Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
72. Satu Angkot Sama Teman-teman


__ADS_3

"Kamu sih La pake acara pindah sekolah, coba kalau masih di SMA 3 kita pasti sering ketemu," protes Lase. "Ya mau gimana lagi, abisnya Bapak nyuruh aku pindah ke Parungkuda, aku mah pasrah aja Las," saut Tila. "Yang enak tuh Cici, gak pake acara macet ya Ci," celetuk Inggit. "Jangan ditanya kalau Cici mah orang rumahnya deket," Santi nimpalin. "Hehee ya udah kalian pindah aja ke rumah aku," seloroh Cici.


"Yah itu mah maunya kamu Ci, biar banyak temennya," saut Widi. "Tau aja kamu Wid," ucap Cici terkekeh. Ketika acara seminar mau di mulai, mereka pun langsung menghentikan obrolannya dan mengisi tempat duduk paling depan.


Tigaa jam kemudian....


Seminar udah selesai, Santi dan teman-teman rohisnya masih ada di dalam mesjid. Mereka masih asik ngobrolin tentang seminar yang baru saja berakhir.


"Wiih nara sumber seminar kali ini seru banget orangnya yah, udah pinter, cantik, terus fashionable lagi," ucap Widi semangat. "Iya betul kamu Wid, kalau melihatnya aku jadi terpacu buat jadi lebih baik lagi," timpal Lase. "Aamiin semoga kita semua bisa menjadi muslimah yang senantiasa memperbaiki diri setiap harinya," tutur Santi. "Pasti bisalah, asalkan mulai dari sekarang kita selalu saling mengingatkan, dan tentunya kajiannya jangan bolong-bolong harus rajin," saut Inggit.


"Yaap betuuul, semangaaat...!" seru Widi. "Kalian jadi ke rumah aku gak nih," celetuk Cici. "Jadilah Ci, kan udah janji dari kemarin, lagian kan udah lama gak main ke rumahmu," saut Inggit. "Tapi teman-teman maaf ya, kayaknya aku gak jadi ikut deh," selak Santi. "Yaah San kenapa, gak seru dong kalau kamu gak ikut," celetuk Widi. "Kamu tau sendiri Wid, aku baru sembuh, tadi udah di ultimatum sama Mamah jangan ngeluyur kemana-mana abis acara, hadeuh," tutur Santi sedih.

__ADS_1


"Ya udah gak apa-apa San, lain kali kan bisa, yang penting sekarang pulih dulu. Jangan sampe abis dari acara seminar ini kamu sakit lagi kan kita-kita jadi gak enak nantinya," tutur Cici. "Ya Ci makasih ya, lain kali pasti aku ikut," saut Santi. Cici pun mengangguk. "Ya udah yuk kita ke rumah Cici sekarang, mesjidnya kan mau dipake sholat Jumat, gak enak sama pengurus mesjid," tutur Lase. "Ayooo..." jawab semuanya barengan.


...# # #...


Santi udah ada dalam angkot, duduk paling pojok sedang bersender ke kaca mobil. Kali ini Santi pulang sendiri, yah karena Widi lagi main ke rumah Cici. Yah pasti kalau gak ada acara main ke rumah Cici, Santi pulang bareng sama Widi karena rumah mereka searah. "Hari ini cuacanya lumayan terik, ah untung tadi aku udah beli minum," gumam Santi. Lalu mengambil air minum yang tadi dibeli sebelum naik angkot di tasnya. "Aahh lega dan segeerr banget nih tenggorokan aku kena air jeruk dingin," ucap Santi.


Angkot yang dinaiki Santi berhenti, Santi pun berhenti membaca majalahnya. Penasaran kenapa angkot yang dinaiki berhenti, macet atau apa. "Eh gak berasa aja ya, udah sampe Tegallega, pantes si Abang supir berhenti, ternyata udah bubaran sekolah toh," gumam Santi. Lalu Santi melanjutkan baca majalahnya tanpa menghiraukan angkot itu berhenti di gang sekolah Tsanawiyahnya dulu.


Dan ternyata yang naik angkot itu adalah Nurul dan teman-temannya. Yah mereka baru saja bubar sekolah, dan Santi gak menyadarinya. "Ah akhirnya ada angkot kosong juga, sedikit mengurangi panas," keluh Dewi. "Iya nih hari ini panas banget, eh nanti nyampe rumahmu bikin minuman dingin ya Jas," pinta Uus. Jaswari hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan Uus. "Jas, geser dong kan masih kosong disebelahmu, aku mau deket pintu aja biar kena angin ," ucap Sugeng. "Iya Geng, sabar bentar aku geser nih," saut Jaswari sambil geser sampai mentok duduk bersebelahan dengan Santi.


