Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Rahasia Lama


__ADS_3

Setelah mengantarkan Alisha dan Elvano. Erik pun diminta untuk mengantarkan Lusi kembali ke rumah. Ya walaupun sebenarnya Alisha memaksa agar Lusi tetap di sana untuk beberapa waktu. Tapi Lusi merasa tidak enak, dan mencari beberapa alasan untuk dia pulang ke rumah. walaupun hatinya sangat ingin terus berada di dekat putrinya.


''Terima kasih ya nak Erik, sudah mau direpotkan saya.''


''Tidak perlu sungkan Nyonya. Saya tidak sama sekali merasa direpotkan,'' sahut Erik dengan ramah.


''Emmm…, apa boleh saya bertanya.''


''Silakan Nyonya.''


''Seberapa dekat Bima dengan kalian?''


Erik terdiam sesaat dan beberapa detik kemudian ia pun menjawabnya.


''Bima adalah teman yang berani bahkan dia teman yang paling memiliki sifat peduli di antara kami, tapi mungkin karena sebuah perasaan takut akan kehilangan. Membuat dia berbuat seperti ini, tapi menurut saya wajar jika Bima bersikap seperti itu, walaupun memang itu salah.''


Lusi diam dengan menyimak dan sedikit mengangguk kecil setelah mendengar pandangan Erik pada putranya.


''Iya, kau benar. Sejak dulu memang Bima adalah anak yang berani dan sangat peduli pada saya. Kehilangan Purnama— maksud saya Alisha. Membuat keterpurukan keluarga sangat nyata, dan itu ketika Bima masih kecil dan dia harus menghadapi keadaan yang berantakan. Ayahnya meninggal karena depresi dan saya pun tidak bisa lagi berpikir jernih, karena yang saya pikirkan adalah putri saya yang entah ada di mana waktu itu.''


Lusi menjeda ucapannya sebentar untuk melanjutkan kalimatnya.


''Tanpa berpikir lagi, kalau ternyata saya masih memiliki anak yang mesti harus saya urus. Dan mungkin tanpa sepengetahuan saya dia pun terus mencari adiknya yang setelah tahu adiknya ada di dekatnya selama ini, sifat egonya pun ia perlihatkan.''

__ADS_1


''Benar Nyonya, apa yang anda katakan memang benar semua. Karena itu pun saya rasakan Bima tiba-tiba berubah dan bahkan melupakan kebaikan Elano padanya.''


''Kebaikan? kebaikan Apa maksudmu?''


''Maaf Nyonya jika harus saya utarakan. Waktu itu saat Nyonya masih dirawat, semua memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga tanpa menceritakan pada kami, Bima menggadaikan beberapa aset perusahaan dan rumah yang ditempati Nyonya dan Bima saat ini. Tapi saat Elvano mengetahuinya justru Elvano lah yang mengambil semua aset-aset yang Bima gadaikan itu dan tanpa basa-basi ataupun berpikir soal kerugian, ia kembalikan itu pada Bima.''


Lusi terdiam menunduk malu, karena ternyata Elvano yang dia juga tahu adalah seorang ketua mafia yang memang kejam. Ternyata dia telah menolong mereka dari keterpurukan. Dan entahlah mungkin saja dia akan merasa sangat malu jika ikut menentang hubungan dengan anaknya.


''Maaf nyonya jika apa yang Elvano tutupi selama ini malah saya ceritakan pada anda. Tapi memang itulah yang sebenarnya, yang saya pun memaklumi apa yang Bima lakukan karena hanya semata-mata dia mengkhawatirkan hidup adiknya dan ingin Anda sebagai ibunya, bisa terus berada di dekat Putri yang telah hilang sejak kecil.''


Lusi mengangguk samar. Dia mengiyakan apa yang Erik katakan, karena memang begitulah sifat putra sulungnya, ada rasa malu karena harus mendengar itu dan ada rasa kecewa juga pada dirinya karena dia lah penyebab membuat Bima waktu itu pasti berada di keadaan yang sulit.


Tidak terasa perjalanan menuju rumah mewah Lusi ternyata telah sampai. Bima mengantarkan sampai depan pintu rumah, dan Lusi yang menawarkan untuk mampir sebentar tapi Erik menolaknya karena memang ada pekerjaan yang harus ia kerjakan.


''Tidak Nyonya, terima kasih. Mungkin lain kali, saya ada pekerjaan setelah ini.''


Erik pun berpamitan untuk pergi, ia memutar kemudi dan meninggalkan pekarangan besar rumah mewah Lusi yang bahkan jika di ungkit itu adalah rumah milik Elvano yang memang, Elvano lah yang menebus sertifikat itu dari Lintar darat dan diberikannya lagi pada Bima.


Tapi biar begitu, Elvano tidak pernah sama sekali mengungkit kebaikan apa yang dia buat pada Bima, karena menurutnya itu hanya hal kecil yang dapat ia lakukan untuk sahabatnya.


Di perjalanan menuju markas, mata Erik tidak sengaja melihat seorang wanita yang berdiri di pinggir jalan di dekat mobil yang sepertinya sedang bermasalah.


Dengan sekali putaran, Erik pun menghentikan mobilnya di belakang mobil seseorang itu.

__ADS_1


''Hay Nona, apa ada masalah?''


Seorang wanita yang berpenampilan casual yang sedang menelpon seseorang itu segera memutar tubuhnya untuk melihat seseorang yang datang dan bicara padanya.


''Anda?''


''Ya, apa ada masalah?'' tanya Erik lagi.


''Oh, ini tiba-tiba mobil saya mogok, saya tidak mengerti. Tapi saya sudah menghubungi montir.''


''Ck, tentu saja kau tidak akan mengerti, kau bukan dokter mesin mobil, karena yang kau tahu hanya memeriksa pasien hamil.'' Erik berjalan ke arah kap mesin mobil yang sudah terbuka itu, memeriksa apa yang sebenarnya terjadi pada mobil dia yang tak lain adalah Lita, dokter cantik yang Erik ganggu saat dirumah sakit tadi.


Lita hanya menggeleng kecil, dan menghampiri Erik yang sedang menunduk memeriksa mesin mobilnya.


...****************...


Hay semua kaka-kaka 🤗 mampir juga ke novel teman Nuna yaaa 🙏☺️ sembari menunggu Babang Elvano Up ☺️ gak kalah serunya lho 😘


JUDUL : Learn to Love You


AUTHOR: Mphoon


__ADS_1


__ADS_2