Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Posesif


__ADS_3

Malam tiba, Elvano masih setia duduk di kursi samping berankar Alisha. Mungkin karena lelah Elvano pun tertidur dengan bertumpuan tangan nya sendiri.


Mata bulat Alisha mengerjap, rasa kantuk efek dari obat yang diberikan Bima padanya sedikit mengurang dan kini rasa haus pun menyerang tenggorokannya, kepalanya menoleh ke kanan yang tidak ada meja satupun di sana. Dan ketika menoleh ke arah kiri dia melihat seseorang yang tertidur dengan posisi duduk.


Matanya juga melihat ada segelas air putih di atas nakas bermaterial besi itu. Dengan susah payah ia merentangkan satu tangannya untuk meraih gelas tersebut, tapi karena jarak lumayan jauh dia pun harus duduk terlebih dahulu, yang memang masih terasa sulit.


Merasa ada guncangan dari brankar, Elvano pun terbangun matanya terbelalak karena melihat istri tercintanya telah tersadar dan sedang berusaha ingin mengambil air minum. Dengan cekatan Elvano pun membantu mengambilkan gelas itu.


''Kau haus ya, biar aku bantu.'' Elvano mengambil gelas itu dan diberikannya pada Alisha.


''Terima kasih, By.''


Alisha menenggak air hingga habis, ia memang membutuhkan banyak air untuk menghilangkan dahaganya yang terasa kering di tenggorokannya.


Mata Elvano berbinar, menatap Alisha yang sudah siuman dan sehat kembali, ia benar-benar senang karena ternyata istrinya tersadar juga.


''By…''


''Iya? kau butuh sesuatu?''


''Kenapa kamu meninggalkan ku, aku telpon pun tidak bisa.''


''Maaf ya Honey, aku ada pekerjaan yang perlu ku urus tapi setelah ini, aku tidak akan pergi kemanapun, kalaupun pergi pasti bersama mu, hmm?''


Elvano mencubit hidung Alisa dengan gemas. Sungguh dia sangat merindukan Alisha.


Alisha mengusap hidungnya yang memerah karena Elvano. Matanya berkeliling merasa ada yang aneh pada suasana kamar.


''Huby, ini di mana?'' tanya Alisha yang baru menyadari kalau dia saat ini bukan sedang berada di kamarnya.


''Ini di rumah sakit.''


''Memangnya aku kenapa? seingatku, aku sedang berada di kamar menonton televisi. Kenapa tiba-tiba ada di sini?''


Elvano mengulumkan senyuman tangannya terulur membenarkan rambut Alisha yang sedikit berantakan, ''Kau ada disini karena membutuhkan sedikit vitamin.''


''Vitamin? vitamin apa, memangnya aku kenapa?''


''Vitamin itu bukan untukmu tapi untuk anak kita.''


''Anak kita? Maksud hoby itu apa?''

__ADS_1


Tangan Elvano yang semula mengulur dan mengusap kepala Alisha seketika berpindah ke perut rata nya.


''Di sini, di sini ada anak kita?''


Mata Alisa mengikuti gerak tangan Elvano, alisnya mengernyit masih belum juga paham karena efek baru sadar dari tidurnya. Tapi beberapa saat kemudian matanya kembali terbelalak karena baru menyadari apa yang dimaksud oleh suaminya.


''Aku hamil, By?!''


Elvano mengangguk pelan, tangan Alisha yang masih tertancap selang infusan bergerak dengan cepat menutup mulutnya yang ternganga, matanya pun sudah basah karena air mata haru.


''Kok bisa?''


Hanya itu yang keluar dari mulut Alisha karena memang dia tidak bisa berkata apapun lagi.


Elvano terkekeh ,dia merasa gemas dengan pertanyaan konyol Alisha.


''Kok bisa katamu? ya itu hasil punya ku dan punyamu bersatu,'' ucap Elvano yang masih menahan tawanya.


''Berarti aku akan menjadi ibu?'' Elvano mengangguk, Alisha tiba-tiba memeluk Elvano, ia merasa bahagia karena kehamilannya, walaupun dia juga belum begitu tahu nantinya akan bagaimana.


Elvano membalas pelukan Alisha begitu hangatnya, apa yang dirasakannya sama dengan apa yang di rasakan Alisha saat ini, terharu. Alisha menjauh dari Elvano, ia melihat ke sekeliling lagi. Ya, ibunya lah yang saat ini tengah ia cari keberadaannya.


''Mama? dimana mama, By?''


