Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC.65


__ADS_3

Pernikahan Cakra dan Ayara kini berlangsung dengan begitu sakral, karena permintaan dari manusia si keras kepala dan berhati seperti batu. Maka permintaan itu tidak dapat di hindari dan ditunda, dalam sekejap semua para sahabatnya dan juga kedua orang tuanya menggunakan kekuasaan ya g mereka miliki untuk melaksanakan acara tersebut.


Sungguh peristiwa yang begitu menguras tenaga, pikiran dan juga dompet tentunya. Namun semuanya kini puas dan bahagia dengan hasilnya, yaitu Cakra dan Ayara telah resmi menjadi sepasang suami dan istri.


Acara tersebut hanya dihadiri oleh keluarga dan juga para sahabatnya, karena situasi yang memang sedang tidak memungkinkan.


"Selamat sayang, Mommy sekarang benar-benar sudah punya anak perempuan. Dan kamu, awas saja kalau membuat anak mommy ini bersedih." Tatapan tajam Yuri ditujukan pada Cakra yang seakan-akan tidak mau berjauhan dengan Ayara sedetik pun.


"Terima kasih mom." Ayara membalas pelukan Yuri yang terlihat begitu bahagia.

__ADS_1


"Jangan melupakan daddy disini, tidak ada kata bulan madu ataupun yang lainnya. Daddy harap kalian mengerti, lebih aman jika kalian tetap dalam pengawasan." Damendra mengusap kepala Ayara dengan sangat lembut.


Sebelumnya, Damendra bersama para sahabat Cakra yang lainnya berdiskusi mengenai situasi yang ada. Menjelaskan keadaan yang sangat genting untuk mereka hadapi saat ini, pernikahan telah selesai dan mereka pun kembali ke mansion masing-masing.


Melepas rasa lelah yang ada, Ayara segera membersihkan dirinya dan membantu Cakra kemudian. Memang saat ini keadaan Cakra telah pulih dan bisa berjalan kembali seperti biasa, namun semuanya masih membuat Ayara khawatir.


"Makan dulu ya, setelahnya minum obat." Ayara meletakkan nampan berisikan makanan yang ia bawa dari dapur saat Cakra sedang di dalam kamar mandi.


"Tidak apa-apa, lagian ini juga mereka yang menyiapkan. Aku hanya membawanya saja, ayo makan." Ayara mengambilkan makanan untuk Cakra dan ia mendapatkan isyarat untuk menyuapi pria yang kini sudah menjadi suaminya itu.

__ADS_1


Dengan perlahan dan sabar, Ayara menyuapi Cakra hingga nasi dan lauk pauk yang ada habis. Tentunya dengan bersamaan Ayara makan bersama dengan Cakra, keduanya masih terlihat begitu malu satu sama lainnya dan terutama untuk Ayara.


!"Beristirahatlah sayang, kamu pasti lelah untuk hari ini." Cakra â…“merangkul pinggang Ayara.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, membuat tubuh Ayara menegang. Ia merasa sangat kaget akan hal tersebut, perlahan Cakra membawa Ayara untuk ia dudukan di pinggir tempat tidur. Lalu Cakra duduk berjongkok dihadapan Ayara, ia menggenggam kedua tangan mungil itu untuk menyatukannya dengan tangan kekar miliknya.


"Ayara, aku minta maaf atas semua yang telah terjadi selama ini padamu. Berjanjilah, jangan pernah meninggalkanku lagi. Aku benar-benar bodoh sudah membuatmu terluka, jika aku berbuat kesalahan. Tolong, tolong tegur dan ingatkan aku. Bila perlu hukum aku sayang." Cakra mendaratkan kepalanya di atas kedua kaki Ayara dengan isakan tangisan yang membuat tubuh itu bergetar.


Mendengar setiap ucapan yang keluar dari lisan Cakra, membuat Ayara teringat kembali berbagai ujian kehidupan yang ia alami. Namun dengan cepat ia menepis semua pikiran itu, yang dimana akan membuat dirinya semakin terluka.

__ADS_1


"Kita sudah berjanji untuk memulainya kembali dari awal, mungkin akan butuh waktu bagiku untuk melupakan semuanya. Karena kita sekarang sudah menjadi pasangan yang sah, maka dari itu. Mari bersama-sama untuk saling menguatkan pondasi rumah tangga yang baru saja kita masuki."


Kalimat demi kalimat yang Ayara ucapkan, membuat hati Cakra seakan tersentil atas semua sikap dan perlakuannya selama ini pada Ayara. Keduanya sama-sama memulai kehidupan rumah tangganya dari awal, dimana Ayara dan juga Cakra sepakat melupakan semuanya yang sudah terjadi.


__ADS_2