Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
52. Akhirnya Ketahuan Bapak Juga


__ADS_3

"Ayo Santi kamu gak boleh goyah, katakan no sama yang namanya 'PACARAN'..." Santi ngomong sendiri dan meyakinkan pada dirinya sendiri. "Jangan kemakan omongan sendiri, nanti kamu diledek dan diceramahi habis-habisan," Santi menasehati diri sendiri. "Kamu pasti bisa, kalaupun nanti kamu ketemu sama Jaswari, kamu pasti bisa mengatasi rasa ini," gumam Santi menghela nafas panjang.


Santi pun merapikan majalah yang dibaca olehnya tadi dan masuk ke dalam rumah. Ketika Santi hendak masuk dan buka pintu, Bu Nolis bibinya Santi datang. "Assalamu'alaikum..." seru Bu Nolis. "Waalaikumussalam, eh ada bibi," jawab Santi langsung cium tangan bibinya. "Kamu lagi ngapain San?" tanya Bu Nolis. "Hehee, gak lagi ngapa-ngapain kok Bi, cuma lagi baca-baca aja," jawab Santi nyengir.


"Ayo masuk ke dalam Bi, mamah ada kok di dalam," tutur Santi. "Ya San, Bibi cuma sebentar kok," jawab Bu Nolis. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah, dan langsung menuju ke ruang tamu. Bu Eka yang sedang duduk di ruang tamu pun melihat ke arah Santi. "Eh ada kamu Lis, tumben ke sininya sore-sore, pasti ada yang penting nih," tebak Bu Eka setelah melihat iparnya itu.


Mendengar itu Bu Nolis terkekeh, karena tebakan Bu Eka benar. "Kamu tuh ya paling tau deh Ka, penting banget sih gak cuma aku udah janji sama anak bungsumu ini," ucap Bu Nolis. "Janji apa kamu sama anakku Lis," terdengar suara bertanya dari arah pintu rumah. Ya suara itu adalah suara Pak Kuswandi yang baru pulang dari pasar. "Kasih tau gak ya.." jawab Bu Nolis sedikit bercanda.


" Duh kenapa sih bibi pake acara nganterin baju ke rumah, alamat ketahuan Bapak ini mah," gerutu Santi dalam hati. "Kamu tuh bukannya jawab malah main tebak-tebakan," protes Pak Kuswandi. "Iya Lis ada perlu apa kamu sama Santi, memangnya dia bikin ulah sama kamu?" cerocos Bu Eka. "Gak kok Ka, tenang aja anakmu yang cantik ini gak bikin ulah apa-apa. Tapi kemarin dia minta tolong sama aku buat jahitin bajunya dia," tutur Bu Nolis.


Pak Kuswandi dan Bu Eka saling pandang, mereka menebak-nebak apa yang diminta anak bungsunya itu ke bibinya. "Bentar-bentar, apa aku gak salah denger, ada angin apa neng, kamu minta sesuatu ke bibimu," selidik Bu Eka. "Udah jangan interogasi anak kalian, ini juga aku yang mau kok," ucap Bu Nolis. "San, apa kamu mau cerita ada apa ini?" pinta Pak Kuswandi. "Maaf Pak, aku lancang minta tolong sama bibi, abis kemarin Bapak gak mau jaitin baju seragam aku," jawab Santi ngaku.


Setelah Santi menjelaskan semuanya, baru Pak Kuswandi dan Bu Eka paham. Bahwa anak bungsunya itu diam-diam jait baju ke bibinya. "Ya Allah Neng, kirain Mamah apaan...lagian kemarin itu Bapak gak mau jait bajunya karena belum ada bahan bajunya, kan pasti harus beli bahannya dulu neng," tutur Bu Eka. "Iya Mah, maafin aku...abis waktunya takut gak keburu Mah, temen-temen yang lain udah pada bikin soalnya," jawab Santi.

__ADS_1


"Coba Lis, mana bajunya, aku mau liat gimana modelnya," pinta Pak Kuswandi. "Ouh iya ini Kus bajunya, coba diliat bener gak aku bikinnya. Kalau ada yang salah kamu benerin aja lagi, itu kan punya anakmu Santi," jawab Bu Nolis ngeledek. "Ck iya iya, tentulah aku benerin," ucap Pak Kuswandi pasrah nerima ledekan Bu Nolis.


# # #


Siang hari pulang sekolah...


