Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Si brengsekk Dion


__ADS_3

Di dalam mobil Lusi yang masih memangku kepala Alisha, yang memang sedang tertidur pulas. Merasa heran dengan apa yang di bicarakan Bima dengan Dion, yang dia sendiri mengenalnya sebagai teman Bima.


Dari sudut manapun dia tahu kalau Bima dan Dion bukan sedang membicarakan hal yang biasa. Karena dari raut wajah Bima pun terlihat amarah menguasai anaknya itu.


Ada rasa aneh didalam pikiran Lusi, wanita paruh baya itu. Karena Bima anaknya yang tiba-tiba meminta dia untuk mengemasi barang-barang dan membawa sertakan Alisha, yang bahkan masih dalam keadaan tertidur, tanpa menunggu Alisha terbangun, Bima terus mendesak Lusi untuk cepat-cepat masuk ke mobil.


''Apa yang sebenarnya kau lakukan 'nak?'' batin Lusi bertanya-tanya.


Yang bahkan dia juga merasa heran karena sejak mereka meninggalkan rumah, Alisha tidak sama sekali terbangun dari tidurnya, padahal Bima membawa laju kendaraannya sedikit lebih kencang, yang pastinya akan menimbulkan guncangan yang seharusnya membuat Alisha terbangun.


Tapi tidak. Seakan ada sesuatu yang menghalangi Alisha untuk tidak tersadar dari mimpinya, tapi apa? Lusi pun berusaha membangunkan Alisha karena merasa khawatir.


''Nak' … , bangun sayang. Nak … .''


Lusi menepuk terus pipi putrinya, tapi Alisha benar-benar tidak merasa terganggu sedikitpun.


Dengan panik Lusi membuka kaca mobil dan memanggil Bima.


''Bima! ada apa? cepatlah, adikmu tidak bangun juga, kita harus bawa dia kerumah sakit!!'' teriak Lusi yang memanggil Bima.


Bima dan Dion yang sedang berada jauh dari mobil menoleh dengan bersamaan dan Bima kembali menatap wajah Dion yang ternyata juga sedang menatapnya.


''Apa yang sebenarnya kau lakukan pada Alisha?'' hanya Dion penuh selidik.


''Bukan urusan mu!'' sahut Bima dengan adat yang sinis.


''Kau tahu betul dosis untuk obat tidur itu tidak baik diberikan untuk wanita hamil, bukan?''


''Dia tidak hamil!'' bentak Bima tidak terima.


''Bagaimana kalau kita periksa dia bersama-sama, agar kau yakin dengan apa yang kau katakan itu benar adanya.''


''Tidak perlu, singkirkan mobil mu, aku akan melanjutkan perjalanan ku.''


Bima sudah berbalik akan meninggalkan Dion yang masih berdiri di tempatnya, tapi lagi-lagi Dion mencegahnya dengan memanggilnya.

__ADS_1


''Jika kau memang benar-benar yakin kalau Alisha tidak sedang mengandung, kenapa kau harus takut untuk memeriksakan nya. Karena jika memang dia benar-benar hamil kau sudah membuat calon keponakan mu itu berada dalam bahaya karena memberikan sebuah pil yang tidak dianjurkan.''


''Aku bisa mengurus adikku sendiri.''


Ciiitttttt ...!!!


Dua mobil berhenti mengepung mobil Bima yang ternyata itu adalah mobil Elvano dan Erik. Bima mendengus kesal menatap Dion yang bahkan tersenyum lembut ke arahnya.


''Maafkan aku Bim, tapi aku harus melakukan ini.''


''Kau brengsek Dion!'' cercah Bima dengan marah.


''Sekali lagi aku minta maaf.''


Elvano keluar dari mobilnya begitu juga Erik yang langsung menghampiri Bima dan Dion .


