
Santi langsung mengetuk kamar Nurul setelah Bu Nensih tidak terlihat. "Masuk aja gak di kunci kok..!" suara dari dalam kamar terdengar. Santi pun membuka pintu kamar Nurul, dan terlihat Nurul sedang membaca buku sambil tengkurap. "Duh yang asyik baca, mau ikutan dong," ucap Santi membuat Nurul menoleh ke arah Santi. "Aaahh Santi...aku kangeeennn," teriak Nurul setelah tau siapa yang masuk ke kamarnya. "Hehee, segitu kangennya temenku ini," saut Santi terkekeh sambil membalas pelukan Nurul.
Setelah melepas pelukan, Nurul langsung mencehcar Santi dengan berbagai pertanyaan. "San kenapa sih kamu gak ke sini-sini? memangnya gak kangen sama aku?" terus selama gak ke sini, kamu main kemana aja? aku kan nungguin kamu main ke sini tau," cerocos Nurul. "Ya Allah Nur, nanya tuh satu-satu dong jangan borongan gitu," saut Santi geleng-geleng. "Hehee, biarin memang lagi borongan," saut Nurul tertawa geli.
"Yang mana dulu nih aku jawabnya," goda Santi terkekeh, balik nanya. "Iih Santi, malah nanya bukannya dijawab," saut Nurul pura-pura cemberut. "Hehee, iya-iya aku jawab jangan cemberut gitu dong ntar cantiknya ilang loh," ledek Santi. Nurul malah menjulurkan lidahnya, Santi terkekeh geli melihatnya. "Aku gak ke sini karena katanya kan kamu mau pergi ke rumah sodaramu, jadi aku pikir kamu ke sananya lama jadi aku baru hari ini main ke sini nya," tutur Santi.
"Gak kok aku cuma tiga hari di sana, aku kan masih ada tugas sekolah yang belum selesai, tugas kelompok," saut Nurul. "Ouh gitu, tau gak lama mah udah dari kemarin aku ke sini deh," jawab Santi. "Terus kamu liburan gak kemana-mana gitu San?" tanya Nurul. "Ya paling main ke rumah temen, nih baru dari sana abis beli kaset nasyid," saut Santi. "Wah beli kaset, mau dong denger lagunya," ucap Nurul. "Boleh, tapi nanti abis aku ya, aku kan belum denger,"jawab Santi. "Iya, siip deh," ucap Nurul sambil mengacungkan jempolnya.
"Ouh ya Nur, nanti pas masuk kalau Jaswari nitip buku, ambil aja ya Nur," ucap Santi. Nurul mengerutkan alisnya, heran denger ucapan Santi. "Gak usah dikerutin gitu alisnya Nur, Minggu kemarin aku main ke rumah Jaswari. Aku ke sana bawa buku Biologi, terus dipinjem sama dia. Dan aku bilang ke dia kalau mau balikin bukunya kasih aja ke kamu," jelas Santi.
Nurul menutup mulutnya dengan mata terbelalak karena kaget. "Kamu ke sana sendiri berani San? kamu kan kalau ke sana suka minta ditemenin aku?" cerocos Nurul. "Hehee, abis aku kangen Nur, jadi ya udah diberani-beraniin aja deh," saut Santi nyengir. "Makanya terima aja Jaswari jadi pacarmu San, aneh deh katanya gak mau pacaran takut dicatat sama malaikat, tapinya kangen orangnya disamperin, hadeuuh," tutur Nurul geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"iiih kamu nih, bukannya dukung aku buat gak pacaran!" saut Santi cemberut. "Udah gak usah cemberut, jelek tau, mending kita beli bakso aja yuk yang deket rumahnya Juwita, tapi nanti abis ashar ya," usul Nurul. "Ya mau-mau Nur, hayuu!"" seru Santi seneng. "Ck, diajak makan aja cepet deh," saut Nurul. "Hehee, abis udah lama gak makan bakso di sana Nur," jawab Santi tertawa senang.
# # #
Setelah beberapa lama, mereka berdua pun udah berada di tukang bakso. Mereka udah pesan baksonya, tinggal nunggu. Santi dan Nurul pun duduk di meja dan kursi yang udah disediakan sama Abang tukang baksonya. Mereka berdua memilih makan baksonya di sini aja. Kata Nurul kalau makan di sini kan sambil cuci mata, soalnya kan pinggir jalan kali aja ketemu cowok ganteng hihihi.
