Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
51. Kangen


__ADS_3

Santi yang selesai wudhu, langsung masuk ke kamarnya. Sambil menunggu adzan Maghrib, dia rebahan di kasur favoritnya. "Apa kabarnya dia ya?" tanya Santi dalam hati. "Eh kenapa aku jadi ingat Jaswari sih. Tapi belakangan ini aku lumayan berhasil sih mengalihkan pikiranku ke hal yang lain," batin Santi lagi.


"Mudah-mudahan aja dia juga seperti aku, bisa melupakan apa yang terjadi. Jadi pas ketemu lagi gak seperti pas terakhir kita ketemu," gumam Santi dalam hati. "Aah ternyata kalau udah suka sama seseorang, susah juga ya lupainnya malah jadi kangen kayak gini sih," Santi ngomong sendiri.


Adzan Maghrib berkumandang, Santi pun langsung mengambil mukena dan menggelar sejadahnya. Karena dia kan udah wudhu dari tadi. "Dari pada mikirin dia yang gak ada, mending kamu sholat dulu San," lagi-lagi Santi ngomong sama dirinya sendiri.


# # #


Seminggu berlalu....


Seperti biasa Santi bangun pagi-pagi mandi dan sholat shubuh. Terus dia siap-siap berangkat ke sekolah, setelah menyapu dan mengepel teras rumahnya. "San, sarapan dulu..!" terdengar Bu Eka berteriak dari dapur. "Iya Mah, ini juga mau, lagi pakai sepatu dulu," jawab Santi.


Santi mengambil piring berisi nasi goreng yang udah di sediakan oleh Bu Eka di atas meja. Dengan tenang Santi menghabiskan nasi goreng buatan Mamahnya. Setelah selesai makan, Santi memasukkan bekal yang udah dia siapkan tadi sebelum makan. Hari ini Santi bawa bekal roti bakar kesukaannya.


"Mah, aku berangkat sekolah dulu ya," pamit Santi menghampiri Bu Eka yang berada di teras rumah. "Iya neng hati-hati di jalan, hari ini ada kegiatan gak?" tanya Bu Eka pada anak bungsunya itu. "Iya Mah ada, hari ini aku les fisika jadi pulang sore lagi," jawab Santi. "Ya udah, bekelnya tadi udah dimasukkan belum?" tanya Bu Eka lagi. "Udah Mah, berangkat dulu ya Mah, Assalamu'alaikum...!" ucap Santi. "Waalaikumussalam..." jawab Bu Eka.

__ADS_1


# # #


Di tempat lain.....


Jaswari udah berada di sekolah, dia terlihat sedang ngobrol sama Nurul dan Uus di depan kelas IPA. "Tumben Jas kamu pagi-pagi udah nyampe sekolah," selidik Uus. "Hehee kamu tuh ya bawaannya curiga aja, lagi pengen berangkat pagi aja Us," jawab Jaswari senyum dipaksakan. "Kalau senyum itu harus ikhlas jangan terpaksa," sindir Uus. "Iya Uuus..." jawab Jaswari sambil tersenyum tipis. "Nah gitu, kan yang liat juga senang Jas," saut Uus terkekeh.


"Ouh ya Jas, ini biasa ada titipan buletin dari Santi," ucap Nurul. "Santi masih ngasih buletin Nur? kirain aku udah gak ngasih pas kejadian waktu itu," kata Uus. "Masih Us, memang apa hubungannya kejadian pegang-pegangan tangan sama buletin Us, gak ada tau," tutur Nurul. "Ya kan aku nebak aja Nur, kirain aku Santi gak bakal peduli lagi sama nih bocah," saut Uus sambil nunjuk ke arah Jaswari.


Yang ditunjuk hanya mencebikan bibirnya. "Iya Nur makasih ya, bilang makasih juga sama Santi," ucap Jaswari. Nurul pun menganggukkan kepalanya. "Tau gak Jas, kemarin pas nganter buletin tumben loh Santi nanyain kabar kamu," celetuk Nurul. "Ouh ya, terus Santi bilang apa Nur," saut Uus heboh. "Ck, kamu tuh ya Us, yang di tanyain kan Jaswari, kenapa kamu yang heboh sih," ucap Nurul kesel.


Jaswari langsung menghadiahi pukulan dibahunya Uus. Uus meringis kesakitan, karena memang kali ini pukulan Jaswari sangatlah keras. Nurul melihat kelakuan kedua temannya itu cekikikan sendiri. "Tadinya aku mau main ke rumahnya Nur, tapi aku pikir-pikir lagi takut Santinya kayak kemarin gak nyaman," curhat Jaswari.


