Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Debaran Bima Dirgantara


__ADS_3

''El, kau sangat nekat!'' ujar Erik yang tidak tahu lagi jalan pikiran Elvano.


''Ya, kita harus mengakui keberanian dia,'' timpal Bima.


''Ini tidak seberapa, dengan perbuatan ku terhadapnya, dengan bodohnya aku malah meragukan dirinya.'' Papar Elvano dengan kepala yang tertunduk.


''Lalu apa luka ditubuh mu tidak harus mendapatkan perawatan medis? aku lihat itu sangat parah.'' Erik melongok luka cambukan yang ada di belakang tubuh Elvano yang memang parah dan mestinya mendapatkan perawatan medis.


''Tidak, biarkan saja. Ini sebagai bentuk kecil hukuman ku!''


Ketiga pria tampan itu tidak menyadari kalau di ambang pintu sana, Alisha tengah berdiri dan mendengar semua pembicaraan mereka.


Air mata Alisha luruh begitu saja. Dia terharu, itu berarti Elvano benar-benar sangat tulus terhadapnya, dan apa dia akan tidak tahu diri jika harus masih membenci perbuatan Elvano karena kesalahan terhadapnya.


''Tuan…'' panggil Alisha dengan lirih, setelah menyeka air matanya.


Elvano menoleh dan kedua temannya pun ikut menoleh. Elvano tersenyum lembut saat melihat Alisha yang seperti anak kecil terbangun dari tidur dan mencari orang tuanya yang tidak ada disampingnya.


Erik melihat Alisha dengan tatapan kagum karena hati besar gadis itu, tapi berbeda dengan Bima. Dia yang baru saja melihat Alisha, merasa terkesima, wajah lugu nan polos Alisha membuat Bima berdebar. Terlebih lagi kecantikan Alisha yang sangat alami.


Tapi Bima tidak ingin tatapan mendambanya turut disaksikan oleh Elvano, dia segera menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Alisha yang sedang melihat mereka satu persatu.


Tangan kiri Elvano ter-ulur, meminta Alisha agar datang kearahnya. ''Kemarilah,'' ucapnya begitu lembut, tentu sangat berbeda dengan cara bicara pada teman-temannya, dan itu yang sedang disadari oleh Bima.


Alisha mendekat dengan raut wajah yang gugup. Setelah tangan Elvano telah berhasil menyentuh tangannya dan menariknya, Alisha duduk di samping Elvano.

__ADS_1


''Kenapa, terbangun? kau lapar?''


Alisha menggelengkan kepalanya. Mata bulat itu tidak hanya membuat Elvano gemas, tapi Bima juga merasakan hal yang sama.


''Susunya sudah diminum?''


''Tidak, aku tidak dapat memejamkan mataku.''


Suara Alisha yang lembut, serta mendayu seakan menari ditelinga sang pendengar. Terlebih lagi bibirnya yang begitu sensasional, membuat Bima menggigit bibirnya sendiri.


Erik yang tidak sengaja melihat Bima yang terus saja menatap Alisha, yang penuh mendamba itu. Segera memberikan kode agar berhenti bersikap bodoh, kalau tidak mau menerima amukan dari sang mafia.


Bima menatap Erik kesal, karena Erik yang menimpanya dengan kulit kacang.


Elvano menoleh ke arah dua temannya menatap heran karena Bima yang tiba-tiba marah pada Erik.


''Hah? ti-tidak! Wajah Erik sangat menyebalkan,'' kilah Bima dengan cepat. Dan Erik yang hanya diam dengan menggedikan bahunya lalu melanjutkan memakan kacang yang ada di piring.


Elvano kembali menatap Alisha, merapikan rambut Alisha yang menutup pelipis nya.


''Sudah sangat larut, kamu harus tidur.''


''Lalu, Tuan?''


''Ck, El! kau tidak peka atau apa, dia mengajak mu untuk tidur.'' Ceplos Erik yang ikut gemas karena Elvano seperti tidak mengerti apa yang di maksud Alisha.

__ADS_1


''Bukan, bukan begitu…''


Elvano menahan senyumnya, dan diapun beranjak dari duduknya dan menarik tangan Alisha lalu pergi dari sana.


Mata Bima terus mengikuti langkah Alisha, tidak berkedip sedikitpun. Rasanya ia ingin sekali mencegah Alisha pergi.


PUK!


Erik menimpa Bima dengan bantal, menyadarkan temannya itu agar tidak kebablasan memiliki rasa dengan wanita temannya sendiri karena akan fatal akibatnya.


''Siallan kau, Rik!'' melempar kembali bantal itu kepada Erik.


''Kagum boleh, tapi jangan berlebihan, kau tahu kan tabiat Elvano?'' ucap Erik dengan sebuah peringatan.


''Tapi… tidak bisa dipungkiri kalau gadis itu benar-benar cantik, terlebih lagi wajahnya yang lugu. Apa Elvano pria yang tepat untuk gadis itu? kita sama-sama tahu Rik, kalau Elvano bukan hanya seorang mafia tapi juga pria yang sering berkelana.''


Entah kenapa, Bima merasa tidak rela jika gadis sepolos Alisha. Jatuh ke tangan Elvano yang mereka tahu kalau Elvano bukan hanya seorang ketua mafia, melainkan Elvano pria yang sering menjajakan kepuasan hasrat pada wanita panggilan.


Berbeda dengan dia, Bima Dirgantara pria yang anti bermain dengan wanita panggilan karena baginya sama saja dia merusak seorang wanita karena egonya sendiri.


Terlebih lagi Bima memiliki adik perempuan yang jika dirusak oleh seorang pria pastilah dia akan marah. Dan baginya tidak adil jika seorang gadis polos mendapatkan pria yang bekas, begitupun sebaliknya.


''Elvano pria yang tepat atau tidak, itu bukan urusan kita. Karena mereka sudah sama-sama tahu urusan perasaan mereka sendiri. Ya… walaupun apa yang kau katakan itu ada benarnya. Alisha yang masih berusia 18 tahun, pasti ini kali pertama memiliki hubungan dengan seorang pria.''


''Dia 18 tahun?''

__ADS_1


Erik mengangguk, Bima terlihat melamun karena tidak menyangka dugaannya benar. Walaupun badan Alisha yang subur namun wajah polos nan lugunya sangat mewakili usianya.


__ADS_2