9 Permintaan Cinta

9 Permintaan Cinta
mengungkap luka


__ADS_3

flash back on


"aku mencintai mu"


gadis itu tersenyum malu bahkan ia tidak berani mengangkat wajahnya.


"untuk pertama kalinya aku mengatakan aku mencintai seorang perempuan dan ini tulus dari hati ku mai"


maira hanya mengangguk


"aku juga"


prass mengepalkan tangannya seakan sebuah kesuksesan tengah berhasil ia raih. seketika suasana belakang sekolah begitu indah, bunga-bunga yang bermekaran bak musim semi bagi cinta mereka.


"berarti kita"


"pacaran"


sambung maira dengan malu-malu.


"tapi haruskah kita pacaran diam-diam Prass?"


Prass tampak sedang berfikir.


"sepertinya iya. aku takut terasa canggung jika mereka tahu"


"baiklah kita rahasiakan"


Prass mengangguk. tangannya mulai mencari tangan maira dan menggenggamnya erat.


"sejak kapan kamu menyukai ku"


sebuah pertanyaan yang selalu dilontarkan seorang wanita untuk memastikan bukan dia yang jatuh cinta terlebih dahulu. dan saran untuk para pria meskipun kamu baru mencintainya akan lebih baik kamu mengalah dan mengatakan bahwa kamu mencintainya terlebih dahulu. karna itu akan membuatnya merasa berharga dan semakin mencintai mu.


"sudah lama, sejak kamu mengobati luka ku"


maira terdiam dan terlihat kecewa.


"ah ternyata aku lebih dulu menyukainya. padahal aku menyukainya saat ia menggenggam gunting itu"

__ADS_1


batin maira dengan kecewanya. dia melepaskan genggaman Prass dan meninggalkannya begitu saja. Prass bingung tidak tahu apa yang difikirkan maira, sehingga musim semi diwajahnya berubah drastis menjadi musim dingin.


selama satu tahun kisah cinta mereka berlalu dengan manisnya, sampai akhirnya maira meninggalkan sekolah dan meninggalkan Prass. tanpa ada sedikitpun aba-aba maira pergi begitu saja dan tidak ada kabar.


bahkan para sahabatnya tidak ada yang tahu maira pergi kemana kecuali Zia.


flash back off


********


ini bukan kali pertama mereka bertemu tapi ini kali pertama mereka saling berhadapan. untuk sekian tahun debaran diantara mereka masih saja sama.


maira berusaha setenang mungkin dan fokus membersihkan luka Prass. lukanya lebar dan harus dijahit agar tida menganga. darahnya cukup banyak sehingga memenuhi lengan baju Prass. darah di baju dan ditangannya sudah mengering menandakan lukanya sudah lama di biarkan.


"perkenalkan nama saya Prasetyo sus"


maira masih terdiam, entah lelucon apa yang berusaha dibuat oleh Prass namun tidak berhasil membuat maira meliriknya.


"aku selalu jatuh cinta setiap kali kamu membersihkan luka ku seperti ini. aku...aaaa aww"


maira sengaja menekan luka razik sedikit agar dia berhenti berbicara yang aneh-aneh.


"istri?"


Pras sedikit bingung, saat mengingat Naila ia mulai paham kalau maira salah paham.


"saya belum menikah sus. tenang saja kalau saya menikah saya akan mengundang suster"


maira tahu jika Prass memang belum menikah, dia hanya ingin sedikit memojokkan Prass.


"saya sudah selesai membalut luka anda. usahakan untuk membersihkannya sekali sehari agar tidak infeksi. saya permisi"


"eh tunggu"


maira mengabaikan Prass dan berlalu begitu saja. meskipun begitu dia masih mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Prass.


"aahhh kita memang ahli menjadi orang asing, terutama kamu mai. itu keahlian mu yang sangat menyakitkan untuk ku"


*******

__ADS_1


"zik mari kita batalkan dan kita akhiri saja semuanya"


razik terdiam mendengar ungkapan Zia, untuk pertama kalinya Zia seakan menyerah dengan pernikahan mereka.


"aku tidak ingin suami ku dikenal dengan pacar orang lain dan aku dicap sebagai perebut kebahagiaan orang lain"


meski sulit untuk memahaminya tapi razik tau Zia sekarang tengah lelah.


"dan lihat kamu tidak pernah bisa lepas darinya"


razik membiarkan Zia untuk mengeluarkan semua uneg-uneg nya.


"orang-orang tidak pernah tau kita sudah menikah, mungkin akan lebih baik kita mengakhirinya juga sebelum orang lain mengetahuinya. dan itu akan lebih mudah untuk mu menjalin hubungan baru dengan wanita lain"


razik menarik nafasnya dalam-dalam, terasa pilu dihatinya mendengar kesedihan Zia. dia sakit saat menyadari air mata Zia mengalir karna sikap pecundangnya.


razik pindah duduk kesamping Zia dan menggenggam tangan Zia dengan lembut.


"akhir-akhir ini aku begitu risih dengan sebutan pacar Syifa, entah kenapa dan sejak kapan aku tidak menyukai sebutan itu. karna itu aku ingin mengadakan resepsi pernikahan kita. aku fikir dengan begitu aku bisa dengan bangganya menyubut diri ku sebagai suami Zia. dan orang-orang juga akan memanggil ku dengan suami Zia, tanpa memikirkan beban yang mungkin akan kamu tanggung. maaf aku hanya memikirkan diri ku"


kini dia mengalihkan pandangannya ke razik, dia melihat razik begitu tulus malam ini.


"ya aku memang pengecut, entah apa yang membuat ku begitu sulit untuk melepaskannya dan terus terikat dengannya. tadi aku makan malam dengan teman-teman, mereka bilang untuk merayakan ulang tahun ku dan aku bukannya tidak tau Syifa disana hanya saja kamu yang mengabaikan ku membuat ku frustasi dan ingin mencari pelampiasan. setelah acaranya selesai mereka berempat meminta ku untuk mengantar mereka ke bandara karena masih ada penerbangan yang harus dikejar."


razik menatap mata Syifa yang sayu.


" sebelum kecelakaan itu terjadi, Syifa melepaskan sabuk pengamannya untuk memasang sabuk pengaman ku, karna aku lupa memasangnya. aku hilang fokus sehingga menabrak sebuah pohon karna itu Syifa terluka cukup parah. aku berfikir itu salah ku, karna itu aku panik dan dengan bodohnya aku malah membawanya kerumah sakit ini tanpa memikirkan hati mu"


hati Zia mulai terobati dengan semua penjelasan razik.


"aku minta maaf karena terus membuat mu terluka dan mulai hari ini aku berjanji akan mendahulukan perasan mu zi. dan saat Syifa pulih aku akan memutuskan hubungan ku dengan nya setelah itu selesai kita akan membahas tentang resepsi pernikahan kita lagi"


razik menyeka air mata Zia.


"istirahatlah, jangan terlalu memaksakan diri. kabari aku jika ingin pulang, aku akan menjemput mu"


kini tatapan tajam Zia telah berubah menjadi sendu.


"aku pulang dulu"

__ADS_1


razik mencium kening Syifa dengan penuh cinta.


__ADS_2