Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
47. Ada Yang Curhat Nih (2)


__ADS_3

Aku hanya takut dia marah dan kecewa aja La, atas jawaban aku, karena aku melihat kekecewaan itu di wajahnya," ucap Santi. "Aku rasa Jaswari memahami itu San, menurutku dia gak akan marah sama kamu," saut Tila. "Begitu yah, mudah-mudahan aja La," ucap Santi mengharap. "Aku hanya malu dan takut kalau nanti ketemu sama Jaswari harus seperti apa, pasti akan lebih dag dig dug nih jantungku hadeuuh..." Santi menutup mukanya karena malu.


Tila tertawa geli karena melihat mukanya Santi memerah karena malu akibat perkataannya sendiri. "Kamu tuh lucu San, ya wajar lah kalau orang jatuh cinta ngomong seperti itu, gak usah malu," tutur Tila. "Ah udah ah jangan ngomongin itu, gak ada orangnya aku udah deg-degan La...ganti topik aja deh," pinta Santi. "Ya udah mau curhat apalagi?" tanya Tila. "Aku mau curhat tentang rencana kita bikin baju seragam yang dibikin syar'i aja La," jawab Santi.


"Memang kenapa? ada masalah juga dengan itu San?" selidik Tila penasaran. "Iya La, aku udah ngomong ini ke Bapak, tapi tanggapannya mengecewakan, aku gak diijinin bikin baju seragam syar'i-nya La," saut Santi sedih. "Apa kamu udah usaha maksimal , jangan patah semangat gitu dong, harus terus mencoba di diskusiin sama bapak dan Mamahku, atau ada keluargamu San yang bisa menjahit, coba aja minta tolong buat jahitin seragammu," jawab Tila memberi ide.


"Aahh iya kenapa aku gak kepikiran ke arah situ sih, waah makasih La idemu," ucap Santi sumringah langsung memeluk temannya itu. "Jadi masalah baju udah terpecahkan nih," ucap Tila tersenyum. "Iya La, udah selesai," saut Santi mengangguk senang. "Oke kalau gitu sekarang tinggal cerita ke Nurul tentang Jaswari, ya kan?" ujar Tila mendikte. "Iya La, aku gak lupa, nanti pasti aku cerita," saut Santi manyun.


Tila terkekeh melihat Santi memasang wajah seperti itu. "Kenapa wajahmu San, apa kamu gak suka kalau aku ingetin hal itu!" ucap Tila. "Bukannya gak suka La, tapi aku takut kalau Nurul ngambek," jawab Santi. "Lebih baik Nurul ngambek daripada kamu gak cerita tentang Jaswari ke dia," nasehat Tila. "Oke deh," jawab Santi pasrah.


# # #


Sekarang udah jam tiga sore, Nurul, Susan, Jaswari, Sugeng dan Uus terlihat keluar dari gerbang sekolah. Mereka baru saja pulang ekskul PMR, dan mereka mau mampir ke rumah Rifa.

__ADS_1


Mereka udah berada di rumah Rifa, dan sedang duduk di ruang tamu. "Nur, kamu merasa gak sih kalau akhir-akhir ini Jaswari keliatan beda," selidik Susan. "Iya Sus, aku juga merasa begitu, lebih tepatnya setelah dia main dari rumahku sebulan yang lalu," saut Nurul. "Hmmm begitu ya, apa kamu mencurigai sesuatu?" tanya Susan. "Aku pikir telah terjadi sesuatu antara Jaswari dan Santi, tapi aku gak tau apa, soalnya Santi pun gak cerita apa-apa sama aku," jawab Nurul.


Di sisi yang lain, Jaswari sedang ngobrol sama Sugeng dan Uus. "Jas, kamu udah ketemu lagi dengan Santi?" tanya Uus. "Belum Us, kenapa memangnya?" tanya Jaswari balik. "Ya gak apa-apa, memang gak kangen kan kalian udah jadi teman rasa pacar, hehee," ledek Sugeng. "Ck kalian ini, nyesel aku cerita sama kalian, tiap hari ledekin aku teruus," saut Jaswari.


Rifa terlihat dari arah dapur dan menghampiri Susan dan Nurul. "Yah gimana nih aku lupa beli cemilan, barusan aku periksa di lemari makan, cemilannya udah abis," ucap Rifa. "Ya udah biar aku aja yang beli cemilannya di warung," saut Nurul. "Wah bener nih, ucap Rifa senang. "Iya sini mana uangnya, soalnya aku gak ada uang lebih," ucap Nurul.


