Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
18. MOS vs Pesantren Kilat (2)


__ADS_3

Flashback on


Santi, Tila dan Lase lalu membuka kertas yang bertulis kakak kelasnya. Dan ternyata isi nama yang ada di kertas mereka bertiga adalah sama persis. Ada 5 nama, Kak Lukman, Kak Desti, Kak Sukma, Kak Jenny dan Kak Ganjar. "Wooow bisa sama gini ya, aah senengnya berarti setelah ini kita cari tau dimana mereka," saut Lase. "Iya Las bener....ayoo kita cari ke perpus dulu yuk" ajak Santi. "Ayoo...let's go.." ucap Lase dan Tila.


Mereka pun menuju ke perpus, tapi dipertengahan jalan Tila kebelet pipis akhirnya mereka pun ke toilet dulu. "Bentar ya sebentar kok," kata Tila sambil masuk ke toilet. Setelah selesai pipis, pas Tila keluar dari kamar toilet, dia ketemu ama teman barunya Erma. "Eh kamu Er, kamu udah minta tanda tangannya?" tanya Tila. "Belum La, baru satu nih lagi mau ngelanjutin, tadi aku abis minta tanda tangan ke Kak Lukman dan Kak Sukma," saut Erma.


"Ouh ya, emang dimana mereka sekarang?" tanya Tila gak menyia-nyiakan kesempatan ini. "Tadi sih mereka di ruang OSIS," jawab Erma. "Ouh iya makasih Er, aku duluan ya udah ditungguin ama temen sekelompok aku," ucap Tila. Dan mereka pun keluar bersama dari toilet dan berpisah disana.


flashback off


Tanpa sengaja Santi menangkap sosok yang mereka cari saat ini. "La, Las itu Kak Lukman ama Kak Sukma tuh lagi ngobrol, ayo cepetan kesana ntar keburu pergi dari sini," kata Santi girang. "Waah iya San, bener ayoo...." ucap Tila sambil menggamit tangan kedua temannya. mereka pun menuju ke arak Kak Lukman dan Kak Sukma berada. setelah sampai disana.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum kak...kami bertiga mau minta tanda tangan kakak berdua," ucap Santi memberanikan diri. "Waalaikumussalam... boleh, tapi sebelum kakak kasih tanda tangannya kalian sebutkan nama kami dulu dan kalian bertiga nanti nyanyi potong bebek bareng dan vokalnya diganti 'i' semua," tutur Kak Sukma langsung ngasih tantangan pada kami semua. "Baik Kak," saut Santi Tila dan Lase kompak. "Nih Kak Lukman yang pake jaket dan Nih Kak Sukma yang pake baju PDH," ucap Santi. "Wah ternyata kamu ingatannya bagus ya, kenal kami dalam satu kali liat," puji Kak Lukman.


Dan setelah itu Santi Tila dan Lase pun bernyanyi sesuai yang diminta oleh Kak Lukman dan Kak Sukma. Setelah selesai menyanyi, tanda tangan pun diberikan kepada mereka bertiga.


...# # #...


Karena Uus belum sholat dhuhur, dia pun bergegas menuju mesjid setelah menyimpan belanjaannya di lemari asrama. Dia pun pamit ke Jaswari ama Sugeng yang sedang rebahan di kasurnya. “Jas, Geng, aku ke mesjid dulu ya mau sholat,” ucap Uus sambil buru-buru keluar. “Iya Us, awas jangan buru-buru gitu jalannya, ntar nyungsep aja dijalan,” kata Sugeng ketawa melihat Uus yang jalannya buru-buru gitu. Akhirnya setelah setengah berlari, Uus sampe juga di mesjid. Dia langsung ke kamar mandi untuk ngambil air wudhu. Setelah beberapa saat dia pun menuju ke dalam mesjid, disana dia melihat Heri yang juga sedang sholat. Uus pun sholat di samping Heri, dan bermakmum pada Heri. Dan kebetulan Heri pun baru memulai sholat rakaat pertama.


“Kamu tadi kemana Her, abis kita beli makanan, kamu kok lari keburu-buru gitu sih,” tanya Uus. “Heheehe, aku kebelet jdi buru-buru ke kamar mandi mesjid Us,” jawab Heri sambil nyengir. “Lah terus kok kamu baru sholat, dari tadi ngapain aja...kalau aku kan ketahuan ke asrama dulu nyimpen makanan,” saut Uus. “Tadi aku ketemu Yusuf, jadi keasyikan ngobrol, jadinya aku baru sholat,” kata Heri sambil garuk kepala yang gak gatal. “Kok yusufnya gak keliatan, kemana dia?” tanya Uus. “Dia udah ke asrama, soalnya dia udah sholat, dan aku tadi titip makanannya aku ke Yusuf, hehehe..” ucap Heri nyengir. “Ya udah ayo ke asrama,” ajak Uus. “Ayoo,” Heri mengiyakan.


