
"Nur, kami pulang dulu ya, makasih nih untuk hari ini," ucap Jaswari. "Assalamu'alaikum...kami pulang ya Nur," pamit mereka bertiga. "Waalaikumussalam.." jawab Nurul. Mereka pun langsung naik angkot.
Jaswari, Sugeng dan Uus udah berada di dalam angkot. Mereka akhirnya pulang setelah menunggu Jaswari datang dari rumah Santi. "Jas, aku tuh gak percaya kamu tadi cuma ngobrol di jalan doang sama Santi," selidik Uus. "Iya Jas, ayolah cerita jangan bikin penasaran kayak gini," saut Sugeng. "Hadeuuh kalian ini ya, besoklah ceritanya, lagian kepo banget sih kalian dari tadi," elak Jaswari. "Ck, gak asik kamu mah Jas, giliran tadi sore ngajakin ke sini maksa-maksa aku gitu, sekarang giliran kita kepo kamu kayaknya cuekin kita nih," ucap Sugeng merajuk. Jaswari pun gak tega melihat temannya yang sedang dalam kekepoan yang tinggi.
"Ya udah aku cerita tapi gak di angkot juga kali, nanti yah di rumah Sugeng aja," akhirnya Jaswari pun pasrah. "Yah Jas, kok di rumah Sugeng sih, aku gak tau dong kalau kamu ceritanya di rumah Sugeng, di sini aja ya, soalnya aku mau pulang langsung nih," tutur Uus. "Yaelah Us, udah mampir aja dulu kenapa bentar, lagian kan gak lama ini," pinta Sugeng. "Ya udah deh aku mampir deh, demi kamu nih ya Jas, tapi nanti anterin aku pulang ya," tutur Uus. "Iya bawel," jawab Sugeng. "Dih, kenapa demi aku, kalian aja yang pada lebay dan kepo urusan aku sama Santi," cibir Jaswari.
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di rumah Sugeng. Dan langsung masuk ke dalam rumah. "Assalamu'alaikum...." salam mereka bertiga. "Waalaikumussalam..." jawab Bu Rosida ibunya Sugeng. "Kamu kok baru pulang sih Geng?" tanya Bu Rosida. "Iya Bu, maaf tadi ada tugas yang harus diselesaikan dulu, jadi agak lama di sananya," ucap Sugeng bohong.
Gak mungkin juga Sugeng bilang kalau mereka keluar karena urusan cinta. Ya ngurusin cinta temennya yang sedikit bikin orang dari tadi penasaran dan kepo. "Ya udah kalau gitu kalian makan dulu gih, baru lanjutin tugasnya kalau belum selesai," saut Bu Rosida.
"Aku pulang dulu aja ya Geng, mau mandi dan ganti baju dulu nih udah gerah banget," ucap Jaswari. "Ya udah tapi jangan lama-lama yah," saut Sugeng. Jaswari pun mengangguk setuju dan pamit ke Bu Rosida. "Kamu gak makan dulu Jas?" ucap Bu Rosida. "Gak ah, mau mandi dulu udah gerah soalnya, nanti ke sini lagi kok Bu," tutur Jaswari. "Ouh ya udah kalau gitu," ucap Bu Rosida mengiyakan. Jaswari pun pulang ke rumahnya untuk mandi dan ganti baju dulu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Sugeng dan Uus pun udah selesai makan dan udah pada mandi dan ganti baju juga. "Aku jadi ikut mandi di rumahmu Geng, saking keponya masalah Jaswari," ucap Uus geleng-geleng kepala. "Hehee iya gak apa-apa nyantai aja Us, bukan kamu aja yang kepo tapi aku juga Us," saut Sugeng. Mereka pun terkekeh geli.
"Kemana nih Jaswari kok belum dateng juga," celetuk Uus. "Bentar lagi kali Us, sabaaaarr," saut Sugeng. "Habis tuh anak dari tadi bikin penasaran aja kerjaannya," ucap Uus geregetan. "Hehee dimaklum aja Us, namanya juga orang lagi jatuh cinta Us," saut Sugeng.
Tak berapa lama, orang yang dibicarakan pun nongol dengan wajah berseri-seri. "Ck, beda yah kalau orang yang lagi jatuh cinta bawaannya happy teruuuus," sindir Uus. "Salamnya mana Jas, main nyelonong aja!" tegur Sugeng. "Hehee lupa maaf, Assalamu'alaikum.." ucap Jaswari nyengir. "Waalaikumussalam...nah gitu dong," jawab mereka berdua.