Rifa pun mengeluarkan uang dari saku bajunya dan memberikannya kepada Nurul. Setelah uang berpindah tangan, Nurul pun beranjak dari duduknya, dan langsung pergi ke warung yang ada di dekat sekolahan.


"Nurul mau ke mana Sus?" tanya Jaswari. "Mau ke warung, kenapa nanya-nanya, mau ngikut?" saut Susan. "Yaelah ketus amat jawabnya, gak boleh memang kepo dikit," ucap Jaswari. semua pun tertawa mendengar ucapan Jaswari.


# # #


Di warung, terlihat Nurul sedang memilih cemilan yang mau dia beli. Setelah memilih dan dapat cemilan yang dipesan Rifa, Nurul pun membayar belanjaannya. Ketika hendak keluar dari warung, Nurul melihat Santi sedang berjalan kearahnya. Setelah beberapa saat akhirnya Santi ada di hadapan Nurul.

__ADS_1


"Hai Nur, kok masih di sini sih, apa abis ada kegiatan ekskul ya?" tanya Santi setelah mengucapkan salam. "Iya nih, abis ekskul PMR San, dan sekarang lagi pada main di rumahnya Rifa," tutur Nurul. "Ouh gitu," saut Santi. "Ya udah kamu ikut aku ke rumah Rifa aja yuk, di sana juga ada yang lain loh," ucap Nurul. "Hmm gimana ya..." jawab Santi ragu. "Ayolah... bentar kok, aku juga paling jam empat udah pulang," ajak Nurul. "Ya udah deh ayoo, aku ikut," saut Santi akhirnya.


Di rumah Rifa...


"Ini yang beli cemilan kemana dulu sih, lama bener ya," protes Uus. "Udah sabar kenapa, paling bentar lagi nyampe," jawab Rifa. Dan benar saja, Nurul bersama Santi pun datang. Yang lain pada kaget juga senang melihat Santi bersama Nurul. "Loh kok bisa sama Santi sih Nur?" tanya Susan. "Iya tadi aku gak sengaja ketemu Santi di warung," jawab Nurul. "Loh kok bisa ketemu di warung, memang kamu dari mana San?" tanya Sugeng. "Hehee, aku kebetulan abis main dari rumah bibinya Tila, Geng. Biasalah lagi kangen dan ada sedikit diskusi," jawab Santi. "Oouuhh...." saut semuanya bersamaan.


"Kebetulan banget ya, hari ini bisa ketemu lagi," ucap Uus. "Hehee iya Us, gimana kabar semuanya pada sehat kan?" tanya Santi basa-basi. "Iya San, kami semua baik," jawab Susan. Santi dari tadi berusaha menghindar supaya gak bertatapan dengan Jaswari.


"Ouh ya San, kamu kok belakangan ini jarang main ke rumahku sih!" ucap Nurul. "Iya Nur, maaf ya aku lagi sibuk di rohis nih, kebetulan lagi ada acara, paskibra juga kemarin lagi sering latihan persiapan lomba Nur, maunya sih nyantai di rumah, tapi apa boleh buat, hadeuh kok aku jadi curhat sih," ucap Santi terkekeh. "Ouh pantes, terus ini kok bisa main ke rumah Tila, apa hari ini gak ada kegiatan," selidik Susan. "Iya Sus, hari ini lagi gak ada kegiatan ekskul, makanya aku sempetin main sama Tila, dan rencananya nanti abis Maghrib juga mau ke rumah Nurul, soalnya udah kangen hehee, eh malah ketemu di sini," tutur Santi terkekeh.


"Iya nih, tadi Nurul juga bilang kangen kamu, udah lama gak main katanya," saut Susan. "Cuma Nurul nih yang dikangenin, ke yang lain gak!" celetuk Uus yang jailnya keluar. "Hehee, iya Us sama yang lain juga kangen dong," jawab Santi yang belum sadar kemana arah bicara Uus. "Tuh Jas, katanya Santi juga kangen sama kamu," saut Uus yang berhasil dengan pertanyaan jebakannya.


Jaswari yang juga baru sadar kalau Uus sedang ngeledek dia dan Santi, reflek memukul bahunya Uus. Dan Santi tentu saja sangat malu dan merasa gak enak kalau teman-temannya tahu kalau telah terjadi sesuatu antara dia dan Jaswari. Untuk menetralisir itu Santi mengambil botol minumnya di dalam tas.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2