Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
57. Beli Kaset Nasyid


__ADS_3

"Heeeh jangan ngeledek terus, aku gak pinjemin buku biologinya nih," ancam Jaswari. "Yah jangan gitu dong Jas," saut Uus lesu. "Iya Us gak kok, tenang aja," saut Jaswari. "Udah ah aku pulang dulu, jangan lupa besok kita ketemu ngerjain tugasnya ya, Assalamu'alaikum.." pamit Jaswari. "Waalaikumussalam, Oke Jas siap, besok kita ngerjain di sini," jawab Sugeng. Jaswari pun pulang ke rumahnya, sedang Uus masih di rumah Sugeng.


Sesampainya di rumah, setelah ngucapin salam, Jaswari langsung masuk kamar. Karena belum mandi, Jaswari langsung mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi. Setelah aktivitas mandi selama dua puluh menit, jaswari pun keluar dari kamar mandi dan masuk menuju kamarnya untuk memakai pakaian. Masih ada waktu menjelang adzan Maghrib, digunakan Jaswari untuk rebahan di kasur. "Ah senengnya hari ini, akhirnya kangen aku terobati, tapi kenapa bisa kebetulan ya, aku dan Santi sama-sama ingin ketemu," gumam Jaswari senyum-senyum sendiri. "Untung barusan aku gak kena omel mamah, karena pas aku nyampe rumah sedang ada Pak RT, heheee" ucap Jaswari sambil melihat langit-langit.


"Ah semoga saja lain kali aku bisa ketemu Santi lagi," ucap Jaswari berharap. "Sebenarnya tadi itu sangat kurang, masih ingin ngobrol sama Santi tapi memang udah sore, jadi mau gak mau Santi nya pulang deh," gumam Jaswari ngomong sendiri. "Ah sudah lah Jas, besok-besok pasti bisa ketemu lagi, kan buku biologi Santi masih ada di kamu," oceh Jaswari sendiri. "Mending wudhu dulu deh, udah adzan nih," ucap Jaswari ngomong sama dirinya sendiri. Karena memang adzan Maghrib udah terdengar.


Seminggu kemudian...


Pagi-pagi Santi udah terlihat rapi, karena hari ini dia rencananya mau ke rumah Widi. Santi janjian sama Widi untuk pergi ke toko kaset. Dari sebelum libur Santi memang ingin membeli kaset nasyid. Kebetulan Widi juga mau membeli kaset nasyid juga.


Sekarang jam menunjukkan pukul 8 pagi, Santi mencari Mamahnya. Setelah menemukan Mamahnya di teras rumah, Santi pun pamit. Bu Eka udah tau kalau anaknya itu akan main ke rumah Widi karena semalem udah ijin. "Kamu mau pergi sekarang San?" tanya Bu Eka. "Iya Mah, biar nanti mainnya puas, hehee," jawab Santi nyengir.


"Kamu tuh ya, mentang-mentang masih libur sekolah, ya udah hati-hati, jangan pulang terlalu sore ya," pesan Bu Eka. "Iya siap Mah," saut Santi sambil hormat sama Bu Eka. Melihat tingkah anaknya, Bu Eka hanya geleng-geleng kepala. "Aku berangkat Mah, Assalamu'alaikum..." salam Santi sambil mencium tangan Bu Eka. "Waalaikumussalam..." jawab Bu Eka yang menatap Santi sampai menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Setelah setengah jam, akhirnya Santi udah sampai di depan rumah Widi. Ya Santi tadi terjebak macet di jalan, alhasil perjalanan ke rumah Widi buruh waktu yang lama. Padahal kalau normal mah sepuluh menit dengan naik angkot udah sampe. Untung Santi tadi berangkat pagi, telat sedikit macetnya pasti akan lebih lama lagi.


Sambil mengetuk pintu rumah Widi,  Santi pun mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum, Wid.."seru Santi. "Ya Waalaikumussalam, bentar..."Jawab Widi dari dalam. Widi pun membuka pintu rumahnya, "Eh kamu San, ayo masuk, cepet bener nyampe sininya. Aku aja baru selesai mandi, lagi siap-siap pake baju," tutur Widi. "Hehee, gak apa-apa Wid, santai aja gak usah buru-buru," saur Santi. Ya udah nunggu di kamar aku aja yuk," ajak Widi. "Ayoo.." seru Santi.


