
Cemburu, katanya itu bentuk nyata dari sebuah cinta. lalu kenapa selalu ada pertengkaran karna rasa cemburu?
dan bahkan ada yang sampai berpisah hanya karna rasa cemburu, juga ada yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi rasa cemburunya.
seperti Syifa yang juga ingin melakukan segala cara untuk memuaskan rasa cemburunya. Melihat Zia dan Razik bermesraan di parkiran membuat hatinya panas. Razik bahkan melihatnya tapi dengan teganya dia berbalik dan memeluk Zia dihadapannya.
"kamu sengaja memamerkan kemesraan mu dihadapan ku kan?"
batin Syifa terus menggerutu.
"sepertinya tidak ada jalan lain, aku terpaksa menggunakan nya. kamu yang memaksa ku melakukan semua itu Razik. dan maaf Bestie aku harus melukai mu, tapi jika memang cinta kalian tulus, aku rasa kalian tidak akan berpisah semudah itu"
Syifa menyeringai seram.
"anggap saja ini ujian cinta untuk kalian berdua"
Syifa terperanjat kaget saat Prass menepuk bahunya.
"hai kapten"
"hai, kita mengudara di pesawat yang sama kan hari ini?"
sepertinya Prass memiliki hati yang cerah hari ini.
"sepertinya begitu"
Pras mengangguk dan tersenyum penuh semangat, begitupun Syifa. namun semangat mereka berdua berada di jalur yang berbeda.
...*************...
sudah dua hari ini Syifa mengakali agar bisa berbicara berdua dengan Razik tapi Razik tidak pernah mengindahkannya, bahkan ia selalu menghindari Syifa semampunya, seperti hari ini.
Hari ini seharusnya Syifa dan Razik satu penerbangan tapi lagi dan lagi Razik menghindarinya dan meminta orang lain untuk menggantikannya.
"oke jika memang aku tidak bisa mencari mu, maka aku akan membuat mu mencari ku"
Syifa menggenggam erat ponsel di tangannya, seakan rasa geramnya mengalir di tangannya.
tidak berapa lama setelah Vidio yang dia kirim bercentang biru, balasan dari Razik akhirnya masuk ke obrolannya.
my love: apa yang kamu inginkan?
^^^aku ingin bertemu dengan mu, aku merindukan mu sayang^^^
__ADS_1
my love: kamu dimana?
^^^seperti biasa aku masih di bandara^^^
my love: tunggu aku mendarat, aku akan menemui mu
^^^oke, aku tunggu di parkiran. di mobil mu^^^
Syifa tersenyum puas, seperti yang dia inginkan kali ini Razik yang akan mencarinya.
Cukup lama Syifa menunggu, setelah matahari terbenam akhirnya Razik menemuinya di dalam mobilnya. Mobil yang Razik tinggalkan di bandara kemaren sengaja dibawa pulang oleh Syifa. dia fikir Razik akan menemuinya untuk meminta mobil itu kembali tapi sayang yang dia inginkan tidak terjadi, justru itu hanya membuat Razik semakin melekat pada Zia. Tapi kali ini semesta berpihak padanya, meski wajah Razik begitu tegang yang trpenting bagi Razik benar-benar menemuinya.
"apa maksud mu dengan mengirimkan ini pada ku"
"ayolah sayang jangan terlalu tegang, peluk aku dulu. kamu tidak merindukan ku?"
Syifa merentangkan tangannya siap menyambut Razik di dalam pelukannya , namun Razik segera menepisnya.
"ya aku khilaf tapi kita tidak pernah melakukan hal terkutuk itu"
Syifa tersenyum, ekspresinya begitu santai seakan-akan ini bukanlah masalah untuknya.
"masa sih, coba deh kamu ingat-ingat lagi. kita pernah melakukannya"
"tidak, aku tidak pernah melakukan nya, bahkan tragedi di dalam Vidio ini juga rancangan mu. kamu sengaja memasukkan obat perangsang di dalam minuman ku, sehingga aku terpancing"
"oops aku ketahuan"
emosi Razik semakin naik saat melihat ekspresi Sifa. ia merasa tidak akan ada gunanya berbicara dengan Syifa tentang ini. Karna itu Razik lebih memilih untuk keluar dan meninggalkan Razik, tapi Syifa tidak akan membiarkan Razik lepas begitu saja. dia ikut keluar dan berusaha mengikuti Razik.
"Razik aku belum selesai bicara"
"percuma aku berbicara dengan mu"
"dengarkan aku dulu"
Razik mengabaikan Syifa
"aku akan mengirimkan Vidio ini kepada Zia"
langkah Razik terhenti dan berbalik lagi mendekati Syifa.
"dan lihat seperti apa reaksinya"
__ADS_1
Razik tersenyum
"coba saja, aku juga ingin tahu seperti apa reaksinya karna saat itu dia tahu betul aku datang menghampirinya dan kami tahu saat itulah malam pertama kami terjadi"
Syifa memanas mendengar kalimat Razik, bukan ini yang dia inginkan.
"kamu tidak akan pernah tahu bagaimana hati perempuan"
"aku akan tahu nanti"
"lalu bagaimana dengan hati ummi, Abi?"
membuat wajah Razik yang menegang membuat Syifa merasa menang satu langkah, kini dia tahu dimana kelemahan Razik.
"bayangkan jika aku memposting Vidio ini?"
kini tatapan Razik semakin tajam.
"wah aku rasa Vidio ini akan viral seketika. bukan hanya itu, kamu juga akan terkenal. anak seorang kiai yang memimpin sebuah pondok pesantren melakukan perzinaan. oh ya dan pondok pesantren Abi akan di datangi banyak reporter. gimana ya nasib pondok pesantrennya? kira-kira orang-orang masih mau ngak ya menitipkan anaknya disana? lalu...."
"CUKUP......"
Syifa terperanjat kaget saat Razik meneriakinya. namun semangatnya Dia tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Razik.
"apa sebenarnya yang kamu inginkan?"
ya inilah yang dia tunggu-tunggu, Syifa mendekati Razik, merapikan kemeja Razik yang telah rapi dan berbicara dengan nada menggodanya.
"aku hanya ingin cinta ku kembali"
Razik menatap Syifa. melihat kerutan di kening Razik dia paham Razik butuh penjelasan.
"aku ingin kamu menikahi ku"
Tentu hati Razik akan berontak, tidak sedikitpun dia berniat untuk meninggalkan Zia.
"maka lakukanlah apapun yang ingin kamu lakukan"
setelah meninggalkan tatapan tajamnya, Razik meninggalkan Syifa dan membawa mobilnya melaju menelusuri area parkiran.
"oke, aku akan lakukan apa yang ingin aku lakukan"
Syifa mengambil ponselnya dan mengikuti perintah Razik
__ADS_1