"Nur, ternyata kamu yang naik tadi, maaf aku lagi asyik baca majalah," celetuk Santi ketika sadar bahwa ada Nurul di angkot itu. Sontak yang lain menoleh ke arah suara, dan tentu saja semuanya merasa senang. "Wah Santiii...!" seru Dewi, Susan dan Laras. Santi menoleh ke arah suara. "Kalian juga, memangnya mau pada kemana sih rame-rame gini," saut Santi yang belum sadar siapa yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Biasa San, mau ngerocokin rumah nya Jaswari, hihihi," celetuk Uus. "Ooouh mau ke rumah Jaswari, tapi kan ini hari Jumat, pastinya yang cowok Jumatan. Apa kalian gak Jum'atan Geng, Us?" tanya Santi. "Jum'atan lah San, nanti di mesjid deket rumah Jaswari," jawab Sugeng. Santi manggut-manggut.


"San, kamu gak nanyain Jaswari?" goda Uus. Jaswari yang dari tadi nyimak, merasa kesal dengan Uus karena selalu saja usil. "Terus kalau aku nanya tentang Jaswari, memangnya kenapa hmm," ucap Santi geleng-geleng kepala. Uus gak menjawab tapi memberi isyarat mata pada Santi supaya menoleh kesamping.


Santi pun menoleh sesuai isyarat yang diberikan Uus. Sontak saja Santi kaget karena dia baru sadar kalau dari tadi ternyata dia duduk bersebelahan dengan Jaswari. "Astaghfirullah, kenapa kamu tiba-tiba ada di sini Jas," ucap Santi. "Heeeh, memang dari tadi aku di sini, kamu aja yang gak sadar kalau aku dari tadi duduk disebelahmu," saut Jaswari kesal. Uus dan Sugeng menahan tawa mendengar ucapan Santi dan Jaswari. "Hehee iya maaf Jas," ucap Santi reflek memegang tangan Jaswari. Yang melihat itu cuma Uus dan Sugeng, dan mereka berdua tersenyum tipis.


"Udah-udah gak usah dibahas lagi, gimana kalau kamu ikut kita ke rumah Jaswari aja San," timpal Nurul. "Yaah maaf Nur, gak bisa," saut Santi. "Kenapa San, ayolah ikut pasti tambah seru kalau kamu ikut," bujuk Susan. "Masalahnya Sus, aku gak dapat ijin dari Mamah, soalnya aku baru sembuh," ucap Santi gak enak hati. "Ouh iya ya, kamu baru sembuh, ya udah lain kali aja gak apa-apa," saut Nurul


"Tapi kalau gak dapat ijin kenapa kamu sekarang bisa keluar, dan ah iya aku baru sadar kamu kok gak pake seragam?" selidik Laras. "Iya Ras, aku dapat ijin keluar tapi dengan syarat abis acara langsung pulang hehee, dan kalau masalah baju, itu karena hari ini sekolah lagi libur," jawab Santi tersenyum. "Ouh pantes, memang ada acara apa?" ucap Dewi. "Aku abis ikut acara seminar Dew," saut Santi. "Terus kenapa sekolah kamu libur hari ini?" kini giliran Laras kepo. "Biasa guru-gurunya ada acara seminar tentang kurikulum katanya, jadi hari ini diliburkan," saut Santi. "Oouuh..." ucap Laras dan Dewi berbarengan.


Bersamaan dengan itu, angkot yang dinaiki Nurul dan yang lainnya berhenti. Yah Jaswari yang udah memberhentikannya, karena udah sampe di gang rumah Jaswari. "Ya udah San, kami duluan ya, dadaah..!" pamit Dewi, Susan dan Laras. "San, aku duluan ya, ingat jaga kesehatan jangan lupa makan tepat waktu," ucap Jaswari sambil memegang tangan Santi. "Iya Jas, maaf aku gak bisa ikut ke rumahmu," ucap Santi gak enak. "Iya gak apa-apa San, kesehatanmu lebih penting," saut Jaswari tersenyum.

__ADS_1


"Ekhm...ekhm..." Uus berdehem pas turun dari angkot. "Jas, ayo turun kamu mau ikut ke rumah Santi," ledek Sugeng. "Apaan sih kalian, iya ini aku juga mau turun," saut Jaswari. Lalu Jaswari pun turun dan membayar ongkos kepada Pak supir. Nurul dan yang lainnya melambaikan tangan ke arah Santi, dan Santi membalasnya.


bersambung.....


__ADS_2