9 Permintaan Cinta

9 Permintaan Cinta
ada yang tersembunyi


__ADS_3

memang benar kehidupan itu berputar seperti roda, bahagia mu saat ini akan menjadi sembilu untuk mengoreskan luka nantinya dan luka mu saat ini untuk memberi arti agar bahagia lebih bermakna. tidak ada yang percuma, setiap fase kehidupan punya peran dan artinya tersendiri. seperti yang dirasakan Zia saat ini. Dulu Razik selalu menorehkan luka dihatinya, bahkan setiap ia pulang bekerja sesak di dadanya kian bertambah. melihat foto pernikahan mereka yang terpampang begitu jelas di ruang tamu membuatnya bertanya.


"sampai kapan kita akan seperti ini? kapan hari bahagia itu akan hadir atau mungkinkah tidak ada kesempatan untuk pernikahan kita?"


Zia begitu menantikan hari bahagia itu seperti hari ini. Hari ini dia menatap foto itu lagi tapi dengan hati yang berbeda. dengan penuh cinta dan kebahagiaan yang terus menyeruak di dada, hingga tanpa ia sadari ia air matanya jatuh.


Zia sadar dari lamunannya saat sebuah tangan mengusap pipinya lembut.


"mas...."


"ada apa dengan air mata ini?"


Zia menggeleng dan menyenderkan kepalanya pada dada bidang Razik.


"tidak ada, aku hanya bahagia"


kata-kata Zia menyengat hati Razik. dia bisa memahami rasa bahagia penuh haru yang dirasakan Zia saat ini. Razik kembali terbayang semua kesalahannya dan pasti Zia sudah banyak terluka karenanya. RaziK memeluk erat Zia dan mencium puncak kepala Zia dengan penuh penyesalan.


"maafkan aku, sungguh aku minta maaf. aku Jani akan belajar menjadi suami yang baik untuk mu sayang"


Zia mengangkat kepalanya sehingga mampu melihat wajah penyesalan Razik.


"jangan meminta maaf lagi. dari kemaren kamu sudah meminta maaf kepada ku. aku tidak ingin lagi menyalahkan siapapun. saat ini aku hanya ingin bahagia bersama mu"

__ADS_1


Razik tersenyum hangat.


"I LOVE You"


ucap Razik dengan tangkas. kemudian merentangkan tangannya lagi, berharap Zia menghambur kedalam pelukannya. Zia yang melihat itu tersipu malu tapi masih saja ingin mempermainkan Razik. Zia menggeleng dan berbalik dan tentu saja Razik tidak bisa terima dijahili oleh Zia. sebelum Zia semakin menjauh Razik segera menggenggam erat tangan Zia kemudian menariknya kedalam pelukannya.


Zia begitu terkejut saat Razik melakukan itu, untungnya Razik menangkapnya dengan baik dan kini Zia mendarat tepat di dalam pelukannya. dia memeluk Zia begitu erat. mau tidak mau Zia hanya bisa menikmati kehangatan pelukan suaminya itu.


"aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi lagi"


"meskipun aku menyakiti mu"


"ya, meskipun kamu menyakiti ku, kecuali...."


"kecuali kamu merasa tersakiti oleh ku dan kamu ingin menyerah. seperti permintaan mu pada ku, aku juga ingin meminta sesuatu"


"apa mas?"


"katakan pada ku saat kamu ingin menyerah dengan pernikahan kita"


Zia merasa sesak mendengar ucapan Razik, dia bahkan tidak tahu siapa yang akan lebih tersakiti nantinya dan seperti apa pernikahan mereka kedepannya. bagi Zia seperti apapun pernikahan mereka, yang pasti mereka berdua akan saling tersakiti karna cinta mulai mengikat keduanya.


Zia mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada bidang razik.

__ADS_1


...*************...


waktu yang berlalu tidak bisa di putar kembali, hanya bisa menikmati moment dan mengambil hikmah dari setiap yang terjadi. karna itu Razik hanya mampu belajar untuk terus menjadi suami yang baik bagi Zia.


mungkin dia tidak bisa membuat Zia lupa dengan rasa sakit yang pernah dia torehkan tapi ia ingin menggantikan luka itu dengan kebahagiaan.


sudah 3 bulan berlalu, Razik terus berusaha menjadi suami yang sweet untuk Zia. sering memasak untuk Zia, selalu membantu Zia membersihkan rumah ataupun pergi belanja bulanan, tidak lupa menyempatkan waktu untuk mengajaknya jalan-jalan. bahkan dia juga selalu memberikan suprise untuk Zia.


ya tidak bisa dipungkiri Zia sangat bahagia dengan semua yang dilakukan Razik. seketika dia merasa istimewa saat berada di samping Razik.


seperti pagi ini saat Zia membuka matanya dia tidak dapat menemukan wajah yang selalu dia rindukan bahkan dalam mimpi. sebuah surat mewakili jawaban dari pencariannya. Zia mengambil surat yang terletak di atas meja di samping tempat tidur.


"pagi sayang, maaf mas duluan pergi kerja karna ada penerbangan subuh ini. jangan lupa makan ya, mas udah masak dengan penuh cinta Lo"


salam sayang


suami Zia.


Hati Zia menghangat seketika. sehangat bubur yang telah disajikan Razik di atas meja makan. akhir-akhir ini Zia mudah sakit, karna itu Razik memperlakukannya dengan manja.


Zia bukannya tidak tahu kenapa kondisinya begitu lemah, hanya saja dia ingin menutupinya dari Razik.


"maafkan aku mas, aku takut kamu terlalu kalut jika tahu tentang kenyataan ini. biarkan waktu yang menjelaskan semuanya"

__ADS_1


__ADS_2