Mereka berdua pun menuju kamar Widi yang berada di dekat dapur. "Kamu berangkat dari rumah jam berapa tadi San?" tanya Widi sambil memakai kerudung segi empat di depan cermin. "Jam 8 Wid, untung aku berangkat pagi, coba kalau aku berangkat jam 9 bisa-bisa aku lumutan di angkot karena kena macet," keluh Santi. "Memangnya tadi pagi kena macet ya?" Widi bertanya lagi. "Iya Wid, biasalah di terminal lembur situ, angkotnya pada reseh gak mau ngalah jadinya macet dah. Udah gitu abis lolos dari macet bukannya jalan malah ngetem nyari penumpang, hadeuuh nasib," curhat Santi tepok jidat.


"Dah selesai," ucap Widi sama dirinya sendiri ketika dia selesai memakai kerudungnya. "Ayo San, kita berangkat sekarang aja nyari kasetnya, nanti abis beli kaset kita ke pasar bentaran nyari buah buat ngerujak. Kebetulan hari ini Teh Nisya ada di rumah libur juga, jadi nanti kita ngerujak aja kayaknya seru deh," usul Widi. "Boleh Wid, setujuuu!! seru Santi mengacungkan jempol.


...# # #...


Setelah mendapat dan membayar kaset yang dicarinya, Santi dan Widi pun menuju ke pasar tradisional untuk mencari buah yang akan di rujak. Buah di pasar lebih segar dari pada di swalayan, jadi Widi dan Santi lebih membeli buahnya disana. setelah mendapatkan buah yang diinginkan, mereka berdua pun pulang kembali ke rumah Widi.


"Alhamdulillah, akhirnya nyampe rumah kamu juga Wid, hari ini panasnya lumayan ya, jadi haus deh," ucap Santi setelah sampe di rumah Widi tepatnya sekarang mereka lagi berada di dalam kamar Widi. "Eh iya Teh Nisya mana Wid, katanya ada di rumah?" tanya Santi ketika tersadar belum melihat kakaknya Widi sedari dia ada di rumah Widi. "Ouh teteh, lagi ke warung beli bahan buat bumbu rujak," saut Widi. "Ooouuh.." jawab Santi cuma ber ouh ria.

__ADS_1


"Ya udah yuk buahnya kita cuci dulu terus kita potong-potong," ajak Santi sambil berdiri keluar kamar. Widi pun mengangguk dan mengikuti Santi keluar kamar.


Sekarang mereka berdua sedang berada di dapur, sedang motongin buah buat ngerujak. Sedang asyik motongin buah, Nisya pun bergabung bersama mereka berdua. Dan menyiapkan bumbu rujaknya. Mereka bertiga menikmati siang hari yang panas dengan makan rujak ditemani es teh lemon yang segeeer banget.


Beberapa lama kemudian...


"Wid, aku pulang dulu ya, nih udah jam dua siang soalnya," ucap Santi baru engeh udah mau menjelang sore. "Gak nunggu Ashar dulu di sini?" tanya Widi. "Gak ah Wid, aku masih mau mampir dulu bentar ke rumah Nurul soalnya," saut Santi. "Ouh ya udah deh, hati-hati ya," jawab Widi. Santi pun mengangguk.


...# # #...


Santi terlihat turun dari angkot di seberang rumah Nurul. Ya rumah Nurul memang terletak di pinggir jalan raya. Santi pun menyeberang menuju rumahnya Nurul. "Assalamu'alaikum...Nur..!!" seru Santi ngucapin salam. Terdengar jawaban dari dalam. "Waalaikumussalam..." jawab suara wanita paruh baya, ya dia adalah Ibunya Nurul. "Eh ada Santi, masuk ayoo," ajak Bu Nensih. "Nur nya ada Bu?" tanya Santi sambil mengikuti Bu Nensih ke dalam rumah. "Ada lagi di kamar, masuk aja San," saut Bu Nensih. "Iya Bu makash," Jawab Santi. "Ya udah, Ibu tinggal dulu ke dapur ya," ucap Bu Nensih. Santi langsung mengangguk, Bu Nensih pun pergi ke arah dapur.


Santi langsung mengetuk kamar Nurul setelah Bu Nensih tidak terlihat. "Masuk aja gak di kunci kok..!" suara dari dalam kamar terdengar. Santi pun membuka pintu kamar Nurul, dan terlihat Nurul sedang membaca buku sambil tengkurap. "Duh yang asyik baca, mau ikutan dong," ucap Santi membuat Nurul menoleh ke arah Santi. "Aaahh Santi...aku kangeeennn," teriak Nurul setelah tau siapa yang masuk ke kamarnya. "Hehee, segitu kangennya temenku ini," saut Santi terkekeh sambil membalas pelukan Nurul.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2