Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
37. Les Dulu


__ADS_3

"Eh Jas, tadi ngobrol berdua berani, giliran di suruh ngungkapin perasaan di depan kita-kita malah keringet dingin," celetuk Rifa yang dari tadi gak komen. "Bukan nya gak berani, kan ngucapin begitu harus ada persiapannya, gak kayak ngobrol biasa," elak Jaswari. "Alah ngeles aja kamu Jas," cibir Uus kesel karena rencananya gak berhasil.


"Kamu kenapa sih sama aku hari ini, kayaknya gimana gitu," saut Jaswari. "Ya abis aku tuh gemes aja ama kamu, dari dulu gak ada action sama sekali," tutur Uus, "He'eh tuh Jas, nanti disalib ditikung ama yang lain nyesel loh," kompor Sugeng. "Iya tuh betul Jas," saut Nurul dan Susan yang baru aja masuk ke dalam rumah, langsung ikut nimbrung. "Hadeuh kalian nih ya, kalian sih enak cuma ngomong doang, lah aku yang ngelakuin, gugup tau," curhat Jaswari. "Lagian nih ya, aku tuh lagi pendekatan dulu ama Santi, sabar kenapa," ujar Jaswari.


Mendengar penuturan Jaswari, teman-temannya pun akhirnya pasrah gak maksa Jaswari lagi. Dan mereka pun ngelanjutin nonton yang tertunda tadi sambil menikmati rujak yang dibuat oleh para cewek. Setelah dua jam nonton film sambil rujakan, akhirnya film pun selesai. Mereka pada pulang karena udah menjelang sore. "Rif, aku pulang dulu ya, makasih nih rujaknya enak," tutur Uus. "Iya Rif sering-sering aja kayak gini celetuk Sugeng. "Iya Sono pada pulang, kalian mah kalau ke sini pasti ngabisin cemilan aku," usir Rifa. "Hehehe, pastilah kan gratis Rif," saut Heri ketawa.


"Jas, kamu gak pamit tuh ama Rifa? dari tadi diem aja," ucap Susan terkekeh. "Nyawanya udah kebawa ama Santi kali ya diem Bae," celetuk Uus. "Ck..kalian ini, udah ah aku mau pulang juga, Assalamu'alaikum...," ucap Jaswari ngeloyor keluar rumah duluan. "Dih tu bocah ninggalin kita, ayo Us, Her pulang...," ajak Sugeng. "Rif, kita pulang ya!!" seru Sugeng, Uus dan Heri. "Iya, Waalaikumussalam..," jawab Rifa. "Aku juga pulang Rif," saut Nurul. "Lah kamu ikut pulang sekarang juga Nur?" tanya Susan. "Iya Sus, tadi aku dipesenin Bapak agar ashar udah pulang," saut Nurul. "Ouh gitu, ya udah hati-hati ya Nur!" ujar Rifa. "Assalamu'alaikum..." kata Nurul sambil menuju keluar rumah Rifa. "Waalaikumussalam..." jawab Rifa, Susan dan Dewi.


# # #


Santi udah sampai di tempat les, dan di sana udah ada Murni dan Pipit juga. "Eh San, kirain aku gak jadi les," tutur Murni. "Jadilah, belum terlambat kan aku?" tanya Santi pelan. Dan Santi langsung duduk di kursi kosong samping Murni. "Belum San, belum pada dateng semua kok," jawab Pipit. "Ah syukur deh, aku udah deg-degan aja takut telat," saut Santi.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, yang lainnya pun masuk dan yang terakhir adalah Bu Mehta. Setelah semua duduk, Bu Mehta langsung mulai materi les fisikanya dengan memberikan 2 buah soal. Santi dan yang lainnya pun menyelesaikan soal yang diberikan Bu Mehta. Lima Belas menit kemudian, Bu Mehta bicara. "Ya gimana udah ada yang selesai," tanya Bu Mehta. "Udah Bu," Pipit unjuk tangan. "Bagus, coba kamu tulis jawaban kamu di papan tulis Pit!!" perintah Bu Mehta.


Pipit pun ke depan menulis jawaban dari kedua soal yang diberikan tadi. Setelah Pipit selesai menulis jawabannya, Bu Mehta pun memeriksa nya. "Ya jawaban Pipit udah betul semua ya, yang masih salah jawabannya dibetulkan dulu yah!!" perintah Bu Mehta. "Nanti kalau udah selesai baru Ibu jelaskan!!" titah Bu Mehta.


