Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
62. Pertama Kali Ketemu dan Ngobrol Sama Bapak


__ADS_3

Gak kerasa mereka udah berada di pinggir jalan raya, tepatnya di halte. Tangan Jaswari masih setia memegang tangan Santi. Pasrah itulah Santi sekarang hihihi. "Percuma aku protes sama dia, pasti gak bakalan didenger, hadeuuh nasib," batin Santi sambil melihat ke arah tangannya yang di pegang Jaswari.


Gak lama angkot yang ditunggu pun datang, dan mereka berdua pun naik ke dalam angkot tersebut. Dan otomatis tangan Santi yang di pegang Jaswari terlepas, Santi pun merasa senang dan lega. "Akhirnya tanganku di lepas juga," ucap Santi pelan. Walaupun ucapan Santi sangat pelan, tapi Jaswari masih mendengarnya. Itu membuat Jaswari tersenyum tipis. "Kalau kamu sedang sedikit kesal, itu terlihat manis San," batin Jaswari.


Jaswari dan Santi udah berada di dalam angkot, mereka duduk bersebelahan. "San, aku anterin kamu sampe rumah ya!" pinta Jaswari. "Gak usah Jas, ini kan udah sore, aku bisa pulang sendiri kok," tolak Santi. "Kamu gak mau aku anter pulang?" tanya Jaswari kecewa. "Bukannya gitu Jas, aku seneng dianter pulang sama kamu, lagian kamu juga kan belum sholat Ashar, pasti udah ditunggu sama mamah kamu di rumah, udah sore juga kan, lain kali aja ya," ucap Santi menjelaskan supaya Jaswari gak kecewa.


"Mamah aku gak bakalan marah kok, lagian kan aku juga nanti bisa sholat di mesjid depan rumah kamu San," jawab Jaswari kekeh. "Ya udah deh kalau mau nganter aku, boleh," saut Santi akhirnya pasrah. Jaswari pun tersenyum puas.


Di dalam angkot penumpangnya hanya sedikit, tapi Jaswari tetep aja duduk mepet ke Santi. "Jas, duduknya geseran dikit ih, kan masih lega," ucap Santi berbisik karena gak enak di denger sama yang lain yang ada di dalam angkot. Jaswari gak bergeming, pura-pura gak mendengar. Santi yang dicuekin, akhirnya gak membahas soal duduk lagi. Kadang Santi gak abis pikir dengan sikap Jaswari. Bukan pacar aja seperti ini, apalagi Santi jadi pacarnya gak kebayang deh.

__ADS_1


Setelah beberapa lama, akhirnya Santi dan Jaswari sampe di jalan menuju rumahnya Santi. Mereka pun turun dari angkot dan Jaswari membayar ongkos ke pak supir. "Kamu kalau sekolahnya gak pulang cepet, sampe rumah jam segini tiap hari," celetuk Jaswari. "Iya Jas jam segini aku pulang, tapi kalau ada ekskul atau les mah Maghrib baru sampe rumah," jawab Santi.


"Kadang kalau lgi ulangan mah aku suka nginep di rumah Kakak aku yang di Baros," tutur Santi. "Jangan terlalu di porsir San, nanti kamu sakit, jaga kesehatan," saut Jaswari mengingatkan. "Iya Jas aku tau makanya kalau aku gak ada les aku suka pulang langsung gak mampir kemana-mana dulu, termasuk main ke sekolah Tsanawiyah," jawab Santi. "Iya betul, memang harus seperti itu. Nanti biar aku yang main ke sini aja ya kalau mau ketemu aku," ucap Jaswari terkekeh. "Yeeh itu mah maunya kamu Jas, hari ini juga kita ketemu kan gak sengaja," saut Santi mencebikkan bibirnya. Jaswari pun tertawa renyah melihat Santi seperti itu.


Akhirnya mereka berdua sampe juga di depan rumah Santi. "Assalamu'alaikum...!" salam Santi sesampainya di depan pintu rumah dan langsung membukanya, tanpa menunggu orang yang ada di dalam rumah membuka pintu. "Waalaikumussalam.." jawab Bu Eka yang muncul dari dalam kamarnya, setelah mendengar ucapan salam. Bu Eka udah hafal dengan suara yang mengucapkan salam itu. Dan benar saja itu suara Santi anaknya. "Santi sama siapa itu, kok tumben sama cowok ya," batin Bu Eka.


