Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC. 70


__ADS_3

Prang!!!


Gelas itu berakhir dengan hancur menjadi serpihan kecil, Yoshi telah menghabiskan air yang berada didalam Gelas tersebut sebelum menghempaskannya menjadi seperti itu.


"Tuan, semuanya berjalan dengan rencana." Seseorang memberikan laporan kepada Yoshi dengan cepat.


"Benarkah?! Wow, ini yang sangat aku tunggu. Hahaha." Suara tawa itu terdengar begitu keras, bahkan Yoshi terlihat sangat bergembira.


Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai seseorang, apalagi itu untuk seseorang yang mempunyai kekuasaan di dunia bawah. Hal itu sangatlah mudah, mendapati informasi dan kenyataannya. Dimana Cakra bisa kembali sempurna dengam kondisinya, membuat Yoshi meradang. Ia mulai mencari informasi untuk mencari kelemahan bahkan sesuatu yang dapat membuat rivalnya hancur, menggunakan informasi tersebut dan kini Yoshi menikmati hasilnya.


"Dimana Eliza? Aku ingin berbagi kebahagian ini." Yoshi mencari keberadaan wanita yang setidaknya pernah membuatnya bahagia dan kecewa.


"Dia berada di apartemennya, tuan." Jawaban dari salah satu orang yang bekerja dibawah naungan Yoshi.


"Baiklah, biarkan saja dia sendiri. Dan kalian, tetap berjaga-jaga. Kita akan langsung menjalankan rencana selanjutnya, karena mereka pasti sedang panik dan lengah."

__ADS_1


Semua bawahan dan juga anggota yang lainnya telah bersiap menjalankan rencana selanjutnya, mereka mulai bergerak menuju inti dari semuanya.


.


.


.


.


Tubuh Ayara sudah begitu membiru, hanya saja deru nafasnya yang lemah masih bisa terdeteksi oleh Matteo. Mengingat sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya, membuat Matteo tidak bisa memberikan anestesi pada tubuh Ayara.


"Aku minta salah dua dari kalian untuk menemani Ayara, karena aku tidak bisa memberikan anestesi. Ayara memiliki alergi terhadap anestesi." Panik Matteo keluar dari ruang tindakan dan menghampiri semuanya yang berada di luar.


Matteo menjelaskan masalah yang kini mereka hadapi, jika menunggu terlalu lama. Maka nyawa Ayara akan ada dalam bahaya, jika ia meneruskan tindakannya. Matteo memerlukan mereka untuk menghadapi Ayara yang memiliki alergi terhadap obat anestesi.

__ADS_1


Karena tidak ada yang cepat memberikan jawaban, maka Matteo menarik Pedro dan juga Cakra dengan cepat saja. Mengingat nyawa Ayara lebih penting untuk saat ini, mereka pun segera kembali memasuki ruangan.


Beberapa perawat sudah siap untuk melakukan tindakan bersama Matteo, dan kini Pedro dan juga Cakra masih bingung harus melakukan apa. Ketika Matteo mulai bergerak, maka kedua pria itu baru menyadari tugasnya.


Menyaksikan perjuangan Ayara dalam bertahan untuk tetap hidup, membuat kedua pria itu ikut merasakan apa yang telah terjadi pada tubuh mungil itu. Reaksi tubuh dengan tidak ada anestesi apapun akan memberikan respon penolakan sekecil apapun itu, namun kali ini tidak berlaku pada Ayara. Tubuh itu tidak memberikan reaksi, dan sekecil apapun itu tidak ada.


Hal itu membuat Matteo bereaksi dalam kepanikannya, bahkan ia harus memberikan obat dengan dosis yang cukup besar.


"Maafkan paman, ini harus dilakukan." Matteo memperlihatkan sebuah alat suntikan yang cukup kecil yang sudah berisikan cairan, yang dimana itu akan berdampak pada Ayara.


"Lakukan yang terbaik paman, selamat Ayaraku." Pandangan mata itu tidak terlepas dari tatapan Cakra, bahkan kedua mata pria itu tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.


"Selamatkan adikku, cepat!" Pedro yang tak bisa menahan semua perasaannya yang hancur melihat keadaan Ayara saat ini.


Pedro pun tahu maksud dari benda kecil itu, cairan dengan dosis besar yang berguna untuk memancing semua sistem saraf untuk bekerja kembali. Itu adalah benda yang juga digunakan oleh para pelaku di dunia bawah untuk pilihan terakhir, agar nyawa yang begitu mereka sayangi dapat terselamatkan.

__ADS_1


Dengan menghela nafas panjangnya, Matteo menancapkan benda kecil itu pada tubuh Ayara. Kini, mereka menunggu reaksi yang diberikan pada tubuh mungil itu.


__ADS_2