Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
108. Berita Duka


__ADS_3

12 tahun kemudian....


Beberapa tahun berlalu, Santi dan keluarga kecilnya terlihat sangat bahagia. Sampai hari ini Santi gak pernah punya keluhan terhadap keluarganya. Santi sangat menikmati kegiatannya dengan 3 orang anak yang cantik-cantik dan tampan. Anak pertama Santi yaitu Asla udah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Anak kedua Santi pun sama cantiknya, nama anaknya Alisya Fatonah. Alisya udah sekolah di SD kelas 6. Dan anak Santi yang terakhir itu cowok, namanya Shiddiq Ababil. Dia juga udah masuk sekolah di taman kanak-kanak. Alhamdulillah semua anak-anak Santi tumbuh dengan baik. Tapi sekarang Santi sudah tidak mengajar lagi di TK. Semenjak Santi melahirkan anak kedua yaitu baby Alis, dia udah berhenti mengajar dan fokus mengurus anak-anaknya di rumah.


Kegiatan Santi semenjak berhenti mengajar di TK, setiap sore dia mengajar ngaji keponakan-keponakannya dan tetangga sekitar rumah. Santi gak meminta bayaran kepada anak-anak yang ngaji di rumahnya. Santi udah sangat senang di rumahnya kini ramai dengan anak-anak yang belajar ngaji, itu membuat Santi ada kegiatan disela-sela mengurus pekerjaan rumahnya. Dan Santi sangat bersyukur akan hal itu.


Hari ini pekerjaan Santi di rumah udah selesai, Santi pun bisa istirahat sebentar. "Kerjaan rumah hari ini udah selesai, enaknya rebahan dulu deh di sofa," gumam Santi terus langsung merilekkan badannya di sofa ruang tengah. Lagi enak-enak rebahan, terdengar bunyi pesan masuk ke HP Santi. Santi langsung mengambil hpnya yang dia letakkan di meja dekat sofa. Setelah melihatnya ternyata pesan WA , lalu Santi membukanya. Ketika dibuka ada pesan di gruop Tsanawiyah. Ada kabar bahwa Pak Sukma Kepala Sekolah-nya Santi waktu di sekolah Tsanawiyah udah meninggal dunia.


Sontak Santi membaca pesan itu kaget dan sedih, karena udah lama sekali Santi gak bertemu dengan beliau. Terakhir Santi melihat dan bertemu beliau ketika santi main kerumah tantenya Tila yang ada di Tegallega. Waktu itu Santi dan Tila berkunjung ke rumah beliau untuk bersilaturahmi. Santi pun mengucapkan turut berduka cita kepada Sofie di gruop. Begitupun dengan teman-teman yang lain nya yang ada di gruop, mereka mengucapkan berbelasungkawa. Santi bermaksud menelpon besok harinya ke Sofie.


Pagi hari Santi setelah merapikan rumah, menghubungi no telpon nya Sofie. Telpon tersambung, tapi lama tak ada yang mengangkat. Pikir Santi mungkin lagi sibuk dan masih berduka, jadi Santi urung menelpon lagi. “Nanti saja telpon lagi deh, mungkin Sofie nya masih sedih,” pikir Santi. Lalu Santi mengirim pesan ke teman nya Rani, menanyakan nomor telpon nya Sofie yang lain.


\=================================


“Assalamualaikum, Rani apa kabarnya..?” Santi menyapa Rani.


“Waalaikumussalam, baik San..” jawab Rani.


“Ran, kamu punya nomor telpon Sofie gak ya..?” tanya Santi.


“Ouh ya punya San, sebentar ya aku cari dulu,” ucap Rani.


\================================


Tidak lama kemudian Rani pun membalas lagi.


\================================


“Ini nomor telpon Sofie nya, coba saja San,” ucap Rani.


“Oke Ran, makasih ya,” ujar Santi.


“Ya sama-sama San,” jawab Rani,


chat pun berakhir.


\================================


Di malam harinya Santi pun mencoba nomor yang diberikan oleh Rani. Tapi sama nada nya tersambung tapi tak diangkat. Akhirnya Santi memutuskan untuk mengirim pesan WA saja ke Sofie. Setelah Santi ngobrol lewat WA sama Sofie, dan mengucapkan turut berduka cita, gak berapa lama ada pesan Wa lagi. Tapi kali ini dari Yulia, dia teman Santi di Tsanawiyah juga.


\===============================


“Assalamualaikum, Teh Santi...apa kabar..?” tanya Yulia.


“Waalaikumussalam, baik Yul,” ucap Santi.


“Ada apa nih tumben ngechat malam-malam,” ucap Santi lagi.

__ADS_1


“Gak teh, aku mau usul saja gimana kalau kita ngumpulin uang takjiah buat almarhum Pak Sukma..!!” ujar Yulia.


“Boleh tuh idenya aku setuju,” jawab Santi.


“Terus siapa yang ngumpulin nya nih..?” ucap Santi lagi.


“Teh Santi saja yang ngumpulin, gimana gak keberatan kan..?” ujar Yulia.