Bakso yang mereka pesan udah tersaji, baunya sangat menggoda. Pas mau menyuapkan bakso ke dalam mulut, ada yang menegur Santi dan Nurul. "Boleh gabung di sini gak nih?" ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba nongol datang entah dari mana. Santi yang akan menikmati bakso, gak jadi dan menoleh ke arah suara. "Eh ya silahkan nih kan tempat umum siapa aja boleh duduk," ucap Santi setelah melihat siapa laki-laki yang baru datang tersebut. "Eh kamu Ram, kirain siapa. Tumben beli bakso di sini jauh bener," tutur Nurul. "Hehee iya, tadi abis main ama temen deket sini, ngeliat kalian ada di sini ya aku jadi beli bakso deh," jawab Ramdan. Ya laki-laki yang negur Santi dan Nurul itu adalah Ramdan teman Tsanawiyahnya dulu.
"Bukan gak kenal tapi wajahnya ada sedikit berubah, jadi aku mastiin aja takut salah," ucap Ramdan. Perasaan wajahku sama aja deh Ram, gak ada yang berubah," saut Santi sambil meraba wajahnya. "Iya nih kamu mah ada-ada aja Ram, orang dari dulu sampe sekarang juga wajah Santi sama kok," ucap Nurul setuju dengan omongan Santi. "Hehee, maksud aku tuh dulu kan wajah Santi tuh manis nah sekarang kok jadi tambah manis ama cantik ya jadi pangling akunya," jawab Ramdan terkekeh.
"Hadeuh memang wajah aku tuh permen apa ya dikata manis, dikerubutin semut dong entar," tutur Santi geleng-geleng kepala. "Iya bener kamu memangnya juga udah dikerubutin semut dari kemarin," jawab Nurul ambigu. "Ya Allah Nur, tega bener ya kamu ngomong gitu," saut Santi cemberut. "Memangnya siapa yang ngerubutin Nur," tanya Ramdan penasaran.
__ADS_1
"Lah iya kan itu Jaswari, ngerubutin kamu kan? apa coba kalau bukan ngerubutin hihii," tertawa geli. "Puas ya ledek aku terus dari tadi," saut Santi memutar bola matanya ke arah lain. "Memang Jaswari masih jadi fansnya kamu ya San?" tanya Ramdan kepo. "Bukan jadi fans Ram, tapi calon pacar wkwkwk.." ledek Nurul tertawa. Santi menajamkan matanya ke arah Nurul, dia gak mau urusan pribadinya diketahui banyak orang.
"Wah beneran itu San?" tanya Ramdan masih kepo. "Ck jangan dengerin Nurul, dia mah memangnya juga suka ledek aku terus," elak Santi. "Jangan tanya sama dia, pasti gak ngakulah hehee," saut Nurul terkekeh. "Wah pada patah hati dong semua temen-temen cowok yang ngefans kamu San," saut Ramdan. Santi yang udah menghabiskan baksonya, langsung beranjak dari situ, pura-pura mau bayar bakso padahal mah Santi sedikit kesel sama Nurul. "Eh mau kemana, jangan ngambek gitu dong aku kan cuma bercanda San," ucap Nurul mencegah Santi yang mau berdiri.
Santi pun gak jadi pergi membayar baksonya dan duduk kembali di samping Nurul. "Lagian kamu tuh ya seneng banget ledekin aku dari tadi," ucap Santi kesel. "Jangan ngambek gitu dong, ntar cepet tua loh," saut Nurul terkekeh menggoda Santi. "Biarin, Wek.." saut Santi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Nurul.
"Kalian sering main kayak gini ya," tanya Ramdan. "Iya Ram, kan rumah kita berdua deket jadi ya Santi suka main ke rumah aku," jawab Nurul. "Santi juga kadang suka main ke YLPI," ucap Nurul lagi. "Ouh gitu ya, ketemu sama fans nya dong kalau main ke sekolah," saut Ramdan. "Iya kenapa memangnya, kan pengen ketemu teman lah, sekalian melepas kangen sama semua temen di sekolah," jawab Santi.
"Nur, udah yuk pulang kan baksonya juga udah abis dari tadi," ajak Santi. Nurul pun menganggukkan kepalanya lalu berdiri.
bersambung......
__ADS_1