
Tanpa diketahui oleh target mereka, setiap pergerakan yang dilakukan Pedro selalu diawasi oleh orang suruhan Ayara dan Aina. Mereka mulai mendapatkan titik terang atas perubahan yang terjadi pada Eliot, padahal suami mereka sudah menyerah untuk ide tersebut agar tidak diteruskan.
"Akhirnya, kita mendapatkan kemenangan itu. Yei!" Sorak Ayara yang terlihat sangat bahagia.
"Iya benar, kita Akhirnya menang. Alhamdulillah!" Aina ikut berserakan bersama Ayara.
Untuk Pedro dan juga Cakra, mereka hanya bisa manyun akan perubahan dari dua ibu hamil itu. Sedangkan untuk yang lainnya, mereka hanya menikmati dari kejadian tersebut. Ingin tertawa, tapi itu tidak akan pernah terjadi. Karena dua ibu hamil itu akan memberikan tatapan tajamnya, kepada orang-orang yang membuat suasana hati mereka menjadi buruk.
Bahkan untuk Damendra dan Yuri, mereka malah ikut-ikutan menjadi pusing. Namun pada akhirnya, pikiran mereka hanya tertuju untuk kebahagian.
Mendapati berita mengenai Eliot yang sedang dekat dengan seseorang, yang tak lain adalah dokter yang pada waktu lalu menangani Ayara. Dia adalah Nadia, dokter yang memiliki segudang daya tarik untuk seorang Eliot.
"Jangan di apa-apain ya bu dokternya kak, lebih baik segera resmikan saja hubungan kalian. Biar kita berdua bisa bertambah temannya." Celetuk Ayara kepada Eliot yang sudah begitu datar.
"Baru saja dekat, Ayara. Belum tentu juga dia suka sama kakakmu yang begini, jangan membuatnya takut padaku." Eliot tidak ingin jika terlalu buru-buru untuk mengambil keputusan yang besar.
__ADS_1
"Benar kata kakak, hanya saja. Jika sudah merasa yakin, untuk apa berlama-lama." Celoteh Ayara yang kembali mempengaruhi isi pikiran dari Eliot.
Tidak tahu akan melakukan apa saat ini, jika saja yang dihadapi Eliot adalah seseorang yang sangat memang pantas untuk diberikan hukuman. Maka dapat dipastikan jika orang tersebut sudah berakhir dengan tragis, namun yang ini. Membuatnya sakit kepala.
"Cakra, aku menyerah pada istrimu ini." Memutar kedua bola matanya dengan malas, membuat eliot harus menggunakan Cakra.
"Aku?! Jika kau saja menyerah, apalagi aku. Hanya saja aku tidak ingin istriku tercinta ini nanti menjadi penasaran, maka dari itu aku izinkan dia untuk membuatmu sakit kepala." Seringai Cakra yang membuat Eliot harus menahan dirinya.
"Kau!" Eliot menghela nafas panjangnya yang harus menghadapi semuanya ini.
Sedangkan Pedro, ia hanya diam tanpa kata. Disalah satu sisi ia tidak ingin membuat istrinya kecewa, dan untuk yang lainnya. Ia hanya mengikuti apa yang terjadi, karena semuanya itu tidak mau ia permasalahkan.
Tak terasa seiring dengan berjalannya waktu, usia kehamilan Ayara memasuki bulan akhir. Dimana keluarga tersebut sedang sibuk, mempersiapkan semua perlengkapan untuk menyambut anggot keluarga baru mereka.
Terutama untuk Yuri, ia begitu sangat semangat menyambut kelahiran cucu pertama keluarga Damendra. Apalagi diketahui jika Ayara mengandung anak laki-laki, itu menambah semangatnya. Dan yang tidak mereka duga, orang yang terlihat diam dan terkesan acuh. Malah lebih over penyambutannya, sungguh tidak dapat disangka dan dibayangkan.
__ADS_1
"Permisi tuan, nona. Ada kurir yang menghantarkan paket atas nama tuan besar, tapi katanya ditujukan ke alamat mansion ini." Jhony mengatakan kepada Cakra dan Ayara yang sedang duduk bersantai diteras depan mansionnya.
"Paket? Seperti apa?" Cakra yang merasa aneh.
"Saya tidak tahu tuan, masih didalam mobil. Ada lima mobil yang menunggu diluar." Jelas Jhony.
"Lima mobil?!" Beo Cakra dan Ayara juga menjadi kaget.
Sebelum masuk ke dalam hala mansion, mereka memastikan terlebih dahulu akan keamanan dan tidak adanya sesuatu yang mencurigakan tentang paket tersebut. Lalu ke lima mobil tersebut mulai memasuki halaman mansion, mereka pun bergotong royong bersama kurir dan juga beberapa pekerja Diana untuk menurunkan paket tersebut.
Alangkah kagetnya Ayara dan juga Cakra saat melihat isi dari paket paket tersebut, perlengkapan bayi dan juga mainan yang dalam jumlah begitu banyaknya. Jika harus dipikirkan, benda tersebut bahkan baru bisa digunakan pada saat usia anak-anak.
"Siapa yang mempunyai ulah ini? Aish, benar-benar sekali ini." Cakra mengumpat.
Tiba-tiba saja mobil yang sangat mereka kenali memasuki halaman mansion, dimana Damendra beserta Yuri baru saja tiba.
__ADS_1