Setelah memberi waktu menulis jawaban yang benar, Bu Mehta pun menjelaskan dua soal yang diberikannya tadi. "Oke karena udah semua menulisnya, sekarang waktunya mendengarkan penjelasan Ibu, semua fokus alat tulis dan bukunya disimpan dulu," titah Bu Mehta. Dan mulailah Bu Mehta menjelaskan dengan rinci, sampai semuanya faham dengan dua soal yang diberikan. Dan soal tadi itu materinya mengenai Besaran Pokok.


Setelah mengerjakan soal dengan materi yang sama sebanyak lima soal. Les sore hari ini pun diakhiri. Bu Mehta pun mengakhiri pertemuan sore ini. Dan bergegas keluar ruangan.


"Hey, malah senyum-senyum sendiri gitu," tegur Pipit. "Eh, hehehe gak apa-apa Pit, cuma inget kejadian tadi aja," saut Santi malu ketahuan PIpit senyum-senyum sendiri. "Hayo abis ketemu siapa nih curiga," todong Murni. "Ya ketemu teman-teman, kan tadi udah dibilangin," ucap Santi. "Aahh aku tau nih abis ketemu gebetan yah," tebak Pipit. "Mana punya aku gebetan Pit, hehehe," elak Santi. "Ck, gak percaya aku kalau kamu gak punya gebetan," cecar Murni. Santi hanya tersenyum menanggapi celotahan temannya itu.


"Udah ah, yuk kita pulang nanti keburu kesorean nyampe rumah malem deh," ajak Santi. "Ayoo..." " jawab Murni dan Pipit barengan. Mereka lalu keluar ruangan les, dan pulang ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


# # #


Santi udah di dalam angkot menuju pulang. Di perjalanan masih di dalam angkot, pas lewat rumah Jaswari, Santi melihat Jaswari dan Sugeng lagi ngobrol di pinggir jalan. "Eh itu Jaswari sama Sugeng lagi pada ngapain tuh," ucap Santi kepo. tau nya mereka berdua mau naik angkot juga. Dan berhentilah angkot yang dinaiki oleh Santi. Jaswari dan Sugeng pun naik angkot tersebut. Mereka berdua belum menyadari kalau di angkot itu ada Santi.


Akhirnya Santi pun menegur mereka berdua. "Hai Jas, Geng, mau pada kemana nih sore-sore?" tanya Santi. Replek kedua orang itu menoleh ke arah suara. "Eh kamu San, mau ke pasar ada yang mau dibeli, biasa disuruh Mamah," jawab Jaswari kaget sekaligus senang. "Ouh..," saut Santi. "Loh kamu San, baru pulang jam segini dari tempat les," ujar Sugeng. "Iya nih, baru pulang hehee udah biasa aku mah Geng," keluh Santi. "Gak cape apa San?" tanya Jaswari penasaran. "Ya kalau cape udah pasti Jas, tapi mau gimana lagi, harus nerima konsekwensinya," saut Santi pasrah. "Jangan terlalu cape San, nanti kamu sakit lagi," tutur Jaswari perhatian. "Ya Jas, makasih Insya Allah masih bisa jaga kondisi kok tenang aja," saut Santi memberikan senyuman manis ama Jaswari. "Eheemm..." Sugeng berdehem. "Kenapa Geng?" tanya Jaswari yang tau maksud teman di sebelahnya itu. " Ah gak, nih tiba-tiba tenggorokan aku gatel," saut Sugeng terkekeh. Santi pun yang tau maksud Sugeng hanya tersenyum aja dan fokus liat jalanan lagi.


"Eh Geng, aku mau nganter Santi ya ampe rumahnya, yang belanja kamu aja sendiri bisa kan?" pinta Jaswari penuh harap. "Hmmm, kamu nih kalau ada maunya aja, ya udah sana lagian kasian tuh Santi kayaknya udah cape banget," tutur Sugeng mengiyakan permintaan Jaswari.


"San, aku temenin pulang ya!" ujar Jaswari. Santi yang di tanya oleh Jaswari langsung nengok. "Eh, iya boleh tapi katanya tadi mau ke pasar?" Santi balik nanya. "Nanti pulang nganter kamu, kamu gak keberatan kan?" saut Jaswari. Santi hanya menganggukkan kepalanya. Sugeng yang melihat adegan itu hanya geleng-geleng kepala.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2