Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC.30


__ADS_3

Beberapa hari setelah menerima pesanan tersebut, ayara dan yang lainnya menjadi sibuk di toko. Bahkan untuk waktu istirahat, mereka harus di ingatkan oleh bik Leha.


Sedangkan para pria-pria yang biasanya bertemu di toko Ayara, sudah beberapa hari ini tidak terlihat. Bahkan Cakra juga tidak ada kabar berita apapun kepada Ayara, hal tersebut tidak membuat Ayara kepikiran, malah ia sangat menikmati waktunya tanpa para pria tersebut.


Namun, dari dalam lubuk hatinya yang terdapat. Ia merindukan kehadiran seseorang yang sudah perlahan mencuri hatinya, untuk berharap yang berlebihan. Segera Ayara urungkan semuanya yang terlintas didalam pikirannya mengenai pria tersebut, kembali memfokuskan dirinya dengan pekerjaan yang kini ia terima.


"Selesai! Lebih baik kita segera menghubungi tuan Leo, kak Ayara. Semuanya juga sudah siap, tidak ada yang harus ditunggu lagi juga kan." Nova yang memberikan saran terlihat begitu lelah.


"Benar kak, kita juga bisa membereskan lebih cepat dan beristirahat." Tutur Ayu dan mendapatkan anggukam kepala dari Tuti.


Mempertimbangkan semuanya, Ayara pun segera menghubungi Leo. Saat ia mengambil ponsel miliknya, pintu toko terbuka. Memperlihatkan seseorang yang akan ia hubungi sudah berada disana.


"Hai, maaf mengagetkan kalian semuanya." Sapa Leo yang baru saja tiba.


"Tidak tuan, kami baru saja mau menghubungi anda untuk mengambil pesanannya." Jawab Nova dengan cepat.


"Benar tuan." Ayara membenarkan apa yang dikatakan Nova.


"Wah, kalian sudah bekerja dengan sangat keras. Oke, biar orang-orangku yang akan memasukkannya ke dalam mobil." Leo memanggil beberapa bawahannya yang ikut untuk memindahkan pesanan mereka.


Terdapat beberapa orang pria yang menggunakan pakain serba hitam memasuki toko Ayara, mereka melakukan tugasnya dengan begitu cepat dan rapi. Tidak membutuhkan waktu yang lama, semua pesanan sudah berada di dalam mobil.


Setelah semuanya selesai, mobil yang membawa hasil produksi milik Ayara sudah berangkat. Menyisahkan Leo saja yang masih berada disana, sungguh hal itu mengundang tanda tanya dai ketiga temannya yang lain.


"Terima kasih Ayara." Ucap Leo yang memandang Ayara dengan tatapan yang berbeda.

__ADS_1


"Sama-sama tuan, sudah seharusnya kami bekerja dengan baik." Balas Ayara dengan senyuman yang begitu ceria.


Leo mengeluarkan ponsenlnya dan melakukan sedikit gerakan disana, lalu ia tersenyum seakan-akan sedang dalam keadaan yang sangat bahagia.


"Aku sudah mentransfer masalah pembayarannya, senang bekerja sama dengan kalian. Untuk hari berikutnya, aku serahkan padamu. Mengenai konsepnya, akan aku kabari."


"Baiklah tuan, terima kasih sudah mempercayakan semuanya kepada kami."


Interaksi mereka berdua sangat begitu dalam, bahkan ketiga teman Ayara yang lainnya tidak berani melihatnya langsung. Mereka hanya bisa melirik sedikit demi sedikit agar tidak ketahuan, bagaimana pun juga. Pesona Leo sangat membuat mereka kagum dan tertarik, sayangnya semuanya itu hanya bisa menjadi hayalan saja.


Pria itu lalu berpamitan, dengan mengendarai mobil mewah yang melaju dengan kecepatan sedang. Membuat semuanya yang berada disana bernafas lega, mereka pun melanjutkan apa yang akan dilakukan.


Saat Ayara sedang menatap layar ponsel miliknya, betapa kegetnya ia melihat sebuah notifikasi dari salah satu aplikasi yang digunakan untuk pembayaran.


"Ya Tuhan, apa ini tidak salah." Suara Ayara membuat yang lainnya ikut kaget.


"Wow, itu angka asli atau hanya ilusi ku saja." Nova mengusap-usap kedua bola matanya.


