Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Siapa Yang Sedang diBohongi


__ADS_3

"Silahkan Nyo-" Lita menoleh lalu terbelalak ketika melihat orang yang dia kira datang adalah wanita hamil justru seorang priayang saat ini sedang berdiri dengan wajah bodohnya, menurut Lita bukan menurut author.


"Kau? sedang apa disini, periksa hamil?" Lita segera menggelengkan kepalanya, karena di sana hanya ada Erik tidak dengan seorang wanita hamil.


Tanpa menjawab pertanyaan Lita, Erik melangkah dan duduk begitu saja di kursi sebrang meja Lita. Tidak mempedulikan dengan raut wajah wanita yang berprofesi sebagai Dokter kandungan itu saat ini.


"Aku terluka, cepat obati!" pinta Erik dengan sedikit arogan.


Lita mengernyitkan dahinya melihat tangan Erik yang saat ini berada di atas meja, ia menatap luka dan wajah Erik secara bergantian, merasa ada yang salah dengan apa yang pria itu lakukan saat ini disana.


"Tuan, Maaf! saya Dokter kandungan, Dokter yang menangani dan memeriksa kandungan juga masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita. Seperti, masalah menstruasi dan menopause, gangguan kesehatan seksual, masalah pada organ reproduksinya, juga penyakit menular seksual! apakah Anda juga akan memeriksakan penyakit menular seksual, iya?" tutur Lita dengan panjang lebar dengan perasaan kesal.


"Heh! sembarangan kamu! saya hanya ingin memeriksa luka saya, cepat obati, jangan banyak bertanya!"


"Astaga..., Tuan sekali lagi saya minta maaf, tapi sepertinya memang Anda salah alamat, silahkan pergi kedokter umum!" Lita beranjak pergi dari balik mejanya menuju pintu tapi sebelum Lita benar-benar pergi, suara Erik menahannya untuk melangkah keluar.


"Inikah sikap seorang Dokter? meninggalkan seorang pasien yang sangat membutuhkan penanganan dan jika harus menunggu lagi mungkin saja akan terjadi infeksi. Dan aku akan menuntut mu kalau hal itu terjadi!" ancam Erik pada Lita.


Lita mendengus kesal, entah mimpi apa dia tadi malam, yang membuat hari dia sangat sial bertemu seorang pasien yang memiliki sifat menyebalkan, menurut Lita dan lagi-lagi bukan menurut author.


Karena tidak mau terjadi masalah kedepannya karena mendengar ancaman Erik, Lita pun akhirnya menyerah dan kembali kemejanya. Membuka lemari kecil mengambil sebuah kotak p3k lalu memutari meja untuk menghampiri Erik.

__ADS_1


Dengan wajah yang masam, Lita menarik kursi kecil yang tersimpan di bawah meja untuk dia gunakan.


"Berikan tangan Anda!" ucap Lita dengan tangan yang terbuka. Erik sedikit mengulumkan senyuman melihat sikap Lita yang terlalu dingin padanya.


Lita memeriksa telapak tangan Erik menggunakan sarung tanagn bedah, sedikit memperhatikan kondisi luka yang terdapat darah yang mulai mengering. Kepalanya terrngkat dengan tatapan memicing yang ditunjukan kepada Erik, dia yang mendapatkan tatapan seperti itu langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Ini luka kapan?"


"Baru, baru tadi!" jawab Erik dengan panik. Erik kembali melirik e arah Lita yang ternyata masih menatapnya dengan tajam.


"Ck. Siapa yang saat ini kau bohongi?"


"Kau, emmm maksud ku, aku tidak sedang berbohong! kau lihat darah segar itu masih keluar dari sana," jawab Erik dengan gugup.


"CK, kau sangat menyebalkan Tuan." Lita menyeka darah segar itu dengan beberapa helai tisu dan melumurinya dengan alkohol yang dia teteskan di kapas yang saat ini tengah ia pegang.


Dengan perlahan ia membaluri luka Erik dengan cairan berwarna kuning baru setelah itu ia pakaikan cairan antiseptik yang mengandung povidone iodine. Lita sangat serius menangani luka Erik yang sedikit lagi akan infeksi itu, tapi Erik tidak sama sekali merasakan sakit pada luka yang tengah di guyur ciaran itu yang seharusnya meninggalkan rasa perih pada luka yang menganga. "Apa pasien mu tidak ada yang pernah protes?" tanya Erik.


"Tidak, protes kenapa?" sahut Lita yang masih fokus dengan luka Erik.


"Karena mendapatkan Dokter yang galak sepertimu," ucap Erik dan Lita hanya meliriknya dengan bola mata yang memutar malas. Dan setelah memastikan cairan yang ia lumuri itu menutup sempurna luka Erik, iapun membalutnya dengan perban. "Selesai," seru Lita yang membereskan kembali peralatan p3k-nya untuk ia masukan kedalam kotak putih itu.

__ADS_1


"Oh sudah ya?" Erik memperhatikan lukanya yang sudah tertutup perban itu, kepalanya menganggu-angguk samar.


"Ya sudah, Anda boleh pergi, untuk biaya pengobatan akan saya gratiskan, anggap saja untuk bayar hutang saya karena Anda membetulkan mobil saya tempo hari."


Erik berdecak pelan, ia benar-benar dibuat heran dengan sikap dingin Lita padanya, yang dimana banyaknya wanita yang rela menawari tubuhnya secara gratis hanya untuk berhubungan dengannya, tapi tidak dengan Lita yang bahkan ia tidak pernah melihat wanita itu tersenyum kepadanya.


“Jika kau menyebutkan nominal sejumlah uang untuk pengobatan ku, aku mampu bayar bahkan 10 kali lipat.”


“Kalau begitu Anda bayar saja dibagian administrasi, berikan kelipatannya saja, karena harga intinya saya gratiskan untuk Anda.”


Erik menggelengkan kepalanya, ia benar-benar heran akan sikap Lita. ‘Apa aku kurang menarik dimatanya?’ batin Erik mendrama.


“Kenapa diam? Silahkan, sudah selesai ‘kan?”


“Baiklah, terima kasih. Dan sampai jumpa,” ucap Erik yang akan beranjak.


“Aku berharap itu tidak akan terjadi,” gumam Lita yang ternyata dapat didengar Erik dengan begitu jelas, entah sengaja atau memang telinga Erik yang terlalu tajam, yang jelas Erik kesal mendengarnya.


    \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mampir ke Novel Teman Nuna juga yaa...

__ADS_1



__ADS_2