Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC.66


__ADS_3

Kebersamaan kedua insan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami dan istri itu sedang menjalani kehidupan seperti biasanya, keduanya masih saling memahami karakter satu sama lain. Terutama Ayara, namun dengan bantuan Cakra. ia mulai memahami dan mengerti apa yang menjadi karakter mereka masing-masing, kini keduanya tinggal di mansion milik Cakra.


Kehidupan mereka begitu terkesan seperti orang pacaran saja, belum ada yang namanya malam pertama. Mereka masih butuh waktu untuk hal tersebut, dan Cakra pun dapat memahaminya.


"Sayang, hari ini jangan kemana-mana. Tetap berada dirumah, aku sudah meminta istri Pedro untuk datang." Cakra merangkul pinggang Ayara dari arah belakang.


"Eh, bikin kaget saja. Memangnya ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang cukup penting." Ayara yang bingung serta timbul pertanyaan besar dalam pikirannya.


"Hem, nanti akan aku ceritakan. Oh Ya, mommy bilang akan mengirim makanan kesukaan kamu. Nanti biar sekalian Jhony yang menghantarkannya, hati-hati dirumah ya sayang. Aku berangkat dulu." Cakra memberikan kecupan dikenang Ayara dan beranjak menuju mobilnya.


"Iya sayang, kamu juga hati-hati dan semangat kerjanya."


Ayara ikut menghantarkan sampai Cakra masuk ke dalam mobil bersama Jhony, laku ia segera masuk ke dalam mansion untuk menuruti perkataan suaminya.


Selama dalam perjalanan menuju perusahaan, Cakra terlebih dahulu memeriksa beberapa laporan melalui ponselnya. Emry benar-benar bekerja dengan sangay baik, akan tetapi ada satu file yang membuat Cakra merasa penasaran besar.

__ADS_1


Apa ini? Notifikasinya sangat berbeda dari yang lainnya, apa ini jebakan?


Awalnya ia ingin menekan ikon tanda file tersebut, akan tetapi perasaan Cakra sangat ragu. Ia pun mengurungkan niatnya dan segera menghubungi Pedro, sedikit menjelaskan mengenai hal tersebut.


"Bagaimana, apakah aman untuk aku buka?" Pertanyaan yang cukup cepat dari Cakra.


"Tunggu, jangan gegabah." Jawaban dari seberang melalui ponsel milik Jhony.


Menunggu untuk beberapa saat, lalu Pedro menghentikan keinginan Cakra tersebut. Ada sesuatu yang tidak dapat mereka ketahui, karena file tersebut sangat mencurigakan.


" Kirimkan ponselmu ke markas, itu lebih baik." Perintah Pedro.


Pembicaraan itu berhenti dan Cakra meminta Jhony untuk menghantarkan ponsel miliknya ke markas, namun sebelum itu. Emry terlebih dahulu telah menyalin semua file yang dibutuhkan sebelum ponsel itu diserahkan.


Belum sampai mereka tiba di perusahaan, tiba-tiba saja mobil yang dikendarai mengeluarkan asap yang cukup tebal. Tanpa berpikir panjang, Jhony menghentikan laju kendaraannya dan membuka pintu mobil.

__ADS_1


Terlihat beberapa mobil yang mengelilingi mereka, saat asap tebal itu menghilang. Terlihat jika seseorang yang sangat ia kenali sedang tertawa, sungguh ini adalah waktu yang tidak tepat.


"Yoshi!!" Cakra mengeraskan rahangnya dengan kedua telapak tangan yang sudah mengepal begitu kuat.


Keadaan mansion saat itu...


Perasaan Ayara tiba-tiba saja menjadi tidak enak, ia merasakan jika dirinya tidak tenang. Bayangan sang suami selalu terlintas di dalam pikirannya, bahkan kedatangan dari Aina bersama Andin pun tidak ia ketahui.


"Kak Aina, Andin!" Kaget Ayara yang sudah mendapati keduanya berada dekatnya.


"Kamu melamum, Ayara." Sapa Aina yang baru disadari keberadaannya.


"Tidak kak, hanya saja. Perasaanku menjadi tidak enak." Raut wajah Ayara nampak cukup tegang.


"Tidak baik seperti itu, lebih baik kamu berdoa untuk mengenai hal-hal yang membuat pikiranmu tidak tenang." Aina mengusap kedua bahu Ayara dengan perlahan.

__ADS_1


"Benar kak, akan jauh lebih tenang jika kakak berdoa dan berpikiran yang positif saja. Serahkan semuanya pada sang pemilik dari semuanya ini kak." Andin tersenyum mendapati Ayara yanh begitu tegang.


Dengan kedatangan keduanya, membuat Ayara sedikit menjadi lebih tenang. Namun hatinya masih merasa risau akan sesuatu hal yang sangat menganjal.


__ADS_2