Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
102. Santi Menikah


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Wisuda udah dilaksanakan 2 Minggu yang lalu, dan berjalan lancar. Sesuai rencana keluarga Santi, pernikahan dilaksanakan 2 minggu setelah wisuda berlangsung. Walaupun kejadian pas lamaran tentang surat itu masih jadi


pikiran Santi. Tapi Santi berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dipilih saat ini adalah yang terbaik dari semua hal, walau mungkin ada hati yang terluka atas keputusan ini.


Tibalah hari di mana Santi akan menikah, hari ini Insya Allah Santi akan melaksanakan akad nikah dan resepsi. Ditemenin sama sahabatnya Lase, Tila dan Widi, mereka bertiga nginap di rumah Santi dari kemarin. Santi sangat senang ketiga sahabatnya itu mau menemaninya di acara  akad nikah hari ini. ‘San, kue pengantinnya bagus banget ih siapa yang bikin kuenya San?” tanya Tila setelah dia ingat tadi di ruang tamu ada kue pengantin yang besar. “kayaknya ada yang pengen kue nih,” saut Widi melirik Tila. “Yeh memang kenapa Wid, kan aku cuma nanya, memang ada yang larang, wlee..” ucap Tila sambil menjulurkan lidahnya ke Widi. “Udah ah kenapa jadi pada ribut sih,” ujar Lase menengahi.

__ADS_1


“Ouh kue pengantin, itu yang bikin mamah La, kenapa kamu mau?” jawab Santi. “Waah yang bener mamah yang bikin? Mau mau mau, nanti aku bikinin yang kayak gitu ya..” cerocos Tila sambil memasang wajah imut. “Hehehe, kalau itu kamu bilang sama mamah saja sendiri,” tutur Santi sambil tersenyum. “Yeey asyik, okeh nanti aku bilang sama mamahmu abis acara hari ini selesai deh San,” ucap Tila antusias. “Hadeuuh La, calon suami saja belum punya udah minta dibikinin kue pengantin sama mamahnya Santi,” celetuk Lase menggoda Tila. “Yee biarin saja yang penting kan udah pesan sama mamah, kalau urusan calon mah belakangan hihihi..” cerocos Tila sambil tertawa geli. Mereka pun semua tertawa mendengar apa yang dikatakan Tila.


“Terima kasih ya teman-teman, kalian mau menemani hari terpenting dalam hidupku, semoga saja acara akad hari ini berjalan lancar, kalian memang sahabat terbaikku,” ujar Santi dengan senyum khasnya. “Kehadiran kalian sangatlah berarti buatku,” mata Santi terlihat berkaca-kaca. “Ya San, sama-sama. Kita semua udah bersahabat dari kita SMA jadi sepatutnya kalau salah satu dari kita butuh dukungan pasti akan kita dukung,” ucap Widi sambil memegang tangan Santi. “Iya betul San apa yang dikatakan Widi, nanti juga kalau aku yang akan menikah, kalian mau kan menemani aku,” ujar Tila. “Memangnya kamu udah ada calon ya La?” tanya Lase pura-pura gak paham apa yang di maksud Tila. “Las, udah jangan ngeledek Tila nanti repot kalau Tila udah merajuk dan ngambek,” celoteh Widi dan semua pun tertawa.


Mereka pun bersiap memakai  baju yang dibuat oleh Santi, untuk menjadi penerima tamu di acara resepsi hari ini. Widi, Lase dan Tila pun langsung menuju kamar yang berada di sebelah kamarnya Santi. Mereka ganti baju di kamar tamu, yang semalem mereka tempatin buat tidur. ”Gak nyangka ya, malah Santi yang duluan nikah diantara kita berempat,” ucap Widi pada kedua sahabatnya itu. “Iya Wid, jodoh siapa yang tau, kita doakan saja semoga ini yang terbaik tuk Santi,” tutur Lase sambil memakai kerudungnya. “Aamiin Aamiin Ya Allah!!” Widi mengamini apa yang dikatakan Lase. “Diantara kita bertiga kira-kira siapa yang akan nyusul nikah yaa,” celetuk Tila melihat ke arah kedua temannya. “Gak tau lah La,  yang terpenting kita akan selalu seperti ini selalu mendukung satu sama lain, betul gak?” tutur Widi sambil memeluk kedua sahabatnya itu. “Iyaa betul, aku sayang kalian,” ucap Tila. Dan mereka bertiga pun berpelukan.