"Kak, apa ini benar?" Celoteh Ayu yang tubuhnya sudah tegang serta Tuti menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Mungkin aja, tuan Leo salah menekan angka. Lebih baik kita konfirmasi segera, Nova. Kami saja yang bicara, kalau saya nanti malah jadinya tidak enak." Tutur Ayara yang mendapat anggukan dari Nova.


" Huh, dasar orang kaya. Seenaknya saja menekan angka, tidak tahu apa kalau kita disini hampir jantungan." Nova segera menghubungi Leo dengan menggunakan telepon toko mereka.


Pertama kali dihubungi, tidak ada respon dari pihak tersebut. Ayara meminta agar terus dihubungi, karena jika sudah terlalu lama jarak waktunya. Ditakutkan akan menjadi fitnah, bisa-bisa mereka menjadi terlena.

__ADS_1


"Hallo, ini benar tuan Leo Ferdinand? Kami dari toko kak Ayara."


"Hem, benar. Ada apa?" Jawaban dari orang yang dihubungi.


"Tuan, pembayarannya melebihi dari harga yang sudah disepakati sebelumnya. Apa tuan tidak salah menekan angkanya? Kak Ayara mengkonfirmasi agar tuan dapat mengambil kembali kelebihan dari pembayaran yang ada." Jelas Nova yang tidak ada jedah untuk berhenti.


"...." Setelah menjelaskan semuanya, Leo langsung memutuskan percakapan.


Sepeninggalan dari percakapan tersebut, membuat Nova terdiam dengan kedua mata melebar. Ayara dan yang lainnya segera menghampirinya, mereka takut jika terjadi sesuatu pada Nova.


"Kak, kak Ayara. Itu, itu katanya untuk hasil kerja keras kita. Itu itu untuk pemesanan hari ini saja, untuk selanjutnya berbeda lagi."


"Wah, itu bonus untuk kita semua?" Tuti menyakinkan apa berita itu benar adanya atau tidak.


Sedangkan Ayara, ia menghela nafas panjangnya. Entah apa maksud dari ini semuanya, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dari apa yang sudah Leo berikan.


" Syukuri saja, ini rezeki untuk kita semuanya. Ayu, kamu semuanya ya. Nanti selebihnya, kita bahas bersama-sama" Laku Ayara meninggalkan ketiganya untuk berisitirahat sejenak di dalam ruangannya.


Mendaratkan dirinya untuk bersandar pada kursi kerjanya, untuk sejenak Ayara memejamkan kedua mata dan memijat keningnya. Hatinya terasa begitu kosong, disebutkan oleh pesanan yang cukup besar. Tidak membuat dirinya gembira, dalam pikirannya terlintas mengenai keberadaan dan keadaan dari pria yang menghilang begitu saja dalam beberapa waktu.


"Dimana kamu? Apa ini menandakan jika aku tidak bisa berharap banyak padamu untuk perasaan ini?" Suara lirih Ayara dengan kedua sudut matanya yang mengeluarkan tetesan air.


Jika selama ini, Ayara begitu kaku dan tidak bisa memulai terlebih dahulu dalam suatu percakapan. Kali ini, ia memberanikannya. Mengirimi sebuah pesan untuk pria tersebut, dimana pesannya menyatakan sebuah perasaan rindu.


...'Hai, apa kabar? Semoga tuan dalam keadaan yang terbaik, tetap semangat.'...

__ADS_1


Pesan tersebut berulang kali membuat Ayara bimbang untuk mengirimkannya, ada perasaan ragu untuk hal itu. Namun, hati begitu ingin memastikan keadaannya baik-baik saja. Yang pada akhirnya, pesan singkat itu berhasil dikirimkan. Tidak banyak yang Ayara harapkan, jika nantinya tidak mendapatkan tanggapan apapun. Ia sudah siap berbesar hati menerimanya.


Kembali berkumpul bersama temannya, Ayara melihat raut wajah bahagia dari mereka semua. Dengan nilai pemasukan yang besar pada hari itu, Ayara sepakat bersama yang lainnya atas nominal dari angka tersebut. Entah mengapa disaat hatinya merasa kosong saat ini, ada seseorang yang hadir menghampiri dirinya. Ayara berharap agar tidak terjadi seperti apa yang ia takutkan sebelumnya mengenai Leo.


__ADS_2