
Hari ini adalah hari Minggu, dan hari ini adalah hari pertama Sherin libur setelah bekerja di kantor Citra Jaya. Jura mengajak Sherin untuk jalan-jalan. Pada awalnya ibunya melarang Jura pergi bersama Sherin. Tapi kerena bujukan Jura, akhirnya ibunya membiarkan Sherin pergi.
Jura pergi bersama Sherin menggunakan sepeda motor milik Jura. Hari ini Jura ingin membuat Sherin gembira. Ia mengajak Sherin ke sebuah taman danau buatan. Sherin sangat senang begitu melihat pemandangan yang sangat indah di sekitar danau tersebut.
Jura dan Sherin memarkirkan sepeda motornya di sebuah parkiran yang tidak jauh dari danau. Mereka berjalan kaki menuju pinggiran danau.
"Kak, tempatnya bagus banget" kata Sherin tersenyum lebar.
"Kamu suka?" tanya Jura.
"Suka banget dong Kak" jawab Sherin senang.
Melihat senyum lebar di wajah Sherin membuat Jura bahagia. Selama ini ia belum bisa membahagiakan adiknya.
"Kak, kapan Kakak ngajak kak Rini jalan bareng sama kita?" tanya Sherin mencoba menggoda kakaknya.
"Apaan sih kamu? Rini itu cuma asisten kakak dan kita cuma temen" jawab Jura sambil memasang wajah cemberut.
"Awalnya temen, lama kelamaan jadi demen loh Kak" ejek Sherin.
"Kamu ini yah, jangan buat Kakak malu deh" kata Jura sambil mencubit hidung Sherin.
"Iiih Kakak ini, Sherin pengen cepet-cepet punya kakak ipar tau" kata Sherin.
"Kakak gak mau mikirin istri dulu. Yang pertama kakak harus pikirin itu kamu. Sampe sekarang kakak belum bisa bahagiain kamu" kata Jura.
Suasana yang tadinya penuh canda, sekarang mulai berubah jadi sendu.
"Kakak hari ini hari kita seneng-seneng. Kakak jangan buat suasananya jadi gini dong. Sherin jadi terharu" kata Sherin sambil memeluk kakaknya.
"Oh iya, kita kan lagi seneng-seneng ya. Ayo kita ke tukang gulali itu" ajak Jura untuk mencairkan suasana lagi.
Mereka berdua berjalan dengan senyum yang terus mengembang di wajah mereka berdua.
* * * *
"Kak, kita naik bebek-bebekan yuk" ajak Sherin ketika mereka sudah selesai makan gulali.
"Itu angsa-angsaan Sherin" kata Jura membenarkan.
"Yang penting sama-sama unggas Kak" kata Sherin sambil tertawa.
__ADS_1
Sherin dan Jura berjalan menuju tempat menyewa angsa-angsaan yang akan mereka naiki untuk berkeliling danau. Ketika Jura akan membayar, seseorang melarangnya membayar.
"Saya yang bayar dua orang ini Pak, sekalian saya juga satu" kata pria yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Jura.
"Pak Daniel? Biar saya aja yang bayar" kata Jura merasa tidak enak.
"Saya gak keberatan kok. Tapi jangan panggil saya Pak Daniel, panggil saya nama aja. Lagi pula gak perlu pakai kata 'saya'. Pakai kata 'aku' lebih akrab" kata Daniel sambil tersenyum pada Jura dan Sherin yang sedang berdiri di belakang Jura.
"Sherin, kebetulan banget ya kita bisa ketemu di sini" kata Daniel menyapa Sherin.
"Mas ke sini sendirian?" tanya Sherin.
"Iya, habisnya tadi aku mau ngajak Ralvin dia bilang banyak kerjaan" jawab Daniel.
"Baguslah, kalau dia ke sini aku bakal pulang langsung" kata Sherin.
Jura mengerutkan keningnya, "Kalian udah akrab duluan ya?" tanya Jura pada Daniel dan Sherin.
Sherin dan Daniel hanya tersenyum. Sherin terlalu malu untuk mengatakan bahwa Daniel lah yang lebih dulu ingin lebih akrab dengan nya.
