Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
2. Yeah Jadi Juara


__ADS_3

Sebulan sudah Santi belajar di sekolah tsanawiyah ini. Alhamdulillah berjalan lancar, Santi pun sudah punya teman baru. Dan ternyata temen SD nya pun ada juga yang sekolah di sini, jadi dia tidak begitu sulit menyesuaikan diri. Termasuk keponakannya Santi yaitu Firman, dia juga sekolah di Tsanawiyah ini. Tapi Santi tidak sekelas dengan Firman. Firman itu cucu dari kakak perempuannya Bapak Santi. Firman juga, dulu satu SD dengan Santi. Jadi kalau masalah sosialisasi dengan teman baru, Santi tidak ada masalah untuk menjalaninya.


Begitupun dengan Jaswari, walaupun belum banyak teman tapi dia tidak merasa sulit bersosialisasi dengan teman-teman barunya. "Hai Jas, kamu udah datang dari tadi yah," tanya Budi. "Gak kok aku juga baru aja datang Bud," jawab Jaswari. “Jas, kamu tidak apa-apa kan duduk sebangku denganku” tanya Budi. “ Gak lah Bud...aku malah seneng bisa sebangku sama kamu” ucap Jaswari. “Semoga aja kita bisa jadi teman baik ya Bud” kata Jaswari lagi. “Ya Jas, Aamiin,” ucap Budi mengangguk tanda setuju dengan perkataan Jaswari tadi. Budi adalah teman baru Jaswari sekaligus teman sebangkunya.


Di kelas 1A ini Santi dan Jaswari satu kelas, tapi mereka belum begitu kenal. Tempat duduk mereka terhalang satu baris, tapi mereka duduk di bangku paling depan. Jadi mereka di kelas tidak begitu jauh tempat duduknya. Yang sering menegur diantara keduanya adalah Santi, karena Jaswari itu orang nya pemalu jadi jarang bicara.


Walaupun di Tsanawiyah pelajarannya banyak sekali, tapi Santi maupun Jaswari tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Jaswari dan Santi sama-sama bisa mengikutinya, apalagi Santi punya teman sebangku yang suka membantunya, orangnya baik banget. Namanya Tila Rahmatillah, dia itu anaknya supel, baik, dia mudah akrab dengan siapa saja. Karena Tila tinggal di desa yang berbeda dan jauh dari sekolah, maka Tila tinggal di asrama sekolah. Dengan kata lain Tila mondok di pesantren YLPI. Tila masuk ke Tsanawiyah ini karena disuruh sama orang tuanya, bukan karena pilihan nya sendiri. Walaupun Tila terpaksa sekolah di sini dan tinggal jauh dari keluarganya, tapi dia berani menjalaninya. Keren kan Tila mandiri banget anaknya.


“Tila, Kamu punya pulpen lebih gak? punya aku pulpennya habis nih,” kata Santi. “Ouh ya ada San, tapi pulpen yang ada di tempat pensil warna tintanya biru, gak apa2 kan San?" tanya Tila. “Ouh ya La nggak pa2, aku pinjam dulu boleh ya..” saut Santi. “Ya boleh San, pakai saja...ada di tempat pensil ambil aja San,” ucap Tila. “aku masih ada yang lain kok buat dipake,” ucap Tila lagi. “Soalnya pulpen cadanganku tertinggal di rumah, tadi pagi aku lupa memasukkan nya lagi ke dalam tempat pensil aku," Santi menjelaskan. Mereka berdua pun serius dengan tugas pelajaran hari ini.

__ADS_1


Pelajaran hari ini pun alhamdulillah lancar bisa diikuti oleh Santi, begitupun dengan teman-teman yang lain. Bel pulang sudah berbunyi tanda pelajaran sudah selesai, Pak Usman menyudahi pelajarannya, dan kami pun baca doa pulang.


