Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
59. Buku Biologinya di Kembalikan


__ADS_3

"Kalian sering main kayak gini ya," tanya Ramdan. "Iya Ram, kan rumah kita berdua deket jadi ya Santi suka main ke rumah aku," jawab Nurul. "Santi juga kadang suka main ke YLPI," ucap Nurul lagi. "Ouh gitu ya, ketemu sama fans nya dong kalau main ke sekolah," saut Ramdan. "Hehehe fans, bisa aja kamu Ram, tapi memang iya sih fans nya Santi ada di sekolah," tutur Nurul terkekeh.


"Iya kenapa memangnya, kan pengen ketemu teman lah, sekalian melepas kangen sama semua temen di sekolah," jawab Santi. "Iya gak apa-apa sih, cuma penasaran aja pengen tau gimana kalau fansnya ketemu kamu hehee," ucap Ramdan terkekeh. "Hadeuuh, kalian berdua tuh ya kompak, pake ngomong fans segala, bilang aja ketemu Jaswari gitu, susah amat sih," saut Santi geleng-geleng kepala denger omongan temannya itu. Nurul dan Ramdan pun tertawa.


"Nur, udah yuk pulang kan baksonya juga udah abis dari tadi," ajak Santi. Nurul pun menganggukkan kepalanya lalu berdiri. "Loh kok pada pulang sih, kan kita masih ngobrol, apa gak mau ngobrol sama aku nih," celetuk Ramdan. "Iya Ram maaf ya, kan kita di sini dari tadi, lain kali deh ya kita ngobrolnya," saut Santi tersenyum. "Ya San, gak apa-apa, mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi," jawab Ramdan. "Iya Ram. Nur, aku bayar bakso dulu ya," ucap Santi. "Iya San, aku nunggu didepan warung ya San," saut Nurul. "Iya Nur," jawab Santi. "Ram, duluan ya," ucap Nurul. Ramdan pun mengangguk.


Santi pun beranjak dari duduknya dan menuju ke Abang tukang baksonya. "Jadi berapa semuanya bang?" tanya Santi. "Semuanya lima belas ribu aja neng," jawab Abang tukang baksonya. "Ini bang, makasih ya bang," ucap Santi. Abang tukang baksonya mengangguk.


"Ram, aku sama Nurul duluan ya, Assalamu'alaikum..!" salam Santi. "Iya San, silahkan Waalaikumussalam.." jawab Ramdan sambil mengangguk. Santi pun pergi menyusul Nurul yang udah duluan pergi keluar dari warung bakso.


"Ayo Nur!" ajak Santi sambil merangkul bahunya Nurul, setelah Santi sampe di luar warung bakso. "Ayoo..!" saut Nurul. "Aku langsung pulang aja ya Nur, besok main lagi deh ke rumahmu," ujar Santi. "Yah kirain aku, kamu mau ke rumahku dulu," saut Nurul cemberut. "Hehee maaf, tapi udah sore nih nanti bisa-bisa aku di kepoin ama yang di rumah, baru pulang jam segini," jawab Santi.


"Oke deh, tapi janji ya besok ke rumah!" Rajuk Nurul. "Iya, besok aku ke rumahmu," saut Santi tersenyum manis. "Siip deh, aku tunggu besok ya, awas jangan lupa," Nurul mengacungkan jempolnya. "Iya aku gak bakalan lupa Nur," saut Santi.

__ADS_1


Setelah sampe di persimpangan jalan, mereka berdua pun berpisah. Santi belok ke jalan yang lebih kecil menuju rumahnya, dan Nurul tetap jalan lurus di pinggir jalan raya menuju rumahnya juga.


Setelah beberapa saat, Santi pun udah sampe di rumahnya. "Assalamu'alaikum, mah aku pulang..!" seru Santi ketika membuka pintu rumahnya. "Waalaikumussalam, eh kok baru pulang sih neng, pasti mampir-mampir dulu deh," tebak Bu Eka yang sedang duduk di sofa ruang tamu. "Hehee, Mamah tau aja kalau aku mampir-mampir," saut Santi nyengir. Bu Eka cuma geleng-geleng kepala. "Aku mau mandi dulu ya Mah," ucap Santi sambil pergi menuju kamarnya. "Iya sono mandi dulu, pasti udah bau keringat tuh," ejek Bu Eka pada anaknya. Santi hanya nyengir dikatain seperti itu sama Bu Eka, dia langsung menuju kamarnya.


Seminggu kemudian...


Hari ini hari Senin, Santi udah masuk sekolah lagi setelah dua Minggu libur. Dan terlihat dia lagi merapihkan buku yang akan dibawa hari ini ke sekolah. "Aah selesai juga, semua udah komplit, kayaknya gak ada yang tertinggal deh," ucap Santi setelah memeriksa isi tasnya. "Ya udah sarapan dulu deh, takut telat nih," ucap Santi lagi ngomong sendiri.