"Wajah kalian kok di tekuk gitu sih, memang udah dari tadi ya nungguin?" tanya Jaswari peka melihat wajah kedua temannya itu yang udah bete. "Udah tau pake nanya segala lagi nih orang," gerutu Uus. "Hehee, ngambek niyee..." goda Jaswari. "Udah, katanya mau cerita nih, ayo cepat mulai ceritanya Jas," ucap Sugeng udah gak sabaran.
Sugeng dan Uus saling berpandangan gak percaya dengan apa yang mereka dengar. Teman mereka yang pemalu ini, bisa juga bilang cinta sama orang yang dia sukai yaitu Santi. "Yang bener Jas, jangan bercanda kamu," ucap Sugeng gak percaya. "Iya Jas, kamu jangan ngarang cerita kalau kamu abis nembak Santi," saut Uus sama gak percaya seperti Sugeng. "Iya bener, masa aku bohong sih," jawab Jaswari santai. "Terus, terus gimana jawaban Santi Jas," kepo Uus.
"Sabar kenapa Us, buru-buru amat sih," saut Jaswari masih jawab dengan santai. "Aku mau minum dulu haus nih," ucap Jaswari sengaja dilama-lamain. Sugeng dan Uus sebenarnya udah sangat ingin tau tapi mau gimana lagi temannya itu memang lagi mempermainkannya, jadi pasrah aja.
__ADS_1
Setelah minum Jaswari lalu melanjutkan ceritanya. "Tadi pas aku jujur tentang perasaanku, jawaban Santi bahwa dia juga suka sama aku," saut Jaswari senyum-senyum sendiri. "Wiih kalian jadian dong alias pacaran," goda Sugeng. Jaswari spontan geleng-geleng kepala.
Melihat Jaswari geleng-geleng kepala, mereka berdua gak ngerti dan bingung. "Gimana sih maksudnya Jas, aku jadi gak ngerti," ucap Uus bingung. Jaswari membenarkan posisi duduknya sebentar, lalu lanjutin bicaranya sama mereka. "Gini, jadi tadi Santi bilang ke aku, walaupun kita berdua saling suka, tapi dia gak mau kalau kita pacaran," tutur Jaswari menjeda dulu bicaranya untuk ngambil nafas. "Kata Santi, bukan menolak tapi memang dia ingin fokus dulu sekolah dan lagi dalam Islam kan gak ada tuh acara pacar-pacaran, gitu katanya," tutur Jaswari lagi mengakhiri penjelasannya.
"Kamu gak marah Jas, Santi ngomong seperti itu?" selidik Sugeng. "Awalnya sih aku kecewa tapi aku pikir-pikir lagi, ada benarnya apa yang diucapkan Santi, jadi aku menerima keputusan dia," saut Jaswari. "Terus nasib status kamu sama Santi gimana?" tanya Uus yang masih bingung. "Ya gak gimana-gimana Us, seperti biasa aja, mungkin kalau aku ibaratkan mah, teman rasa pacar," jawab Jaswari tertawa geli.
"Walaupun Santi gak mau pacaran, bukan berarti semuanya berakhir Us, aku kan masih bisa ketemu dia, main ke rumahnya, ya anggap aja ngapel hehehe..," ucap Jaswari tertawa lagi. "Iya juga sih ya, aku dukung deh Jas, jangan patah semangat," saut Sugeng. "Iya makasih atas dukungan dari kalian berdua," jawab Jaswari sambil menepuk bahu Sugeng dan Uus.
"Tadi pas sampe rumah Santi, memang gak ada siapa-siapa Jas?" tanya Uus penasaran. "Gak ada Us, kebetulan lagi pada keluar, ada sih ibunya tapi tadi lagi sibuk di dapur kata Santi, jadi gak sempet ketemu," tutur Jaswari. "Kamu tadi deg-degan gak Jas, pas bilangnya?" tanya Sugeng gantian. "Dikit sih, tapi karena aku juga udah gak bisa nahan perasaanku, akhirnya keluar juga apa yang ada di dalam sini," ucap Jaswari sambil nunjuk ke dadanya.
"Jadi teman kita resmi jadi pria sejati dong nih," ledek Uus. "Dih, kamu mah memangnya juga dari kemarin sirik aja sama aku," cibir Jaswari tapi lepas itu tertawa geli. "Ya udah lah, sekarang mah mending diantara kalian ada yang nganterin aku pulang," pinta Uus. "Ouh ya, hayu aku aja yang nganter pake motor," jawab Sugeng. "oke kalau gitu aku juga mau pulang, besok kita ketemu lagi di sekolah, Assalamu'alaikum..." pamit Jaswari pergi.
__ADS_1
bersambung.....