
"Bik, Aya belanja sebentar ya. Ada beberapa bahan yang sudah habis, bibik mau titip apa?" Tanya Ayara yang sedang membereskan keperluan untuk dibawa.
"Tidak ada non, tokonya tutup dulu ya hari ini?" Tanya Leha sambil merapikan beberapa barang.
"Iya bik, pesanan juga banyak untuk di ambil besok." Senyuman Ayara terukir indah.
Ayara merapikan beberapa barang yang akan ia bawa, memesan ojek online sebagai transportasi untuk ia gunakan. Setibanya disana, Ayara langsung menunjukkan beberapa catatan mengenai barang yang akan ia beli. Karena jumlahnya cukup banyak, maka barang tersebut akan dikirimkan oleh pihak toko ke tempat Ayara.
"Duh, perut sudah kasih alarm." Perut Ayara berbunyi, memang saat akan pergi tadi ia tidak sempat untuk mengisi tenaga.
Berjalan-jalan mencari tempat makanan yang ingin ia rasakan, tak terasa jika ia sudah berjalan cukup jauh dari tempat awal ia tiba. Memilih berjalan sembari melihat-lihat, langkah Ayara berakhir pada sebuah mall yang cukup besar.
Sebuah tempat makan yang bernuansa korea, Ayara lalu memesan beberapa menu makanan yang membuatnya penasaran. Duduk sendiri dan menghadap pada pemandangan yang begitu sejuk dimata, menikmati makanan yang telah ia pesan. Tidak ingin berlama-lama disana, Ayara segera beranjak dari tempatnya.
Tiba-tiba saja ponsel Ayara bergetar, pada saat ia mengambil dan melihat pada layar ponselnya. Ada seseorang yang menabrak dirinya, sehingga ponsel itu jatuh entah kemana. Ayara pun segera mencari ponselnya, ia tidak melihat siapa orang yang sudah menabraknya itu.
"Ah syukurlah ketemu." Ayara menemukan ponsel miliknya, namun saat itu memeriksa benda tersebut.
Layar ponsel itu sudah menjadi gelap, tangannya mencoba untuk memulihkan kembali ponsel tersebut. Tapi sepertinya, ponsel itu sudah tidak bersahabat.
"Hem, tidak bisa menyalahkan. Sepertinya memang sudah masanya kami istirahat." Ayara menghela nafasnya ketika ponsel itu tidak bisa dihidupkan kembali.
"Aduh, nona. Maafkan kami, kami tidak sengaja." Suara wanita itu menghancurkan lamunan Ayara.
"Ah tidak apa-apa nona, memang ponsel saya saja yang sudah waktunya habis. Tidak perlu minta maaf." Ucap Ayara yang sedikit menundukkan dirinya namun tidak melihat wajah orang tersebut.
__ADS_1
"Lagian ponsel seperti itu memang seharusnya sudah tidak usah digunakan, bagaimana pun juga aku akan tanggung jawab kok. Ayo sayang, kita harus pergi ke toko ponsel terlebih dahulu. Kamu juga ikut ya, tidak boleh menolak." Wanita tersebut mengandeng tangan seseorang pria dan bersikap manja.
"Lepas, tidak perlu seperti ini Celine." Suara berat itu menginginkan agar wanita yang bersamanya melepaskan tangannya.
"Biasanya juga selalu seperti ini, ayo nona. Mmm, nama kamu siapa? Aku Celine."
Mendapati tangan yang berada dihadapannya, membuat isi kepala Ayara memuai begitu saja. Dimana ia merasa mengenali pria pemilik dari suara berag itu, namun perhatiannya teralihkan oleh Celine.
"Eee, nama saya Ayara. Tidak perlu diganti nona." Ayara masih tetap menolak Celine untuk menganti ponsel miliknya.
Ketika nama itu terdengar, sontak saja membuat pria tersebut mengalihkan wajahnya untuk melihat ke arah sumber suara. Begitu pun pula dengan Ayara, ketika pria tersebut menampakkan wajahnya. Bagaikan tersengat aliran listrik pada dirinya dna membuatnya terdiam, tatapan mereka berdua saling beradu satu sama lain.
