Wanita Spesial Milik CEO

Wanita Spesial Milik CEO
WSMC. 83


__ADS_3

"Sudah datang semuanya?!" Suara tegas itu terdengar tatkala Cakra baru saja selesai mengumpat.


Damendra yang berdiri tegap, memeriksa semua pekerjaan yang baru saja dilakukan oleh para pekerja dan kurir. Bahkan ia sampai turun tangan sendiri untuk memastikan jika tidak ada satupun benda yang ia pesan itu lecet ataupun rusak, benar-benar membuat semuanya orang geleng-geleng kepala.


Melihat sikap kedua mertuanya yang begitu antusias dalam menyambut kehadiran sang cucu, membuat Ayara menjadi terharu. Ia memeluk Yuri dengan erat, wanita yang dari awal pertemuan dengannya. Begitu hangat dan sangat baik kepada dirinya, bahkan mereka berjodoh menjadi menantu dan mertua.


"Jangan menanggis nak, ini adalah rezeki untuk cucu kami. Malahan daddy kamu itu mau beli mobil tahu tidak, langsung saja mommy marahin. Kenapa mau beli mobil, anak bayi kok dikasih mobil. Tokohnya sekalian la kata mommy, hahaha." Yuri sangat bersemangat.


"Heh, tadi bilang tidak boleh. Didepan anak malahan minta dibikin, dasar!" Gerutu Damendra.


Begitu senangnya Ayara dan Cakra akan hadiah dari kedua orangtuanya, mereka langsung menata semuanya pada kamar khusus yang sudah dipersiapkan.


"Arkh!" Tiba-tiba saja Ayara meringgis menahan perutnya dengan tangan.


Semuanya panik ketika mendengar suara teriakan yang berasal dari Ayara, Cakra segera menghampiri istrinya yang terus meringgis seperti menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Sayang! Sayang kamu kenapa?" Panik Cakra.


"Perut aku mules mas."


Seketika itu juga terlihat aliran air yang mengalir pada dua celah kaki Ayara, hal itu terlihat oleh Yuri.


"Cepat bawa Ayara kerumah sakit, sepertinya dia akan melahirkan." Yuri mengusap punggung Ayara perlahan.


"Melahirkan? Bukannya minggu depan Mom." Cakra mengeluarkan kalimat yang membuat Yuri geram.


Tahk!


"Banyak bicara lagi, itu namanya perkiraan dodol. Sudah cepetan, lihat air ketiganya sudah pecah."


Tanpa menunggu lama, Ayara dibawa ke rumah sakit segera. Kedua orangtua mereka ikut kesana, untuk masalah barang-barang yang baru tiba. Semuanya itu diserahkan kepada Jhony, yang dimana pria itu memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Nasib oh nasib, belum punya pasangan apalagi anak. Tapi, sudah dapat kerjaan begini." Jhony menghela nafas panjang dan menatapi semua benda dihadapannya yang masih banyak berserakan.


Selamat dalam perjalanan menuju rumah sakit, Ayara terus merintih menahan rasa sakit yang terus meningkat. Untuk itu, Cakra sudah tidak dapat menahan tanggisnya. Malah ia meminta untuk memberikan rasa sakit itu pada dirinya saja, Yuri pun bergegas memberikan arahan agar Ayara mengontrol pernapasannya dan berusaha untuk tidak mengejan.


Untuk pengemudi, Damendra menjalan laju kecepatan mobil itu dengan sangat cepat. Jiwa mudanya kembali hadir untuk menghantarkan Ayara menuju rumah sakit, saat mereka tiba disana. Nadia sudah menunggu, karena sebelumnya Cakra sudah memberikan informasi kepadanya jika Ayara sudah dalam perjalanan.


"Langsung ke ruangan bersalin saja." Titah Nadia yang melihat tubuh Ayara sudah basah akibat air ketubannya sudan pecah.


Disaat sudah berada didalam ruangan bersalin, Nadia segera memeriksa Ayara. Tubuh wanita itu sudah begitu dingin, lalu Nadia meminta pada perawat untuk memberikan asupan cairan untuk pasiennya.


"Jangan mengejan dulu, sebentar lagi pembukaan lengkap. Atur nafasnya, ya bagus Ayara."


Sambil menunggu pembukaan lengkap, Nadia mempersiapkan yang lainnya untuk proses kelahiran. Ketika saat itu tiba, dengan memberikan arahan kepada Ayara. Tentunya keberadaan Cakra yang terus disisi Ayara, memberikan kekuatan tersendiri untuk Ayara.


"Dorong!"

__ADS_1


"Oek oek!" Suara kerasa dari tangisan bayi yang baru saja lahir.


Nadia mengangkat dan menunjukkan wajah sang bayi kepada kedua orangtuanya, begitu tampan dan snagat kemerahan.


__ADS_2