Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WMSC. 67


__ADS_3

"Tuan, apa anda mengenal mereka?" Jhony nampak bertanya-tanya akan kehadiran dari orang-orang tersebut.


"Ya, nyatakan sinyalnya. Sepertinya, kita akan sedikit mengeluarkan keringat pagi ini." Cakra menghela nafasnya dengan menatap orang yang kini sudah ia ketahui.


Mengetahui jika pria itu adalah tempat pelarian dari wanita dari masa lalunya, yang lebih tidak ia sangka. Ternyata wanitanya hanya dimanfaatkan untuk membuat dirinya hancur, dan sayangnya itu semuanya berhasil sampai ketika Cakra menemukan cahaya kehidupan barunya bersama Ayara.


"Bagaimana dengan keadaan tuan, apakah tuan tidak apa-apa?" Jhony yang mengetahui keadaan Cakra yang belum sepenuhnya pulih, ditakutkan akan membuat tubuh pria itu akan kembali merosot.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit memerlukan ekstra tenaga saja." Cakra keluar dari mobilnya disaat keadaan sudah mulai terang.


Keduanya berdiri dengan posisi Cakra berada didepan Jhony, mereka mengatur nafas agar tetap tenang menghadapi sesuatu yang kini harus mereka lakukan. Dengan sinyal khusus sebagai tanda untuk menyatakan keadaan bahaya dan juga membutuhkan bantuan segera telah dikirimkan, mengulur waktu menunggu kedatangan bantuan tersebut.

__ADS_1


"Selamat bertemu kembali, tuan Cakra Damendra yang terhormat. Hahaha! Ternyata kau bisa juga lolos dari maut, aku kira saat itu kau sudah berada di alam yang berbeda." Yoshi dengan begitu puasnya mengeluarkan kata-kata yang bertujuan untuk menjatuhkan mental Cakra kembali.


"Tentu saja aku selamat dari manusia licik sepertimu, agar aku bisa membalas semua yang telah kalian lakukan." Suara datar namun terdengar begitu dingin saat Cakra menghadapi orang yang menghadangnya.


"Hahaha, baguslah jika kau masih hidup saat ini. Berikan pada mereka." Yoshi mengerahkan bawahannya untuk memberikan sebuah berkas kepada Cakra.


Berkas tersebut diterima oleh Jhony, saat akan diberikan kepada Cakra. Jhony mendapatkan tanda jika Pedro dan pasukan lainnya sudah berada disekitar mereka, namun sebelum berkas itu berpindah tangan pada Cakra. Sebuah tembakan terdengar sangat keras, sehingga membuat semuanya kaget.


"Sialan! Siapa yang berani-beraninya bermain denganku!" Erang Yoshi yang tersulut emosinya.


Mereka tidak mengetahui asal suara tembakan tersebut, bahkan dari kedua pihak pun sama-sama tidak mengetahuinya. Berkas yang berada ditangam Cakra pun telah terbaca, sudut bibirnya tertarik ke atas. Menyeringai kepada Yoshi namun tidak diketahui oleh orang lain, Cakra sungguh benar-benar ingin menghabisi orang tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana, apa kau tertarik?" Yoshi menanyakan kembali apa yang sebelumnya sudah ia tanyakan.


"Aku lupa mengatakan padamu, jika aku begitu tertarik akan penawaran yang diberikan. Hanya saja, rapikan terlebih dahulu tulisan pada berkas sampah ini."


Cakra melemparkan berkas yang ada padanya, yang sebelumnya telah ia robek menjadi dua bagian. Berkas tersebut berterbangan kemana mana, dan itu membuat rahang Yoshi mengeras hingga terdengar suara benturan dari giginya.


"Berani-beraninya kau merusak berkas itu!" Erang Yoshi menatap Cakra dengan tatapan ya g seakan membunuh.


"Berkas sampah seperti itu memang pantas berada di tempat sampah, kau bisa mendengarnya dengan jelas bukan." Tawa Cakra yang sangat membuat mental Yoshi jatuh.


Bukannya marah ataupun membalas perlakuan Cakra kepadanya, Yoshi langsung menghilang dari hadapan Cakra dan Jhony saat itu. Hal tersebut menimbulkan suatu pertanyaan yang cukup besar, entah mengapa Cakra merasakan dadanya perlahan menjadi sedikit sesak.

__ADS_1


Melonggarkan ikatan dari dari kerah baju yang ia kenakan, namun ia tidak bisa merasakan penyebabnya. Rasa itu tiba-tiba saja menyerang tubuhnya.


__ADS_2