Santi pun udah masuk ke kamar untuk dirias, karena perias pengantin nya udah datang dari sejam yang lalu. Widi, Lase dan Tila setelah mereka selesai ganti baju, mereka menyusul ke kamar Santi. Setelah mereka berada di kamar Santi, di sana Santi udah ganti baju dengan baju pengantin dan sedang dirias. “Wah San, baju pengantinnya bagus banget, aah jadi pengen nikah juga ih,” cerocos Tila sambil membayangkan dia yang memakai baju pengantin itu. “Pagi-pagi jangan ngelamun neng, bangun-bangun dah siang hihihi..” saut Lase yang tertawa geli mendengar celotehan Tila. “Iya nih, lagian juga kamu nanya Santi, mana bisa jawab, orang lagi dirias gitu La,” ucap Widi terkekeh geli.

__ADS_1


Rombongan calon mempelai pria udah datang 15 menit yang lalu. Dan sekarang udah menunjukkan jam 9, acara  pun dimulai. Karena akad nikahnya dilaksanakan di mesjid, maka setelah acara penerimaan calon mempelai pria, yang dilakukan di rumah Santi selesai, mereka menuju mesjid untuk melaksanakan akad nikah. Semua keluarga dan para tamu sudah berkumpul di dalam mesjid. Begitu pula dengan Santi, dia ditemani Widi dan Lase di dalam kamar yang terdapat dalam mesjid. Sedangkan Tila dan keponakan Santi, udah duduk manis di meja tamu. “Aku


tegang sekali Wid, mudah-mudahan ijab kobulnya lancar ya,” tutur Santi sambil menengadahkan kedua tangannya. “Aamiin San,” saut Widi dan lase bersamaan.


Terdengar suara pak penghulu memulai acara akad nikah, dan Pak Kuswandi menjabat tangan Hidayat calon suaminya Santi. Dan tak lama kemudian terdengarlah kata “Sah sah sah”. Itu berarti hari ini Santi resmi dengan status barunya menjadi nyonya Hidayat. “Alhamdulillah..” ucap Santi lega setelah mendengarkan ijab kobul yang di ucapkan oleh Hidayat. Santi pun keluar dari kamar yang ada di dalam mesjid ditemani oleh Widi dan Lase, dan disandingkan duduk dengan Hidayat, yang sekarang udah menyandang status baru sebagai suami Santi.


# # #

__ADS_1


Alhamdulillah acara akad nikah dan resepsinya lancar, begitupun teman-teman Santi yang diundang semuanya datang mengucapkan selamat. Hanya Jaswari yang gak ada, dia tak datang. Santi sebenarnya sedih Jaswari gak datang, tapi Santi memakluminya. Santi tau alasannya kenapa Jaswari gak datang ke pernikahannya. Ibunya Firman menceritakan semuanya kepada Santi. Padahal Santi berharap bertemu dan sekalian pamit juga minta maaf sama Jaswari karena permintaan dia dalam surat itu, tak bisa Santi kabulkan. Dikarenakan surat Jaswari sampe ke tangan Santi terlambat, jadi Santi tak bisa berbuat apa-apa. Mudah-mudahan saja Jaswari gak marah ama Santi. “Tadi Sugeng bilang kalau Jaswari gak bisa datang karena ada acara di kampusnya.” Santi bergumam sendiri. “Tapi aku tau Jas, itu cuma alasan kamu untuk menghindar ketemu sama aku, pasti kamu tak mau datang ke sini, ” Ucap Santi lirih. “Ya Allah....semoga saja semuanya baik-baik saja, dan Jaswari gak marah sama aku..!” kata Santi dalam hati. “Semoga suatu saat kami berdua bisa bertemu dan meluruskan semua ini sampai tuntas.” doa Santi dalam hati.


Bersambung......


__ADS_2