Bu Eka udah berada di meja makan, baru selesai menyiapkan sarapan buat Santi dan Awan kakaknya Santi. Ya Awan juga mau berangkat mengajar. Santi yang tadi terlihat di kamar pun, sekarang udah bergabung di meja makan untuk sarapan. "Mamah tumben bikin sarapannya banyak, memangnya Aa ikut sarapan ya?" tanya Santi sama Bu Eka. "Ya iya lah dek, aku juga mau sarapan lah," celetuk Awan yang nongol tiba-tiba. "Tumben Aa ikut sarapan, biasanya juga langsung nyelonong berangkat,” jawab Santi. “Sudah-sudah, katanya takut terlambat malah pada ngobrol, udah makan dulu,” tutur Bu eka mengingatkan. Akhirnya semuanya sarapan dengan tenang.


Di tempat lain....


Jaswari dan Sugeng sudah sampe di sekolah, mereka berdua baru saja masuk ke dalam kelas. Dan mereka pun langsung menuju ke bangkunya masing-masing untuk menyimpan tas mereka. Di bangkunya Jaswari, Uus udah duduk dengan santai, dia sedang ngobrol dengan Dewi.

__ADS_1


“Assalamualaikum..” sapa Jaswari sambil menyimpan tasnya dan duduk langsung di sebelah Uus. “Waalaikumussalam..” jawab Uus dan Dewi. Rani dan Sugeng menghampiri mereka bertiga. “Pagi-pagi kamu udah ngerumpi berdua aja Us ama Dewi,” ucap Sugeng. “Iya biasanya juga kamu jam segini lagi nyari sarapan Us, tumben masih di kelas,” saut Jaswari menimpali omongan Sugeng. “Tadi aku sarapan di rumah guys, jadi nyampe sini gak ke warung deh. Lagian kalian belum dateng males aku keluar kelas," jawab Uus


Lagi asyiik ngobrol, Nurul dan Santi datang menghampiri Jaswari dan teman-teman. “Widiih lagi pada ngumpul nih, biasanya ngerumpi di luar, tumben nih sekarang ngerumpinya di kelas,” celetuk Susan. “Dew, kita tungguin dari tadi gak nongol-nongol sih,” protes Nurul. “Eh iya-iya maaf lupa Nur, abis tadi diajak ngobrol sama Uus, jadi lupa mau ke kelas kalian,” jawab Dewi. “Sus, nanti pulang sekolah jadi gak?” tanya Rani yang dari tadi nyimak obrolan mereka. “Iya jadi Ran, makanya aku ke sini, biasa kita ngumpul di rumah Rifa aja katanya,” tutur Susan. “Terus Rifanya mana nih,” kata Nurul. “Rifa mah jangan ditanya, jam segini dia mah belum nyampe sekolah,” saut Rani.


“Kalian ngomongin apaan sih, gak ngerti aku,” ucap Sugeng. “Ini Geng biasa, mereka mau pada nonton ama ngerujak di rumah Rifa,” saut Uus. “Hadeuuh baru juga masuk sekolah, udah pada main aja nih cewek-cewek,” ucap Sugeng geleng-geleng kepala. “Yeeh bilang aja kamu mau ikut Geng,” saut Rani. “Nah itu tau Ran, heheee,” jawab Sugeng tertawa.


Jaswari yang dari tadi nyimak, ngeluarin buku Biologinya Santi. “Nur, aku titip ini ya, bilang makasih gitu, maaf aku gak bisa ngembaliin langsung soalnya gak sempet,” tutur Jaswari. “Oouh iya Jas, seminggu yang lalu juga orangnya bilang kok sama aku,” jelas Nurul.


“Memangnya dia main ke rumahmu Nur?” tanya Jaswari. Sebelum Nurul menjawab apa yang ditanyakan Jaswari, Susan menimpal. “Kalian berdua ngomongin siapa sih Nur, Jas?” ucap Susan penasaran. “Siapa lagi Sus kalau bukan Santi, Jaswari mah gak jauh-jauh dari Santi,” ledek Uus. Jaswari mencebikkan bibirnya ke arah Uus.


“Kok bisa sih Us?” celetuk Rani ikut penasaran. “Kenapa nanya aku, noh tanya aja orangnya,” saut Uus menganggat dagunya ke arah Jaswari. Mereka semua pun melihat ke arah Jaswari, meminta penjelasan darinya.


“Hadeuuh gara-gara kamu nih Us, kalian kenapa kepo banget sih kalau urusan aku sama Santi, apa gak ada topik yang lain gitu,” protes Jaswari. “Udah gak usah protes gitu, lebih baik kamu jelasin aja sama mereka semua, biar keponya pada ilang,” saut Uus enteng. Jaswari menarik napas panjang, percuma satu lawan banyak, dia pasti akan kalah. “Males banget deh jelasinnya, dasar Uus mulutnya selalu aja bikin repot aku,” batin Jaswari.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2