Santi baru keluar dari gerbang sekolah, dia pulang bareng sama Widi dan Tila. Mereka memang udah janjian mau pulang bareng. "La, kamu jadi ikut sama kita nyari peralatan sekolah di toko buku," ucap Santi. "Iya San jadi, soalnya alat tulis aku udah pada abis nih," saut Tila. "Ya udah ayo, kita langsung naik angkot nanti keburu kesorean, ntar hujan lagi," ucap Widi.


"San gimana bajumu udah selesai dijaitnya?" tanya Widi. "Alhamdulillah udah Wid, kemarin bibiku yang nganterin ke rumah," saut Santi. "Wah seneng dong kamu bajunya udah jadi. Eh tapi kalau dianterin ke rumah, ketahuan sama Bapakmu dong San," tebak Tila. "Iya La, ketahuan. Untung Bapak gak marah, aku udah was-was aja kemarin takut kena marah Bapak," curhat Santi.


"Syukur deh kalau semua baik-baik aja, aku juga khawatir bayangin reaksi yang terjadi. Mungkin bapakmu udah bisa maklum kenapa kamu minta dijaitin baju seragam," tutur Widi. "Iya Wid, aku seneng banget Bapak gak marah, malah nanti kalau aku minta jaitin lagi katanya mau dibikinin," jawab Santi. "Ya udah yuk, udah dapat alat tulisnya belum, kita ke kasir yuk bayar, aku udah dapat nih semuanya," ucap Tila. "Ayo, aku juga udah," saut Santi dan Widi hampir berbarengan.


# # #

__ADS_1


Santi udah sampe di rumah, dia baru saja selesai mandi dan sholat ashar. "Ah seneng banget udah nyampe rumah. Biasanya jam segini masih di tempat les," batin Santi. "Rebahan di kasur favoritku memang sangat membuat rileks nih," Santi ngomong sendiri. "Eh iya jam berapa sekarang ya, masih cukup gak kalau aku ke rumah Nurul, aku mau nganterin buku nih buat Jaswari," ucap Santi sambil liat jam yang ada di dinding kamarnya.


Ketika melihat jam masih ada waktu, Santi pun siap-siap untuk ke rumah Nurul. setelah siap, Santi mencari Bu Eka untuk minta ijin. "Mah, mamah...mamah dimana?" teriak Santi. "Kamu tuh ya dek, jangan teriak-teriak didalam rumah," tegur Awan. "Eh kakak, hehee maaf," saut Santi nyengir. Bu Eka yang merasa dipanggil pun muncul dari arah dapur. "Ada apa sih neng, Ampe teriak-teriak gitu," ucap Bu Eka. "Hehee, aku mau main ke rumah Nurul dulu bentar ya, mau ngasih buku," pamit Santi ke Bu Eka. "Ya udah sana, sebelum Maghrib udah ada di rumah ya," jawab Bu Eka. "Iya Mah baik," saut Santi.


"Duh adekku giliran ada di rumah, malah mau pergi main, gak kangen nih ama kakakmu yang ganteng ini," goda Awan. "Iih apaan sih Kak, lebay deh, orang setiap hari kan ketemu hehee walau cuma bentar doang, Kak Awan tuh yang sibuk pulangnya malem teruus," jawab Santi nyindir kakaknya. "Udah ah aku mau main dulu, babay kakakku yang ganteng," ucap Santi sambil ngeloyor pergi.


# # #


"Assalamu'alaikum... Nur.." seru Santi ketika udah sampe di depan rumah Nurul. "Waalaikumussalam..." jawab Nurul dari dalam rumah. "Eh kamu San, tumben nih bisa kesini jam segini, lagi terbebas dari penjara ya," ledek Nurul. "Iih kamu ya Nur, gak seneng aku ke sini," saut Santi pura-pura merajuk. "Adududuu.... yang merajuk, udah duduk sini aku kangen tau," ucap Nurul menarik tangan Santi untuk duduk.


Setalah Santi duduk, Santi pun menyodorkan buku bacaan yang dia bawa tadi dari rumah. "Apa ini San?" tanya Nurul. "Itu buat Jaswari, aku kemarin beli buku isinya bagus. Nanti kalau Jaswari udah selesai baca, kembalian ke kamu aja ya Nur," jawab Santi. "Ouh buku buat Jaswari, jadi udah gak marah nih sama dia," ucap Nurul sambil menaikkan alisnya. "Siapa yang marah sih Nur, orang aku beberapa bulan ini lagi sibuk banget Nur, jadi gak sempet main kemana-mana, kamu kan tau sendiri. Aku aja sampe cape kalau inget jadwalku," keluh Santi. "Ya udah aku kasih besok di sekolah, pasti seneng deh," saut Nurul.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2