"Kamu baru pulang jam segini San, kemana dulu?" tanya Bu Eka setelah berada di depan Santi. lalu Santi dan Jaswari bergantian mencium tangan Bu Eka. "Maaf Bu, tadi Santi ketemu saya di jalan, jadi saya ajak mampir dulu ketemu sama temen-temen di sekolah. Tadi di sana juga ada Nurul kok," jawab Jaswari langsung menjawab takut Santi dimarahi sama Mamahnya. "Heehee, iya nak, gak apa-apa. San ini siapa kok Mamah baru liat ya, temen sekolah kamu yah?" tanya Bu Eka penasaran. "Iya mah temen aku, kan baru ke sini jadi Mamah baru liat lah," jawab Santi agak sedikit was-was, takut nanya yang aneh-aneh. Bu Eka manggut-manggut.


Jaswari pun pergi ke mesjid yang ada di seberang rumah Santi. Sedangkan Santi sholat di rumah. Ouh ya Pak Kuswandi udah ke mesjid ketika Santi dan Jaswari sampe ke rumah.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian, Santi udah selesai melaksanakan sholat Ashar. Setelah selesai sholat, Santi langsung ke arah dapur untuk membuat minuman untuk Bapaknya dan Jaswari. Tak berapa lama, Pak Kuswandi pulang dari mesjid. "Assalamu'alaikum..." ucap Pak Kuswandi. "Waalaikumussalam.." jawab Santi. "Kamu udah pulang San?" tanya Pak Kuswandi. "Iya Pak udah, tadi pas adzan Ashar nyampe rumah," jelas Santi.


"Tadi gak mampir-mampir dulu kan," selidik Pak Kuswandi. "Tadi mampir ke sekolah dulu Pak, jadi sedikit telat pulang nya," jawab Santi nyengir. "Hmm..pantesan sampe rumah udah sore, tapi tadi pas ke rumah Pak Jaji ada kan?" ucap Pak Kuswandi. "Ya Pak ada, Pak Jaji sendiri yang buka pintunya," jelas Santi. "Syukur deh kalau gitu, terus Mamahmu mana kok gak keliatan?" tanya Pak Kuswandi lagi. "Ouh Mamah, tadi pamit ke rumah bibi katanya," jawab Santi. Pak Kuswandi manggut-manggut mengerti.


Pak Kuswandi pun duduk di ruang tamu, sambil menikmati minum yang dibuat oleh Santi. Pas tersadar air minumnya ada 2, Pak Kuswandi pun bertanya lagi sama Santi. "San, kok airnya ada dua, satu lagi buat siapa? ada tamu ya?" ucap Pak Kuswandi penasaran. "Ouh itu buat teman aku Pak, tadi dia ke mesjid dulu, dia sholat di sana," tutur Santi. "Ouh, cowok apa cewek? tumben kamu ngajak temen kamu ke sini, biasanya kamu yang main ngeluyur ke rumah mereka, siapa apa Bapak kenal sama teman kamu yang ke sini?" tanya Pak Kuswandi beruntun. "Ya Allah Pak, nanya tuh satu-satu dong, kok borongan gitu sih," saut Santi cemberut. "Biar cepet, kalau nanyanya satu-satu, kelamaan," jawab Pak Kuswandi terkekeh.


Pas Santi mau jawab pertanyaan Pak Kuswandi, Jaswari muncul. "Assalamu'alaikum..." salam Jaswari. "Waalaikumussalam.." jawab Santi dan Pak Kuswandi. "Masuk dek, ayo tuh udah dibikinin minum sama Santi," ucap Pak Kuswandi. "Iya Pak, makasih," jawab Jaswari mengangguk sopan. "Kalau boleh tau, adek ini teman SMA anak saya yah?" tanya Pak Kuswandi mulai interogasi. Santi hanya melihat dan jadi pendengar setia aja. "Saya teman Tsanawiyahnya Santi Pak, tadi kebetulan ketemu di sekolah. Jadi saya sekalian ke sini main," jawab Jaswari sedikit gugup ditanya sama Bapaknya Santi.


"Ouh temen Tsanawiyah Santi toh, kok Bapak gak pernah liat waktu dulu, apa gak pernah main ke sini ya?" selidik Pak Kuswandi. "Hehee, iya Pak, dulu saya belum pernah main ke sini, tapi Santi yang main ke rumah saya," tutur Jaswari. Pak Kuswandi manggut-manggut, lalu beranjak dari duduknya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2