Melihat kedekatan diantara keduanya, dengan segera Ayara membuang wajahnya. Ada perasaan perih yang ia rasakan, namun segera ia lupakan.
"Pokoknya kamu harus ikut dulu Ayara, aku tidak mau menjadi berhutang perasaan bersalah padamu. Ayo." Celine beralih merangkul lengan Ayara dan menariknya untuk berjalan bersama.
Berharap hal tersebut tidak akan menjadi sesuatu yang membuat dirinya terikat, ponsel tersebut juga untuk sesaat berada dalam genggaman pria tersebut sebelum diberikan kepada Ayara.
"Mulai saat ini, kita berteman. Aku akan sering menghubungimu, entah mengapa aku juga merasa nyaman dan suka berteman denganmu Ayara." Senyuman Celine begitu tulus, membuat Ayara menjadi semakin berat untuk menolaknya.
"Terima kasih Celine, semuanya ini terlalu berlebihan untukku. Semoga saja suatu saat aku bisa membalas semua kebaikanmu ini, aku permisi ya." Pinta Ayara untuk segera berlalu, karena suasana saat itu sudah ia rasakan tidak terlalu baik.
Tatapan pria tersebut kepada Ayara, seakan-akan membuat dirinya menjadi begitu hancur.
"Kamu tidak perlu merasa begitu, Ayara. Lagian, dia yang membayarnya. Hahaha, hati-hati ya. Nanti akan aku hubungi." Ucap celine sambil menambahkan tangannya.
__ADS_1
Mereka pun berpisah, selama dalam perjalanan pulang. Ayara terus saja melamun hingga sampai, bahkan ia seperti kehilangan akan sesuatu yang cukup berarti dari dirinya. Menatap ponsel tersebut, membuat kedua sudut matanya mengembun. Mengingat pria yang menatapnya dengan begitu dalam, sungguh hal itu membuat dirinya harus kembali terluka.
...Kenapa harus bertemu kembali denganmu, ini sungguh membuatku semakin berat untuk melupakanmu....
Ting!
Ting!
Suara notifikasi pesan dari salah satu aplikasi tertera pada layar ponsel tersebut, Ayara melihat dan membacanya.
'Hai Ayara, ini aku Celine. Salam pertemanan untuk kita berdua, ah aku tidak sabar ingin bertemu denganmu lagi. Aku merasa sangat senang saat bertemu, walaupun kau sangat irit dalam bicara. Sampai bertemu kembali temanku.'
"Entah apa yang harus aku katakan padamu, nona. Kau terlalu baik padaku, aku takut jika pertemanan ini akan berujung tidak baik." Ayara merasa jika Celine adalah wanita milik pria tersebut.
Lalu ia membuka pesan yang kedua, tidak ada petunjuk pesan itu dari siapa.
'Sudah aku katakan sebelumnya, pergilah sejauh mungkin. Jika aku menemukanmu kembali, jangan harap bisa pergi dan menjauh dariku. Dan kau sendiri yang membukanya, nona. Aku akan berdamai dengan masa laluku, tapi itu semua dengan adanya kau untuk hidupku selamanya.'
Ayara tahu pesan itu milik siapa, benar apa yang tertulis dalam pesan itu. Ingin rasanya ia menjauh dan menghilang dari bumi, namun takdir seakan mengatakan jika dirinya tidak akan sanggup untuk pergi jauh.
Tubuhnya merosot jatuh ke lantai, memeluk kedua lututnya dan dengan kepala yang menunduk. Isak tangis mulai terdengar, Ayara merasa jika hidupnya kini sungguh sangat tragis. Menjauh untuk menenangkan diri, tapi semuanya itu kini terasa sangat sia-sia.
Ting!
'Selamat datang nyonya Cakra Damendra.'
__ADS_1
Seketika air mata itu pun semakin deras mengalir dari kedua sudut mata milik Ayara.