Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC. 73


__ADS_3

"Sial! Kita sudah kecolongan lagi." Gerutu Eliot yang menahan pergerakan dari musuh mereka.


Entah mengapa kali ini, setiap pergerakan yang dilakukan oleh mereka. Dengan sangat mudahnya terbaca, bahkan Pedro pun tidak bisa berpikir dengan jernih disaat terjadi pergerakan dari musuh mereka.


Selama persahabatan mereka terjalin, Pedro lah yang lebih dominan untuk menyelesaikan semua masalah yang berhubungan dengan peristiwa seperti ini. Akan tetapi, kali ini ia tidak dapat berpikir dengan jernih.


"Hei, ada apa denganmu Pedro? Jangan bilang, setelah menikah kau malah menyusut!" Geram Eliot yang menatap sahabatnya itu dengan cukup tajam.


"Diam kau! Rasakan sendiri jika mencari alasannya, fokus saja dengan tujuan utama." Seringai Pedro yang tidak suka jika pernikahannya dihubungkan dengan pergerakannya.


"Sudah sudah, lebih baik pikirkan langkah selanjutnya." Liam menetralkan suasana yang cukup tegang.


Untuk kali ini, Dzacky benar-benar tidak mengeluarkan suara apapun. Ia terlihat begitu cukup serius dengan pergerakan yang mereka lakukan, tidak ada yang mengetahui jika didalam dirinya memendam kemarahan yang cukup besar.

__ADS_1


...Kenapa kalian membuat wanita yang begitu berarti didalam hidupku menjadi tidak berdaya seperti ini! Bahkan seujung kuku pun aku tidak pernah terpikir untuk menyentuhnya, ia sangat berharga untukku. Jika saja hubungan darah bisa membuatku terikat dengannya, maka tidak ada ampun untuk kalian semuanya. Karena dia, dia seperti ibuku....


Pertemuan Dzacky dengan Ayara, memeng begitu berwarna. Namun semuanya seakan hancur seketika, dimana wanita itu meregang nyawa karena ulah dari manusia berhati busuk yang menjadi musuh mereka.


Disaat yang bersamaan, mereka melihat pergerakan bayangan yang sangat cepat menyelinap diantara musuh mereka. Jumlah mereka dapat dihitung menggunakan jari, namun untuk pergerakannya. Jangan ditanyakan lagi bagaimana kecepatan yang terjadi, bahkan untuk berlomba kecepatan dalam mengedipkan kedua mata pun tidak akan sanggup menandinginya.


"Siapa mereka?!" Pedro menatap tajam ke arah pergerakan tersebut.


"Apa mataku tidak salah lihat?!" Eliot Mengusap-usap kedua matanya.


Liam hanya menggelengkan kepalanya, ia tetap fokus pada tujuan utama mereka untuk segera melumpuhkan musuhnya. Kini semuanya kembali pada fokus utama, bergerak dalam jumlah yang cukup banyak dan menguasai titik-titik sasaran. Memperkecil ruang lingkup dari pergerakan musuhnya, kini Pedro mendekati target merek.


Namun, secara tiba-tiba para musuh menjadi lenyap dalam hitungan detik. Itu sangat membuat mereka begitu kebingungan, bahkan untuk berkedip saja sudah tidak sanggup.

__ADS_1


"G**la!!! Apa ini?" Dzacky berdecak akan keheranan pada dirinya.


Dan yang lainnya juga ikut kaget dengan apa yang mereka lihat saat itu, benar-benar diluar dugaan yang telah mereka kira. Bahkan semua rencana yang telah disusun sebaik mungkin dan sangat rahasia pun menjadi gagal, melihat semua musuh luluh lanta dalam sekejap.


Ada perasaan bahagia, namun pertanyaan besar masih tertanam didalam kepala mereka semuanya. Pedro dengan begitu hati-hati berjalan mendekati sesuatu yang menarik perhatiannya, pergerakan yang cukup halus namun bisa ia tangkap dengan insting jiwa dunia bawahnya yang sudah mengarah daging jika di umpamakan.


Srakh!


Tangan kekar itu menangkap sesuatu yang berusaha menghindar, dengan cukup cepat, dan itu membuat kaget semuanya.


"Tim alpa!" Erang Pedro mendapatkan apa yang menjadi tanda tanya besar itu.


"Hah!" Dzacky melebarkan mulutnya dikala mengetahui apa yang sudah bergerak mendahului mereka.

__ADS_1


Eliot berdengus kesal dengan kedua tangannya bertolak dipinggang, sedangkan Liam. Ia hanya melipat kedua tangannya dibagian depan dadanya, akan tetapi wajahnya tersenyum setelah mengetahui jawaban atas rasa penasaran semuanya.


__ADS_2