* * * *
Karena sangat asik bermain, mereka tidak sadar bahwa dari pinggir danau ada seseorang yang merekam kegiatan mereka bertiga. Kamera yang dipegang oleh orang itu lebih fokus pada Sherin yang sedang tertawa ria sambil membalas setiap cipratan air yang dicipratkan oleh Jura dan Daniel. Tak seberapa lama orang itu pun pergi secara diam-diam.
"Aduh udah dong Kak, Mas. Nanti baju kita basah kuyup loh" kata Sherin meminta ampun karena terus diserang oleh Jura dan Daniel.
"Ya kalau basah sekalian kita jebur ke air" kata Daniel yang masih tertawa.
"Sherin gak bisa berenang Dan" kata Jura menimpali.
"Oh... Kalau gitu kita harus ke darat dong. Bahaya kalau Sherin di tengah danau begini. Ya walaupun danau buatan tapi ini kan dalem" kata Daniel.
"Iya ayo, lagian aku udah capek" kata Jura sambil menggayuh angsanya menuju tepian danau.
"Ah Kak, Sherin belum mau udahan" kata Sherin sambil memasang wajah seperti anak kecil yang sedang merengek.
Daniel yang melihat tingkah Sherin menjadi sangat gemas. Ternyata Sherin memiliki sisi manja seperti ini. Daniel pun menggayuh angsanya mendekati angsa Sherin.
"Ya udah sini, biar aku ajak kamu main lagi" kata Daniel sambil mengulurkan tangannya.
Wajah Sherin mulai merah merona ketika Daniel mengajaknya duduk di satu angsa yang sama. "Enggak ah Mas. Aku malu" kata Sherin.
__ADS_1
Jura yang sudah sampai di tepi danau lebih dulu hanya tersenyum ketika melihat adiknya sedang didekati oleh Daniel. Jura tahu Daniel adalah orang yang baik. Jikapun Daniel menyukai Sherin, Jura yakin Daniel akan membahagiakan Sherin.
"Ya udah kalau gak mau, berarti kita ke tepi sekarang" kata Daniel lalu mengajak Sherin ke tepi danau.
Sesampainya di tepi danau, Sherin, Daniel dan Jura langsung turun dari angsa yang mereka sewa. Sherin menghembuskan nafas panjang. Akhirnya ia bisa merasakan kegembiraan seperti yang ia rasakan sekarang ini. Jura berjalan mendekati Sherin lalu memberikan sebotol minuman.
"Loh, Mas Daniel gak di kasih minum?" tanya Sherin pada Jura.
"Gak apa-apa kok Rin, aku gak haus" kata Daniel sebelum Jura berbicara.
Karena haus, Sherin langsung meminum minumannya. Setelah dahaganya hilang, ia menghentikan tegukannya. Ketika akan menutup botol minuman, tiba-tiba saja tangan Daniel menyerobot botol yang ada di genggaman Sherin. Ia langsung meneguk minuman dari bekas bibir Sherin. Sherin langsung melotot setelah Daniel selesai minum.
"Kenapa?" tanya Daniel.
"Kok Mas main minum aja sih?" Sherin malah balik bertanya.
"Memangnya kenapa? Kan aku haus" jawan Daniel.
"Memangnya gak bau jigong (bau mulut)?" tanya Sherin dengan polos.
Jura langsung memukul kepala Sherin pelan, "Kamu ini".
Daniel hanya tertawa kecil ketika Sherin mengatakan apa yang ada di pikirannya.
* * * *
Hari sudah sore, Jura memutuskan untuk mengajak Sherin pulang. Mereka telah menghabiskan satu hari yang menyenangkan. Jura berpamitan pada Daniel yang masih meneguk es kelapa muda.
"Kok buru-buru?" tanya Daniel.
"Udah sore, gak bagus kalau perempuan keluar pagi terus pulang malem" jawab Jura.
Daniel tertawa, "Loh kan perginya juga sama kakaknya ini" kata Daniel.
"Iya sih, tapi tetep aku gak mau buat Sherin pulang malem." kata Jura.
"Aku pulang duluan ya" kata Jura lagi.
"Ok, hati-hati. Sherin, hati-hati ya" kata Daniel pada Sherin sambil tersenyum manis.
"Ok" kata Sherin sambil melambaikan tangan.
__ADS_1