Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Malam Pertama?


__ADS_3

Ceklek.


Alisha memasuki kamar dengan pandangan yang menyusuri seluruh sudut ruang. Kamar ini tampak berbeda dari terakhir kali ia menginjakkan kakinya di sini. Beberapa waktu lalu tampak terang dan rapih, tapi sekarang terlihat remang-remang dan banyak sekali kelopak bunga mawar merah di lantai dan di kasur. Ini seperti kamar pengantin.


"A–aku tidur di kamar sebelah saja ya, Tuan," ucap Alisha berbalik badan. Sebelum sempat Alisha berlari, Elvano sudah mencekal gaun bagian belakang Alisha dan tentu membuat langkahnya terhambat.


"Mau kabur kamu?" Elvano sudah tau akal pikiran gadis kecil itu. Tangannya menarik gaun itu membuat Alisha memundurkan langkahnya.


Alisha sudah mengeluarkan keringat dingin, dia takut juga gugup, untuk apa kamar dihias seperti ini kalau bukan untuk malam pertama para pengantin, malam pertama?


Alisha bergidik merinding, memikirkannya saja ia tidak sanggup, karena terakhir kali ia merasakan itu, walaupun tidak terlalu dalam rasanya itu sangat sakit seperti disayat oleh silet, perih.


Elvano meraih tangannya dan menarik pelan menuju kasur, duduk di tepi ranjang dan menepuknya agar Alisha ikut duduk di sampingnya.


''Kemarilah…'' seru Elvano dengan gemas.


Alisha menggigit bibir bawahnya dan melangkah perlahan hingga dia pun duduk di samping Elvano namun dengan jarak 30 cm.


evano terlihat menahan tawa terlebih lagi melihat wajah gugupnya Alyssa.


''Apa kau gugup?


Alisha mengangguk polos, matanya mengerling beberapa kali dan dia pun masih menggigit bibirnya sendiri. Elvano men-desah pelan dan membuang pandangannya ke sisi sampingnya. Melihat Alisha menggigit bibirnya membuat libbido Elvano tiba-tiba naik.


''Al… kita sudah menjadi pasangan suami istri. Walaupun aku tahu, di antara kita belum ada rasa cinta. Tapi kita harus yakin kalau kita tidak butuh kata cinta untuk menyatukan rasa. Karena cinta itu bukan dari kata tapi dari hati dan bagaimana kita memperlakukan pasangan.''


Alisha diam dengan kepala tertunduk, sesungguhnya dia tidak mengerti apa yang dibicarakan Elvano karena baginya kata cinta pun baru di telinganya. Terlebih lagi kata pernikahan itu adalah impian ke sekian ratus dari beberapa impian lainnya.


Tapi entah kenapa, hatinya terasa perih saat dia mendengar Elvano mengatakan 'diantara kita belum ada rasa cinta' kalimat itu membuat dia berdebar kencang.

__ADS_1


Ya di sinilah dia berada, yang sudah menjadi seorang pengantin dan sudah menjadi seorang istri dari pria yang baru beberapa hari dia kenal.


''Bagaimana, kita lanjutkan yang kemarin?''


Alisha heran apalagi yang dimaksud oleh Elvano ini. Sungguh kata-kata seperti itu sangatlah asing di telinga seorang Alisha.


Cinta, sayang, pernikahan, pasangan suami istri. Dia benar-benar tidak mengetahui apa tujuan dan bagaimana dia akan bersikap. Tapi jika ada yang bertanya soal kunyit, jahe, lengkuas, bawang putih bawang merah, ketumbar dan lada. Dia pasti tahu dan akan menjawabnya dengan lantang.


''Lanjutkan apa ya, Tuan?''


Elvano berdecak frustasi, sebenarnya dia menikahi gadis 18 tahun atau anak balita, yang bahkan tidak mengerti apa yang dia katakan dengan bahasa sesederhana itu.


Elvano menyeringai dan menggeser posisi duduknya hingga menempel lengannya dan lengan Alissa. Alisha akan menggeser duduknya lagi tapi tangan Elvano lebih cepat darinya yang sudah melingkarkan di pinggang ramping, yang terbungkus gaun pengantin nya.


''Aku meminta hak ku, Al…''


Elvano menarik bibirnya ke samping, dia senang karena berhasil memancing hasrat Alisha.


Dengan apa yang Elvano lakukan, Alisha mulai mengerti apa yang diinginkan Elvano saat ini.


Pupil matanya terus bergerak mencari cara agar terlepas dari Elvano malam ini. Entah bagaimana besok, dia akan memikirkannya lagi.


''Tuan mau itu?''


Tanya Alisha dengan lugunya. Bak' seperti anak kecil yang ditawarkan sebatang coklat, Elvano mengangguk dengan bibir yang tersenyum manis.


''Tapi aku sedang datang bulan,'' lirik Alisha dengan wajah gugup dan berkeringat. Elvano memicing tidak percaya karena memang nyatanya Alisha sedang membohonginya.


''Jangan membohongiku, Alisha Purnama.'' Elvano menyebutkan nama lengkap Alisha dengan suara yang lembut dan seksi di telinga.

__ADS_1


''Ck, baiklah… tapi ada syaratnya!''


Elvano berdecak, tapi dia pun harus menjawab dan menyetujui itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


''Apa, cepat katakan!''


''Tuan tidak boleh memaksaku ataupun berbuat kasar. Bisa pelan-pelan kan?''


Menggemaskan!


Elvano mengangguk setuju tapi sebenarnya dia pun tidak bisa berjanji untuk tidak bermain kasar.


Elvano mendekatkan bibirnya ke bibir Alisha, mengecup dan melummat-nya habis, lid-dah nya menyelusup masuk ke mulut Alisha dan memainkan lid-dahnya di sana. Awalnya Alisha memang hanya diam, hanya merasakan apa yang Elvano lakukan, tapi perlahan ia mulai mengikuti permainan bibir Elvano walaupun terasa sangat amatir.


Tangannya perlahan merayap ke atas dan berhenti tepat di bola dada Alisha, yang masih terbungkus rapat. Kenyal dan berisi, itulah yang Elvano saat ini sedang rasakan.


''Sshhhh... aaahhh.''


Alisha men-desah kala merasakan gerakan tangan Elvano yang sangat eksotis di dadanya.


Tidak ada penolakan ataupun Alisha yang menghindar. Membuat Elvano semakin berani menyentuh di bagian lainnya tubuh Alisha.


Elvano semakin dibuat bernafsu dan akan melepas semua pakaiannya, tapi pada saat ia akan membuka pakaian terakhirnya yaitu hotpants.


Wiiiiiiiwwwwww


Alarm berbunyi dengan nyaring. Alarm itu yang berbunyi di kala sedang ada kebakaran. Alisha yang masih hanyut dalam buayan Elvano seketika sadar dan langsung berdiri dengan wajah paniknya begitu juga Elvano.


Bahkan Alisha sudah keluar dari kamar meninggalkan Elvano yang ternganga seorang diri hanya memakai pakaian dalamnya saja. Sungguh ironis malam pertama ini

__ADS_1


__ADS_2