# # #


Tak terasa satu caturwulan sudah berlalu, seminggu lagi pengumuman raport Santi dan teman-teman di sekolah. Santi dan Tila terlihat duduk di depan mesjid sekolah, sedang ngobrolin nilai raport yang besok akan mereka terima. “Tila... kira-kira hasil raport kita bagus gak yah..” Santi memulai percakapannya. “Iya San..aku deg-degan nih nunggu hasilnya, semoga aja kita dapat nilai bagus ya” jawab Tila. “Sama La....aku juga deg-degan takut hasilnya jelek nih...” timpal Santi. “Di kelas kita kan saingannya lumayan berat, anaknya yang punya sekolah La...” tambah Santi sedikit cemas. “Iya betul tuh San...Hanny kan pintar, pasti nilai raport dia, semunya bagus-bagus” Tila mengiyakan perkataan Santi. Obrolan mereka berdua terhenti ketika bel masuk berbunyi.


Mereka berdua pun masuk kelas bersama-sama, tanpa sadar ada yang memperhatikan mereka berdua dari belakang. Siapa yang memperhatikan mereka?...ternyata Jaswari. Jaswari dan Budi ada di belakang Santi dan Tila.


Semua siswa kelas 1A sudah masuk semua, mereka sedang menunggu Pak Guru datang. Hari ini pelajaran Matematika, yang mengajar bidang studi ini adalah Pak Usman. Pelajaran matematika tuh kata anak-anak pelajaran yang susah dan bikin pusing bangeet. Heeheehee. Tapi Santi tidak seperti itu, Santi menganggap semua pelajaran itu penting. Asal ada kemauan di situ pasti ada jalan begitu pepatah mengatakan. Sama hal nya dengan pelajajaran Matematika walau sulit tapi jika kita berusaha pasti lama-lama akan bisa dan terbiasa. Hari ini Materi yang dibahas tentang bangun ruang, dan Pak Usman memberi soal di buku LKS untuk dikerjakan dan dikumpulkan kalau sudah selesai.

__ADS_1


# # #


Tibalah waktunya, hari ini Santi dan teman-temannya akan menerima hasil raport mereka di cawu pertama. Bagi Santi hari ini sangatlah menegangkan, bagaimana tidak ketika dia masih di bangku SD dia selalu masuk 5 besar. Makanya hari ini Santi sangat takut kalau hasil raportnya tidak sebaik ketika dia SD.


Setelah beberapa lama akhirnya raport Santi sudah berada di tangan Pak Kuswandi. Dengan sedikit berlari karena udah gak sabar melihat hasil raportnya, Santi menghampiri Bapaknya, dan menanyakan nilai raportnya. “Bagaimana Pak, hasil raport Santi bagus tidak” Santi langsung menodong pertanyaan kepada bapaknya. “Maunya Santi hasilnya bagaimana..!” Pak Kuswandi malah balik bertanya bikin Santi tambah penasaran. “Iiih bapak bukannya dijawab pertanyaan Santi, malah nanya lagi, cepet Santi dah nggak sabar nih ingin tau hasilnya” Santi merengek manja sama bapaknya. “Oke oke yang tidak sabar ingin tahu, nih alhamdulillah hasilnya bagus San, bapak bangga sama kamu, malah kata Pak Guru jumlah nilai raportmu paling tinggi di antara teman-teman sekelasmu, waah selamat ya, anak bapak memang hebat” Pak Kuswandi memeluk Santi. “Jadi aku rengking ya Pak...!” Santi sedikit tak percaya dengan apa yang didengarnya. “Ya San....kamu rengking pertama” Pak Kuswandi mengacungkan dua jempolnya. “Yeeeeaaaah....asyiiiik....!!” teriak Santi senang sambil loncat-loncat. "Hus jangan teriak-teriak, mana ada anak gadis teriak seperti itu," saut Pak Kuswandi. "Hehee, iya Pak abis seneng banget," saut Santi nyengir. “Semoga saja kamu bisa mempertahankan prestasimu ya nak !” ucap Pak Kuswandi penuh harap. “Aamiin Yaa Allah,” jawab Santi sambil menengadahkan kedua tangannya.


Semenjak hari itu Santi tambah semangat lagi untuk lebih dan lebih rajin lagi belajarnya. Dan Santi yakin akan bisa lebih baik ke depan nya. Supaya prestasi di sekolah di cawu berikutnya, Santi bisa lebih bagus lagi dan ditingkatkan lagi. Semangaaaat...


semoga kalian suka dengan episode ini dan maaf kalau masih banyak kata yang salah

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2