
"Untuk seterusnya, aku tidak akan peduli siapapun mereka. Jika itu sudah bersangkutan dengan Ayara, kau pun akan aku lenyapkan. " Pedro menegaskan ucapannya setelah menjelaskan semuanya kepada Cakra atas apa yang terjadi.
Dengan penjelasan itu, membuat Cakra terdiam dalam kekalutan pikirannya. Bagaimana ia baru menyadari, jika dirinya yang merupakan sumber terbesar kemalangan pada Ayara. Dan terbukti pada saat ini, nyawa wanita itu hampir saja hilang atas keteledorannya.
"Sudah saatnya kau menunjukkan siapa dirimu, karena saat kau memutuskan untuk mendapatkannya. Maka saat itu pula, kehidupannya berada didalam kendalimu." Pedro menepuk pundak Cakra dan mereka kembali menghampiri Matteo yang telah selesai.
Ditempat yang berbeda, Damendra bergerak tanpa sepengetahuan dari para pemuda yang sedang larut dalam kepanikan di rumah sakit. Ia mengetahui peristiwa itu dari orang kepercayaannya yang selama ini bergerak dibawah bayangan dirinya, maka dari itu kini ia sudah memulai semuanya tanpa sepengetahuan yang lainnya.
Menggunakan beberapa tim utama yang ia miliki, semuanya bergerak dengan arahan yang sudah pemimpin mereka berikan. Walaupun usianya sudah dikatakan memasuki masa istirahat, namun jiwa mudanya masih begitu besar bahkan mengalahkan para pemuda yang lainnya.
"Lakukan dengan halus, aku tidak ingin kalian melakukan kesalahan." Ucapan Damendra cukup tegas dan ber aura kekejaman yang terselimuti oleh wajahnya yang datar.
Semuanya menganggukkan kepala sebagai tanda jika mereka mengerti akan apa yang dikatakan oleh pimpinannya, bergerak tanpa ada suara apapun disaat mereka semuanya menjalankan aksinya. Orang-orang yang sangat terlatih dimiliki oleh Damendra, bahkan Pedro pun tidak dapat menemukan keberadaan mereka semuanya.
__ADS_1
Kesedihan yang Damendra rasakan kini, disaat ia melihat wanita yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri dna bahkan saat ini. Wanita itu sudah berstatus sebagai menantunya, maka semakin erat hubungan diantara mereka.
Dan disaat yang bersamaan, Pedro dan juga para sahabat lainnya mulai menyusun siasat untuk menghancurkan Yoshi beserta para krikil kecil yang cukup menganggu.
"Jangan libatkan Cakra utnu sementara ini, biarkan dia menemani Ayara. Kita fokus saja dengan apa yang sudah tersusun, utamakan target." Titah Pedro dengan ucapan dinginnya.
"Apa tidak terlalu terburu-buru untuk menghancurkan semuanya?" Liam begitu tenang, namun setiap pergerakannya cukup waspada.
"Tidak perlu dipikirkan, yang terpenting untuk saat ini adalah memperluas penjagaan dan juga anggota. Musuh kali ini bukanlah kelompok kecil, setidaknya kita waspada." Eliot turut memberikan pendapatnya.
.
.
__ADS_1
.
.
Disaat semuanya sedang fokus untuk mencari dalang dari semuanya yang terjadi, kekacauan ini semuanya terjadi atas kelakuan dari orang yang mempunyai sifat tamak.
Itu semuanya tidak berlaku untuk seorang Cakra, dimana kini ia sedang berada disisi wanita yang sangat berarti dalam kehidupannya setelah Yuri. Karena wanita itu adalah separuh dari jiwanya, seorang wanita yang saat ini sedang berjuang untuk bertahan hidup.
"Maafkan aku, aku terlalu lengah saat berada disisimu sayang. Seharusnya semuanya itu menjadi sebaliknya, kamu adalah sumber kekuatan yang aku miliki."
Walaupun keadaan Ayara sudah melewati masa kritis, akan tetapi Matteo masih belum melepas semua peralatan yang berguna untuk menunjang keadaan Ayara sendiri.
Tangan kekar itu terus menggenggam lemah tangan mungil yang masih begitu tak berdaya, baru kali ini. Cakra merasakan dunianya seperti hancur, berbeda disaat ia kehilangan Eliza. Hidupnya hancur namu masih bisa merasakan kehidupan, dan saat bersama Ayara. Dunianya seakan berhenti, disaat wanitanya menjadi incara dari hampir seluruh pihak yang tidak menyukainya.
__ADS_1