*


10 hari Alisha berada di rumah sakit, ia tidak sama sekali di perbolehkan turun ranjang dengan Elvano. Karena Dokter pun menyarankan Alisha untuk istirahat total. Dan Elvano pun tidak pergi kemanapun ia terus saja mendampingi Alisha, dari membersihkan tubuh Alisha, menyuapinya, bahkan dia meminta Alisha jika ingin buang air pun tidak masalah di atas ranjang.


Tapi Alisha terus memaksa akan pergi kekamar kecil dan Elvano pun akhirnya menurutinya namun dengan catatan, dia harus ikut kedalam toilet tidak peduli Alisha akan apa disana.


''Sudah? aku bersihkan ya?''


''Tidak! aku bisa sendiri!'' jerit Alisha menahan malu.


Ya saat ini mereka sedang berada di toilet rumah sakit. Alisha yang sudah tidak bisa lagi menahan hajatnya, akhirnya terpaksa mengiyakan ucapan Elvano untuk ikut ke dalam sana walaupun dia sendiri sangat merasa malu.


''Tidak apa honey, aku bisa membersihkannya.''


''Sungguh, Elvano!! aku bisa!'' tegas Alisha den gemas sampai ia tak sadar menyebut nama suaminya dengan lantang yang membuat pemilik nama terkekeh geli.


''Kau sudah sangat berani ya, sayang...''

__ADS_1


''Habis kamu ada-ada saja,'' ucap Alisha yang baru saja keluar dari toilet dan mencuci tangannya di wastafel.


''Oh ya, By. Kapan aku bisa pulang kerumah, Mama bilang sebentar lagi, kapan By?''


''Nanti aku tanyakan lagi. Ayo hati-hati.'' Elvano memapah Alisha memastikan kalau langkah istrinya untuk ke ranjang akan selamat. Berlebihan memang, tapi Elvano merasa itu harus.


Alisha memutar matanya malas karena sikap posesif Elvano yang sudah kelewatan.


Pintu diketuk dari luar, yang ternyata Lusi lah yang datang bersama dokter Lita lalu di susul Erik yang baru saja sampai.


''Sayang, kau darimana?'' tanya Lusi melihat Alisha yang baru saja akan naik ke atas ranjang.


Ya, Elvano sudah mengizinkan Lusi untuk bertemu walaupun dia sendiri masih merasa trauma, tapi Erik terus menasehatinya karena Lusi memang tidak mengetahui perihal obat tidur itu, dan Erik juga menyampaikan permintaan maaf dari Bima yang sudah beberapa hari ini tidak memberikan kabar apapun. Entah pergi kemana dia.


Dan Lusi pun tidak menyalakan sikap Elvano yang sempat melarangnya untuk menemui anaknya sendiri, karena memang itu sikap sigap seorang suami yang menyayangi istrinya.


''Habis ke toilet, Mah,'' sahut Alisha.


''Selamat pagi Nyonya Alisha Pur-nama,'' sapa Dokter Lita dengan sedikit mengeja nama Alisha yang tercatat di kaki ranjang.


''Selamat pagi, Dok.''


''Saya cek ya, maaf.'' Dokter Lita menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter dari mengecek tensi, mengecek air infusan yang sedikit macet dan bertanya-tanya untuk keperluan catatan kesehatan pasien.


''Saya rasa istirahat nyonya sudah cukup, dan siang nanti bisa mengurus kepulangan. Tuan Elvano bisa ikut saya untuk mengurus semuanya?''


Elvano terdiam, matanya melirik ke arah Erik yang sejak tadi menatap dokter Lita tanpa berkedip.


''Biar Erik yang akan mengurusnya. Rik ikut dokter Lita!''


Erik terkejut tapi beberapa detik kemudian ia berdiri dengan sigap, entah kenapa dokter wanita itu membuat dia terus terpana.


...----------------...


Teman-teman mampir juga ke novel teman Nuna yaaa 🙏☺️


Menikah Dengan Musuhku : Luka Dalam Pernikahan


Author: R.angela


Tujuan hidup Rain LaLuka hanya satu, membalas dendam. Demi mewujudkan rencana nya, dia terpaksa menikahi gadis yang menjadi penyebab adiknya bunuh diri. Siapa sangka ketika hari dimana dia menikah dengan Dara, saat itu pula dia bertemu dengan wanita yang sudah meninggalkan ayah, adik dan juga dirinya bertahun-tahun lamu, yang tidak lain adalah ibunya.

__ADS_1


Mendapati dirinya dan Dara adalah saudara, Rain bimbang sesaat apakah ingin melanjutkan pernikahan itu, tapi demi balas dendam, dia pun menikahi gadis yang ternyata putri dari ibu kandungnya sendiri.



__ADS_2