Elvano berdiri di depan Bima. Bertarung tatap dengan sangat sengit, jika tidak mengingat kalau Bima itu adalah kakak kandung dari Alisha mungkin saja Elvano sudah menarik pelatuk senjata apinya dan mengarahkan pada kepala Bima. Tapi tidak, dia masih memikirkan perasaan Alisha jika dia harus menyingkirkan kakaknya.


''Aku benar-benar kecewa padamu Bima, kau seorang kakak yang seharusnya mengayomi adiknya, menasehati adiknya yang sudah membangun hubungan rumah tangga. Tapi kau malah berniat untuk memisahkan adikmu dari suaminya.''


''Terserah apa yang ingin kau katakan El, tapi aku benar-benar tidak ikhlas, tidak rela! jika harus merelakan adikku di tangan seorang mafia kejam seperti mu!''


Bima terdiam sejenak karena memang kenyataannya Bima seakan dispesialkan dari dulu pada Elvano, karena Elvano merasa Bima itu orang yang hebat, orang yang tangguh di masa sulitnya yang harus merawat ibunya yang mentalnya terganggu, di situlah Elvano merasa kagum dengan temannya itu


''Di mana dia?''


''Dia ada di mobil bersama ibunya, aman dan nyaman!'' ucap Bima penuh dengan penekanan.


''Apa kau yakin?''


''Sangat!''


''Apa aku boleh bertanya satu hal padamu?''


Bima menaikkan satu alisnya.

__ADS_1


''Apakah kau benar-benar berniat untuk memisahkanku dengannya?''


''Iya. Sekarang aku tanya balik padamu. Jika kau memiliki seorang adik dan adikmu mencintai seorang mafia atau pembunuh! apa kau rela menyerahkan adikmu dengan pria pilihannya itu?''


Elvano berdecak pelan. Ia memasang raut wajah setenang mungkin walaupun dirinya sangat ingin menghabisi Bima saat itu juga.


''Tentu aku akan memisahkan mereka.'' Elvano menjeda kalimatnya dan membuat Bima tersenyum smirk.


''Jika mereka belum ada ikatan suami istri. Tapi jika memang mereka sudah terikat di hubungan yang suci dan aku malah berniat memisahkan mereka, bukankah aku lebih kejam dari Dajjal?''


Mendengar itu, Bima tentu tidak bisa menjawabnya lagi, ia diam tidak menyahut apapun, dan seketika teriakan Lusi pun membuyarkan lamunan Bima, dan membuat para pria itu menoleh ke arah mobil Bima yang terdapat Lusi disana.


''Bima! adikmu semakin pucat!''


Elvano terbelalak mendengarnya, ia mantap Bima dengan tatapan tajam yang kemudian segera berlari ke arah mobil Bima.


''Ada apa? ada apa dengan istriku?!''


''Entahlah, sejak tadi dia tidak membuka matanya, dan semakin memucat. Tolong anakku, dia tidak boleh kenapa-kenapa…''


Lusi sudah menangis karena melihat wajah Alisha yang semakin memucat, suhu tubuhnya pun menurun. Dengan rasa yang bercampur aduk, antara marah khawatir dan panik, menjadi satu pada diri Elvano.


Dia mengambil Alisha dari pangkuan Lusi dan segera membawanya ke mobilnya.


Tapi sebelum ia menaruh Alisha kemobilnya, ia menyempatkan untuk menoleh kembali pada Bima seraya berkata, ''Jika sesuatu terjadi pada istriku, kau orang yang pertama yang harus bertanggung jawab!''


''El, cepat! ke kursi belakang! biar aku yang menyetir!'' teriak Erik yang juga merasa panik dengan kondisi Alisha saat ini.


Elvano mengangguk dan berpindah ke kursi belakang.


...----------------...


Mampir juga ke novel teman othor ya 🥰 gak kalah serunya lho 😘 sambil menunggu aku up 🤗🙏


Judulnya - Gadis Desa Kesayangan Tuan Muda

__ADS_1


Authornya - Bunga Alika



__ADS_2