Hari pun udah menunjukan waktu ashar, para peserta sanlat udah terlihat di dalam mesjid. Mereka bersiap untuk sholat ashar berjamaah. Setelah 15 menit, sholat pun selesai, para peserta sanlat duduk membentuk beberapa kelompok yang tentunya udah dibagi dari sebelum sanlat di mulai. Mereka hari ini akan tadarus Quran sendiri-sendiri, dan disimak oleh para guru di masing-masing kelompok. Jaswari kebetulan satu kelompok dengan Uus dan Heri. “Hadeuuh nasib-nasib, ketemu terus ama kamu Jas,” canda Uus menggoda Jaswari. “Ouh jadi kamu gak mau nih satu kelompok ama aku,” saut Jaswari sambil memukul bahunya Uus. “Canda Jas, sensi amat yah, lagi PMS bung, hehehe..” seloroh Uus. “Hussstt, jangan kenceng-kenceng ketawanya nanti ditegur ama Pak Muksin lho,” kata Jaswari sambil menempelkan jarinya ke bibir. “Uups, lupa aku Jas,” saut Uus dengan suara pelan.

__ADS_1


Dua jam berlalu, kegiatan tadarus sore itu pun udah selesai, Jaswari dan teman-temannya pun menuju ke asrama. Ketika di luar mesjid, Jaswari Uus dan Sugeng bertemu dengan Susan, Nurul dan Laras di teras mesjid. “Wiih mau pada kemana nih kalian bertiga, lengket terus kayak perangko,” celetuk Sugeng pada Susan, Nurul dan Laras. “Yeah, suka-suka kita lah mau lengket apa gak apa urusan situ,” saut Nurul sambil julurin lidahnya. “Yaelah gitu aja ngambek,” ucap Uus. “Mau ke rumah aku dulu Geng, ada yang ketinggalan,” saut Susan. “Ouh mau ke rumah mu Sus, ya udah sana hus...hus...” kata Jaswari sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah mereka. Susan, Nurul dan Laras pun menyoraki Jaswari, lalu bergegas menuju ke rumah Susan.


Tak terasa sanlat MA YLPI udah sampe di hari terakhir, dan dari jadwal yang dikasih kemarin oleh Guru, pagi hari ini ada kegiatan yang dipandu oleh Kakel. Semua peserta sanlat udah berkumpul di lapangan, setelah mendengar bel masuk. Mereka mendengar arahan dari Kakak kelasnya, kegiatan apa saja yang akan dilakukan hari ini. “Assalamualaikum adek-adek, apa semua udah sarapan?” tanya salah satu kakel. “Udah Kak, udah sarapan,” jawab semua peserta sanlat serempak. “Bagus, karena kegiatan di hari terakhir kita kali ini akan padat sekali, sampai sore hari ya adek-adek,” tutur Kak Zismi. “Kegiatan yang pertama di pagi hari ini, kita akan berolahraga biar badan kita bugar dan siap untuk melakukan kegiatan hari ini ya, kalian siap!!” ucap Kak Asep. “ Siap Kak,” jawab semuanya serempak.


Mereka pun melakukan senam selama 15 menit, setelah senam mereka disuruh mengambil buku dan pulpen. Mereka diberi waktu untuk mengambilnya ke kelas dalam dua menit. Yang terlambat akan diberi hukuman oleh kakel yang mendampingi kegiatan dihari terakhir sanlat ini. Waktu dua menit telah habis, semua peserta udah berada di lapangan semua dengan membawa alat tulisnya masing-masing. “Oke semuanya, Hari ini kalian akan mendapatkan tugas dari kami, yaitu meminta tanda tangan kakel,” tutur Kak Zismi. “Dan kakel yang harus diminta tanda tangannya itu adalah semua kakel yang hadir saat ini, yang ada dihadapan kalian semua, mengerti semuanyaa..!!!” ucap Kak Asep. “Mengerti Kaak,” saut semua peserta sanlat.


...# # #...


Masa Orientasi siswa berlangsung selama seminggu, Santi dan Tila pun mengikutinya dengan penuh semangat. Walau kadang Kakak kelas menyuruh yang aneh-aneh tapi mereka berdua begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Karena masuk ke SMA favorit itu adalah cita-cita mereka. Setelah Masa orientasi selesai, mereka berdua udah belajar normal. Walaupun mereka tidak sekelas, tapi mereka sangat senang bisa melanjutkan di SMA yang sama, karena masih bisa ngobrol bareng, main bareng dan ke kantin bareng ketika jam istirahat.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2