Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC.64


__ADS_3

Kali ini, Ayara benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang Cakra katakan adalah benar, namun ia mencoba untuk berdamai dengan perasaannya.


"Mulai detik ini, kamu tidak boleh memendam sesuatu terhadap apapun. Apa yang kamu rasakan dan alami, aku juga harus mengetahuinya. Mari memulai semuanya dari awal, bagaimana sayang? Ah aku lupa, kalau kamu harus menjawab iya dan tidak boleh menolak."


"Apa-apaan, itu tidak adil. Enak saja, tuan baru saja sadar tapi bicaranya sudah ngelantur." Ayara menjadi merasa malu sendiri, karena saat ini posisi keduanya begitu dekat karena Cakra memeluk Ayara.


"Ngelantur tapi mendapatkan bonus, ada yang minta dinikahin." Ujar Cakra dengan bernada menggoda Ayara.


"Tuan!" Protes Ayara dengan memukul dada Cakra dengan kekuatan hampir maximal yang ia punya.


" Hahaha, tidak sayang. Ampun."


Keduanya larut dalam perasaan yang kini telah mendapatkan jawaban dari semua yang telah mereka lakukan, menunggu dalam waktu yang cukup lama. Membuat keduanya harus berperang dengan perasaannya sendiri-sendiri, namun kali ini semuanya sudah menjadi sempurna.


Cakra memberikan jarak diantara dirinya dan Ayara, menatap wajah wanita itu dengan penuh perasaan bahagia. Membawa tangan kanan Ayara untuk ia berikan kecupan singkat, lalu Cakra mengutarakan kembali semuanya.


"Tidak sah rasanya jika kamu yang melakukannya. Aku, Cakra Damendra dengan ini mengatakan. Ayara Bellamy, apakah kamu mau menikah denganku?"


Kalimat tersebut sudah sering Ayara dengar dari mulut Cakra, namun saat ini kalimat tersebut sangat membuatnya meneteskan air mata. Jika dahulu, saat kalimat tersebut ia dengar. Maka, saat itu juga ia menolaknya. Namun kali ini, ia tidak ingin membohongi dirinya sendiri lagi.


Menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, namun Cakra belum merasa puas akan hal tersebut. Ia Mengulangi kembali kalimat tersebut dan mengangkat sedikit wajah Ayara, agar mereka bisa saling bertatapan.


"Ayara Bellamy, maukah kamu menikah denganku?"


"Ya, aku mau. Aku, Ayara Bellamy menerima permintaan tuanku yang sangat keras kepala ini untuk menjadi istrinya."

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Cakra meraih tubuh Ayara dan membawanya ke dalam pelukannya. Suasana berubah menjadi begitu ceria, pada akhirnya perjuangan seorang Cakra mendapatkan jawabannya.


"Hore!! Akhirnya kalian bersatu!!"


Suara tersebut mengagetkan kedua insan yang sedang bahagia itu, tanpa mereka sadari sejak tadi. Dengan cepat Ayara mendorong tubuh Cakra dan menjauh dari sisinya, akibat dari ulah Cakra itu sehingga membuat Ayara menjadi malu.


"Nak, jangan seperti itu. Mommy malah bahagia mendengarnya, kenapa tidak dari dulu saja putra mommy ini bertemu denganmu sayang." Yuri segera memeluk Ayara disaat wanita itu terlihat bingung atas perbuatan Cakra.


"Hore!!! Akhirnya mmpphh." Suara Dzacky benar-benar membuat suasana menjadi tidak bagus.


Pedro membungkam mulut cerewet Dzacky dengan telapak tangannya, lalu Pedro tak lupa memberikan salam perkenalan pada kepala sahabatnya itu. Beberapa kali Dzacky berteriak dalam bungkaman itu, kali ini tenaga Pedro sangatlah kuat.


Semuanya langsung memberikan perhatian kepada Ayara, mereka juga senang dan bahagia atas kabar tersebut. Dari atas tempat tidurnya, Cakra memanyunkan bibirnya.


"Ish, tidak adakah kalian semuanya memperhatikan aku. Aku disini pasiennya, kenapa malah istriku yang kalian utamakan. Hah, kalian semuanya menyebalkan." Keluh Cakra dengan menghempaskan punggungnya pada tempat tidur yang sandarannya sudah diatur untuk posisi duduk.


"Argh, daddy!!"


"Siapa suruh kau menjadi anak yang keras kepala, hah! Coba dari dulu menjadi anak penurut, saat ini aku sudah menimbang cucu." Damendara dengan wajah geramnya saat berhadapan dengan putranya itu.


"Hahaha, makan tu petuah tetua." Eliot ikut berkomentar atas peristiwa itu.


Sruth!


"Aduh! Hei! Kenapa kau mencubitku, dasar manusia sebelas dua belas dengan manusia keras kepala. Emry sialan!" Eliot mengomel atas sikap Emry padanya.

__ADS_1


Semuanya kini ikut merasakan kebahagian yang ada, berbahagia atas kesembuhan Cakra yang bisa dianggap sebuah mukjizat dan kebahagian atas hubungan mereka berdua.


"Hei, kau tidak mau melepaskan tanganmu yang bau ini. Hah!" Dzacky protes pada Pedro yang masih menahan dirinya.


"Diam saja kok susah, kau sama saja dengan mereka bertiga. !menyebalkan!" Pedro belum melepaskan kaitan tangannya pada Dzacky.


"Aih, kau benar-benar kejam Pedro. Kakak ipar, tolong aku. Suamimu ini tangannya seperti besi." Dzacky memulai drama yang.


"Diam kau, bisanya hanya mengadu." Pedro menguatkan kaitan tangannya dan membuat Dzacky semakin berteriak.


"Argh, kakak ipar!" Wajah memelas itu terlihat jelas.


Aina hanya bisa tersenyum dengan semua sikap para pria disana, ia menghampiri suaminya dan mengusap lengannya.


"Mas." Tegur Aina yang membua Pedro mencebik Dzacky.


"Jika bukan karena istriku, habis kau!"


Akhirnya Dzacky terbebas dari siksaan Pedro yang begitu menyakitkan.


"Suami? Istri?" Beo Cakra yang belum mengetahui apapun mengenai pernikahan sahabatnya itu.


"Ih, aku malas untuk menjelaskannya. Pulanglah aku." Dzacky terlebih dulu pergi.


"Selamat penasaran bro." Eliot pun pergi di ikuti oleh Liam dan Emry.

__ADS_1


"Daddy dan mommy juga ada urusan penting, sampai jumpa lagi nak. Jangan lupa istirahat dan jangan manjakan dia." Ketus Damendra yang berpamitan pada Ayara dan juga Pedro serta yang lainnya.


Semuanya telah pergi, hanya ada Cakra dan Ayara saat ini. Ayara hanya pasrah dengan tatapan tajam dari pria dihadapannya, lalu ia menceritakan semuanya kepada Cakra.


__ADS_2