berniat mengurangi rasa bosannya. Tapi tetap saja dia tetap merasa bosan, dan hati kecilnya seperti menahan sesuatu.
Entah kenapa dia sangat merindukan Elvano, dia sangat ingin melihat wajah suaminya itu dan bahkan sangat ingin mendengar suaranya yang manly.
''Hubby, Alisha kangen…'' desis Alisha dengan lirih. Bukannya ia tidak senang berada di tengah-tengah keluarga aslinya, tapi yang sangat ingin dia lihat saat ini adalah Elvano, hanya Elvano. Suaminya.
Berkumpul dengan keluarga asli ataupun keluarga inti memang impian dia sejak lama, tapi bersama dengan Elvano hati kecilnya berkata itulah yang utama, ya yang dia saat ini sangat ingin adalah Elvano ada di dekatnya.
Di luar sana tepatnya di luar gerbang kediaman Bima, mobil berwarna putih sejak kemarin masih terparkir apik di sana yang terdapat seorang pria yang bahkan tidak melakukan apa-apa, dia hanya menatap dalam ke arah bangunan mewah itu.
__ADS_1
Ya dia adalah Elvano, setelah pergi dari rumah Bima dia tidak sama sekali benar-benar pergi ataupun benar-benar meninggalkan Alisay di sana, tapi dia masih setia berada di luar pagar berharap Alisha keluar mencarinya.
Dan, sejak kemarin pula dia tidak ada tidur ataupun tidak ada makan, karena pikirannya terus penuh akan sosok istri kecilnya. Beberapa saat lalu teleponnya berdering yang baru saja ia akan menjawabnya tiba-tiba terputus dan dia sangat yakin kalau yang menelponnya itu adalah Alisha, dan yang memutus sambungan itu tak lain orang yang tidak suka dengan hubungan mereka.
Rindu? Hanya itu yang bisa menggambarkan hati seorang Elvano, walaupun dia juga tidak mengerti apa kata rindu itu, karena baginya Alisha sosok pertama yang membuat dadanya berdegup kencang, dan yang membuat hatinya perih, yang membuat dirinya merasakan jatuh cinta dan membuat dirinya bisa tertawa lepas walaupun itu hanya sekejap
''Apa kau di sana baik-baik saja, sayang. Entah apa yang kurasakan rindu atau memang butuh. Tapi aku benar-benar ingin melihat wajahmu sekarang.''
Elvano bermonolog sendiri, dia bisa saja melakukan tindakan yang semestinya ia lakukan, tapi ini menyangkut hubungannya, jika andaikan memang Bima itu hanya orang lain bagi Alisha, Elvano bisa saja menarik Bima dan melemparnya ke kandang singa, tapi tidak, karena Bima adalah kakak iparnya sendiri yang jika dia berbuat hal demikian pastinya membuat Alisha selaku adiknya Bima, akan merasa kecewa pada dirinya.
Ponselnya berdering kembali, yang dia sangka adalah Alisha tapi ternyata itu adalah Erik. Dengan mendengus pelan ia terpaksa menjawabnya walaupun dia sedang tidak ingin berbicara pada siapapun.
''Hmmm?''
''Hemm, aku sudah ada disini.''
''Hah? dimana maksud mu, di tempat Bima ?'' Elvano bergumam menyahutinya.
''Tapi Bima tidak bicara apa-apa padaku. Sejak kapan kau kembali?''
''Kemarin.''
__ADS_1
Erik yang mendengarnya langsung memutuskan sambungan telpon tanpa sebab, tapi Elvano tidak mengambil pusing kenapa Erik mematikan telponnya. Dia kembali memperhatikan kondisi rumah Bima dan masih berharap Alisha keluar mencarinya.
Walaupun memang tidaklah mungkin Bima akan membiarkannya dengan mudah.
.
Di tempat lain, Erik yang baru saja menyadari sesuatu segera mengambil tindakan.
''Sial, Bima benar-benar berniat menjauhkan mereka.''
Erik menyambar kunci dan jaket denimnya entah mau pergi ke mana tapi yang terlihat jelas saat ini dia sedang marah akan suatu hal.
''Yon, periksa semua penerbangan dan periksa semua data layar. cari atas nama Bima, jika ada segera beritahu aku,'' ucap Erik pada Dion dengan menghubunginya.
...----------------...
Hy semua riders ku yang setia, mampir juga ke novel teman Nuna yaaa 🤗 sembari menunggu Nuna up 😘
Judulnya - Aku yang Kaubuang
Authornya- Ayuza
__ADS_1
jangan lupa mampir ya🤗🙏