Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC.68


__ADS_3

Sementara itu, Ayara bersama dengan Aina dan juga Andin sedang duduk bersama. Mereka sedikit bertukar cerita mengenai perjalanan hidup yang telah dilalui, begitu renyahnya candaan demi candaan yang terjadi.


"Permisi non, ada kurir yang menghantarkan paket makanan untuk non Ayara." Ujar salah satu pekerja mansion.


"Paket makanan? Dari siapa ya." Ayara menduga-duga akan asal paket tersebut.


"Ya sudah pak, bawa kesini saja ya. Sebelumnya terima kasih." Ucap Ayara dengan senyuman yang cukup manis.


Pekerja tersebut undur diri dari hadapan semuanya, kembali menuju pos keamanan untuk mengambil paket yang telah dihantarkan. Saat Ayara menerima paket tersebut, alangkah kagetnya ia melihat makanan kesukaannya disana.


Teringat akan ucapan sang suami sebelumnya, dimana mertuanya akan mengirimkan makanan untuk dirinya. Jadinya, Ayara mengira pekat tersebut berasal dari mertuanya. Akan tetapi, saat kembali melihat menu tersebut. Perasaan Ayara menjadi sedikit tidak enak, ia seperti ragu akan paket tersebut.


"Ada apa, Ayara?" Aina menegurnya karena melihat Ayara yang terdiam.


"Ah tidak kak, mari kita makan bersama-sama." Ayara langsung mengalihkan keraguannya dengan mengajak menyantap makanan yang baru saja diterimanya.

__ADS_1


Tidak ada yang menyadari jika paket tersebut berasal darimana, mereka hanya mengira paket itu milik Ayara saja. Makanan yang begitu sangat Ayara sukai, yaitu beef lasagna dan klapertart. Mereka menikmati kebersamaan itu, karena jumlahnya cukup banyak. Ayara mengajak para pekerja di mansion tersebut untuk ikut menikmati, bahkan ia tidak lupa menyimpan sebagian buat suaminya.


Tak lama kemudian, Cakra bersama Jhony tiba-tiba saja kembali ke mansion. Begitu juga dengan Pedro, Liam serta Emry. Sedangkan Eliot, ia sedang bersama Damendra memeriksa sebuah proyek besar atas kerjasamanya.


"Sayang, sedang apa?" Cakra langsung menghampiri Ayara yang sedang mengobrol.


"Loh, kok sudah pulang. Katanya tadi ..." Ayara bingung dengan keberadaan Cakra yang secara tiba-tiba.


"Ada sedikit kendala, aku memutuskan untuk kembali saja. Oh iya, ini ada titipan dari mommy untuk kamu." Cakra menyerahkan sebuah kotak sayang berisikan makanan dari snag mommy untuk istrinya, namun hal itu membuat Ayara terdiam menatap kotak tersebut.


"Tunggu, coba kamu kemari dulu Andin." Aina meminta adiknya untuk mendekat.


Andin pun mengikuti perintah dari kakaknya, dimana Aina sudah berbicara pada Pedro akan apa yang mereka alami. Pedro pun menjadi panik, ia mengambil makanan tersebut yang dibawa oleh Andin. Disaat semuanya larut dalam kekhawatiran, Andin kembali menangkap sesuatu pada diri Ayara.


"Kak Ayara, hidungnya." Tangan itu mengarah pada objek yang sedang ia bicarakan.

__ADS_1


Dan benar saja, darah segar sudah mengalir dengan cukup banyak dari hidung Ayara.


"Ayara!" Pedro panik.


"Sa sayang!" Cakra segera membawa Ayara untuk duduk, meminta apara pekerja untuk membawakan handuk kecil dan juga hadir hangat.


"Sayang, apa yang kamu rasakan? Ada apa ini?" Cakra begitu khawatir mendapati Ayara seperti itu.


"Katakan, berapa banyak kamu memakannya Ayara?" Pedro bertanya dengan suara tinggi, ia menahan wajah dan rahang Ayara agar bertatapan dengan dirinya.


"Apa maksudmu? Ada apa ini, kenapa kau membentak istriku?!" Cakra berbalik meninggi saat Pedro bersikap seperti itu.


"Tunggu, kalian ini ada apa. Kenapa kalian bertengkar seperti ini?" Emry yang belum menyadari.


"Ayara katakan!" Kembali Pedro membentak Ayara bahkan ia menguncang bahu Ayara.

__ADS_1


__ADS_2