
Beberapa bulan kemudian...
Kebahagiaan benar-benar sedang menyelimuti keluarga besar orang terpandang, atas kelahiran cucu pertama dari seorang Damendra.
Begitu pula dengan Pedro, putranya juga telah lahir sebelum Ayara. Mereka pun merayakan kebahagian itu bersama-sama, semua para sahabat serta keluarga lainnya berkumpul untuk merasakan kebahagian yang ada.
"Satu ayahnya dingin luar biasa, yang satunya lagi keras kepala. Wah, kalian berdua memang luar biasa. Uncle tidak mau kalian berdua menuruni sifat ayah kalian ya, ikuti saja sifat ibu kalian yang begitu lembut." Dzacky bermonolog saat menatapi kedua bayi yang sedang tidur dihadapannya.
Takh!
Plakh!
"Aargh!!! Sakit!!" Teriakan Dzacky atas apa yang ia terima dari dua pria namanya baru saja ia sebut
"Mulutmu ini benar-benar harus di sulam, sangat jelek sekali suara yang dihasilkan." Cakra menyeringai dihadapan Dzacky.
"Enak saja, ini sudah sangat bagus bentuknya. Lagian, kalian berdua kenapa memukulku? Sakit sekali rasanya, kakak ipar!" Lagi-lagi Dzacky berteriak mencari pembelaan.
__ADS_1
Pedro yang dari tadi hanya menyaksikan perdebatan diantara Cakra dan Dzacky, kini ia mulai menunjukkan siapa dirinya. Ia menarik dua telinga Dzacky dengan sangat kuat, bahkan ia menambahkan sebuah seringai tajam kepada pria yang selalu membuat ulah.
"Kak, lepaskan. Ini sakit!" Dzacky terus membela dirinya dari amukan dua bapak baru itu.
"Diam!!" Suara singkat Pedro berhasil membuat nyali Dzacky menciut.
Baik Ayara maupun Aina hanya bisa tersenyum lebar melihat semua tingkah konyol dari para pria-pria yang sedang berdebat, mereka terlalu fokus menata makanan yang akan disantap. Lalu keduanya menghampiri anaknya masing-masing, yang heran ya adalah. Kedua anak tersebut tidak merasa terganggu sedikit pun atas kegaduhan yang ada, jika bayi lainnya akan menanggis saat mendengar suara keras ataupun kegaduhan yang lainnya.
Berbeda dengan mereka berdua, saat berada dalam pelukan ibunya. Mereka malah tertawa dan bertepuk tangan gembira, sungguh pemandangan yang begitu langka.
"Sekali kali harus dikasih hadiah uncle ini, biar dia menjadi terkesan." Senyuman seringai Pedro penuh penekanan.
Setelah menikah bersama Aina, Pedro perlahan melakukan perubahan dalam kehidupannya. Bahkan dunia yang membesarkan namanya juga, sudah mulai ia tinggalkan. Memfokuskan diri pada dunia bisnisnya seperti sahabatnya yang lain, namun hal itu belum sepenuhnya.
"Hai hai hai! Eh, kenapa tu anak?" Eliot yang baru saja tiba bersama Nadia menjadi kaget, melihat Dzacky dalam keadaan mengenaskan.
"Biasa, dapat hadiah dari mereka berdua." Liam yang hampir tersedak melihat kekonyolan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Mampus, bibir sama kayak ember." Eliot mendukung apa yang dilakukan Pedro dan juga Cakra.
Sruth!
"Aduh, sayang sakit!" Erang Eliot yang mengeluh pinggangnya yang terkena cubitan dari Nadia.
"Jangan sampai kamu juga mendapatkan hukuman dari cara untuk berbicara, ayo lihat baby saja." Nadi menarik Eliot yang sudah hampir ketularan ember dari Dzacky.
Nadia bergabung bersama Aina dan juga Ayara, tak lama kemudian Damendra bersama Yuri tiba. Mereka semuanya berkumpul dan saling melepas rindu, terlihat begitu eratnya rasa persaudaraan diantara mereka semuanya. Walaupun tidak ada hubungan darah, tapi hubungan mereka lebih erat dari ikatan saudara.
"Cucu cucu Oma sudah pada ganteng, ayo kita bermain ditempat biasa. Biarkan para pria itu menyelesaikan perdebatan yang ada, pusing kalau kita melihatnya." Yuri mengajak para wanita disana untuk berkumpul sambil menemani para bayi bermain.
Kehidupan yanh semuanya penuh dengan drama yang sangat menguras air mata, kini semuanya berakhir dengan menemukan kebahagiannya sendiri-sendiri.
💐💐💐
Mohon maaf 🙏 jika terdapat kalimat-kalimat yang membingungkan dan juga kebanyakan halunya, ini hanyalah karya imajinasi fiktif yang berdasarkan pada pemikiran author saja. Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca karya ini.
__ADS_1