"Ya udah nanti juga Santi kalau udah tenang, pasti mau ketemu kamu Jas, percaya sama aku deh," ucap Nurul. "Iya Nur, mudah-mudahan aja seperti itu," jawab Jaswari lirih. "Jangan lesu gitu dong, Santi itu gak kesini-sini memang dia lagi sibuk sama ekskul dan lesnya. Tau sendiri kan Santi gimana kalau udah konsen belajar dia itu gak bisa diganggu, memangnya kita belajarnya santai," hibur Nurul ke Jaswari.


"Iya Nur, makasih udah hibur aku. Ya udah yuk kita ke kelas bentar lagi juga bel," ucap Jaswari. "Ayoo...nanti kita pulang sekolah nonton di rumah kamu aja Jas," ajak Uus biar Jaswari teralihkan ke hal yang lain. "Ah iya tuh ayoo, udah lama juga gak nonton ya," saut Jaswari. "Asyiiik, kita makan-makan di rumah Jaswari," jawab Uus girang. "Kamu tuh ya pikirannya makanan aja," saut Nurul. Mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


Mereka bertiga pun menuju ke kelasnya masing-masing, karena sebentar lagi waktunya masuk kelas. Nurul udah sampe di kelasnya, begitupun Jaswari dan Uus. Jaswari langsung duduk dan mengeluarkan pensil bukunya. Sambil corat-coret gak jelas, Jaswari masih memikirkan perkataan Nurul tadi tentang Santi. "San, aku janji kalau aku nanti ketemu kamu lagi, aku gak bakalan seperti kemarin lagi. Aku akan bersikap biasa-biasa saja aku janji San," gumam Jaswari dalam hati.


# # #


Santi udah sampe di rumahnya sore hari, dia terlihat di teras sedang baca buku majalah. "Nanti aja kalau aku udah selesai ulangan aku akan main ke Tsanawiyah deh, kali aja kangen nya terobati. Kalau sekarang mah masih gak bisa, aku aja pusing sendiri sama jadwal les dan ekskul aku hadeuh badan rasanya remuk tiap hari pulang Maghrib. Apalagi Mba Ami nyuruh lanjutin belajar bahasa Arab lagi," keluh Santi.


Lagi asyik memikirkan Jaswari dan kegiatan yang membuat Santi pusing, Mamahnya muncul dari dalam rumah. "Kamu lagi ngapain San, baca buku apa ngelamun," tegur Bu Eka. Karena melihat Santi pegang buku tapi kok liatnya bukan ke buku yang dipegang. "Eh Mamah, hehee ketahuan deh....nih lagi mikirin baju seragam syar'i yang kemarin Santi ceritain itu. Yang Bapak gak mau jait itu loh," bohong Santi.


Mana mungkin Santi bilang lagi mikirin Jaswari, hihihi. "Kamu gak usah mikirin hal itu neng, nanti juga lama-lama mau. Lagian kamu sih mintanya kemarin gak liat situasi. Kan bapak kemarin lagi gak enak badan," tutur Bu Eka. "Iya Mah, nanti Santi coba ngomong lagi sama Bapak kalau udah enak situasi hatinya," jawab Santi.


"Ya udah masuk ke dalam gih, gak bagus sore-sore masih ada di luar rumah," ucap Bu Eka. "Iya Mah ini juga bentar lagi masuk," saut Santi. "Huuuh, andai aja sekarang aku bisa ke rumah Jaswari. Kenapa aku jadi kangen gini sih," prustasi Santi gak abis pikir.


"Ayo Santi kamu gak boleh goyah, katakan no sama yang namanya 'PACARAN'..." Santi ngomong sendiri dan meyakinkan pada dirinya sendiri. "Jangan kemakan omongan sendiri, nanti kamu diledek dan diceramahi habis-habisan," Santi menasehati diri sendiri. "Kamu pasti bisa, kalaupun nanti kamu ketemu sama Jaswari, kamu pasti bisa mengatasi rasa ini," gumam Santi menghela nafas panjang.


Santi pun merapikan majalah yang dibaca olehnya tadi dan masuk ke dalam rumah. Ketika Santi hendak masuk dan buka pintu, Bu Nolis bibinya Santi datang. "Assalamu'alaikum..." seru Bu Nolis. "Waalaikumussalam, eh ada bibi," jawab Santi langsung cium tangan bibinya. "Kamu lagi ngapain San?" tanya Bu Nolis. "Hehee, gak lagi ngapa-ngapain kok Bi, cuma lagi baca-baca aja," jawab Santi nyengir.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2