“Ouh ya, oke aku yang koordinir uang nya,” Santi mengiyakan.


“Nanti aku akan japri teman-teman yang di jabotabek untuk ikutan,” ucap Santi semangat.


chat pun berakhir.


\==============================


Akhirnya Santi pun ngechat satu-satu temannya yang ada di jabotabek untuk ngutarain maksudnya itu. Ternyata mereka semua merespon baik usulan itu dan menyetujuinya, dan disepakati nominal minimum nya berapa. Setelah beberapa hari uang pun terkumpul dan ada usul dari Dewi, gimana untuk kebersamaan yang di Sukabumi juga pada ikutan ngumpulin. Dan siang hari ini Dewi yang sedang istirahat di kantin langsung ngechat Santi untuk ngasih tau usulnya itu.


\==============================


"Assalamualaikum San, lagi sibuk gak?" sapa Dewi. Dan langsung di balas sama Santi.


"Waalaikumussalam Dew, gak kok aku lagi nonton tv, ada memangnya," jawab Santi.


"Itu aku mau usul gimana kalau teman yang di Sykabumi juga kita ajak untuk ngumpulin uang ini, biar ada kebersamaaan," usul Dewi.


"Boleh Dew, aku juga setuju, ya udah nanti aku bilangin deh sama teman-teman kita yang ada di Sukabumi," saut Santi.


"Iya Dew, sama-sama..." jawab Santi.


Chat berakhir.


\==============================


Akhirnya Santi mengirim pesan ke teman-teman nya yang ada di Sukabumi yaitu Dendi, Susan, dan Sri. Setelah ngobrol di WA panjang lebar dengan mereka bertiga, akhirnya disepakati dan setuju bahwa mereka yang akan mengkoordinir uang takjiahnya. Dan uang nya akan dikumpulkan di Kang Dendi. Setelah hal itu disepakati, Santi lalu mentransfer sejumlah uang yang telah terkumpul dari teman-temannya yg di jabotabek ke kang Dendi.


\===============================


“Oke Kang Dendi, aku bantu ngejapri satu-satu temen-teman ya, biar nanti mereka langsung ngehubungi Kang Dendi,” ucap Santi.


“Oke San, siap..!!” jawab Dendi.


Chat diakhiri.


\===============================


Jaswari termasuk salah satu yang dihubungi oleh Santi. Tapi Santi ingat bahwa dia gak punya no telponnya Jaswari. Karena beberapa tahun ini Santi los kontak tidak ada komunikasi sama sekali dengan  Jaswari. Akhirnya Santi kirim pesan ke Uus lewat WA, pikirnya pasti Uus punya no Jaswari.

__ADS_1


\================================


“Assalamualaikum, uus...apa kabarnya nih..?” tanya Santi basa basi.


\================================


Karena tujuan ngechat nya bukan itu.


\================================


“Waalaikumussalam, alhamdulillah sehat San...gimana sebaliknya Santi sehatkan..?” kata Uus.


“Alhamdulillah Us, aku sehat,” ucap Santi.


“Us, aku mau minta tolong ya, bolehkan,” ucap Santi hati-hati.


“Ya boleh San, ada apa..?” timpal Uus.


“Gak aku mau minta bantuan, tolong kasih tau Jaswari soal ngumpulin uang takjiah buat almarhum Pak Sukma, soalnya aku gak punya nomor nya dia,” ucap Santi.


“Ouh itu, sama kamu saja ngasih tau nya, ntar aku kasih nomor nya Jaswari deh,” jawab Uus.


\===============================


Tak lama kemudian Uus mengirim kontak nya Jaswari ke Santi.


\===============================


“Ya elah orang aku minta tolong kamu yg ngabarin malah dikasih nomornya,” Santi ketawa.


“Ya udah makasih Ya Us,” ucap Santi lagi.


“ Heheee, iya sama kamu saja ngasih tau nya yah,” jawab Uus.


“Oke sama-sama San,” ucap Uus lagi


dan chat berakhir.


\===============================


# # #


Matahari udah terlihat dengan sangat cerahnya. Santi dengan aktfitas paginya, terlihat sibuk memasak di dapur. dan Setelah satu jam berkutat di dapur akhirnya Santi selesai juga. Dan makanan tersebut Santi masukan dulu ke lemari makan, karena anak-anak Santi dan suaminya lagi pada mandi. Ketika selesai merapikan makanan, Santi teringat kalau dia mau ngechat Jaswari. Santi pun mengirim pesan WA ke nomor nya Jaswari, tapi kok pesan nya masih ceklis satu. Karena lama tak dibalas, lalu Santi pun malam nya berinisiatif ngirim chat WA Uus lagi. Dan Santi bilang ke Uus, kalau WA nya Jaswari masih ceklis satu.


\=====================================


“Us, kok chat nya masih ceklis satu sih...nggak aktif kali WA nya,” tanya Santi.

__ADS_1


“Ah nggak kok San, nomornya aktif...kemarin aku masih chattingan sama dia kok,” jelas Uus.


Bersambung......


__ADS_2