
Dan Jaswari, sejak duduk disamping Uus, dia hanya memandang Santi sambil senyum-senyum sendiri. Uus geleng-geleng kepala, gak percaya liat temannya seperti itu. Muncul ide Uus buat menggoda Jaswari. “Heheee, aku mau liat apa reaksi kamu jika aku bilang ini di depan Santi,” batin Uus.
Uus langsung melancarkan aksinya, dan menjawab apa yang jadi ganjalan Santi saat ini. “Kamu mau tau dia kesambet apa San?” tanya Uus yang punya maksud terselubung. Semua langsung nengok ke arah Uus. “"Ya Us," jawab Santi. "Apa? Kamu tau Us,” saut Dewi ikut kepo. Jaswari hanya nyimak aja dari tadi gak ikut ngomong. “Ya aku tau teman kita ini kesambet apaan,” jawab Uus. “Apaa? cepet bilang apaan?” ujar Rani yang juga ikut kepo. “Kesambet haannntuuu, hahahaaa..” tawa Uus pecah seketika. “Gak lucu Us, lagian mana ada hantu di siang bolong, istigfar Us, kamu percaya begituan” ucap Santi kesel. “Eits, tunggu aku belum selesai...dia itu lagi kesambet hantu cintaa...hahahaaa,” tawa Uus kembali pecah.
Jaswari langsung memukul bahu Uus dengan keras. “Aaww, sakit tau Jas, kenapa kamu mukul aku sih,” Ucap Uus pura-pura protes. Jaswari tau temannya itu hanya pura-pura kesakitan. Jaswari menatap Uus dengan tajam. Mendengar apa yang dikatakan Uus, Santi gak percaya, dan langsung menatap Jaswari. “Jangan dengarkan dia San, Uus itu cuma asal ngomong aja, bercanda San” ujar Jaswari sambil arah matanya melotot ke Uus. “Benar juga gak apa-apa kali Jas, gak ada yang larang buat jatuh cinta," saut Nurul. "Menurut teori orang yang sedang kasmaran itu akan sedikit berani," timpal Uus kompor. Jaswari yang dari tadi terlihat tenang udah mulai merasa tersudut.
"Nah iya tuh betul katamu Nur, Tapi benarkah seorang Jaswari bisa jatuh cinta?” tanya Santi gak percaya. “Kenapa, kamu gak percaya San?” tanya Uus balik. Yang lain hanya nyimak tak bersuara. “Bukan begitu, tapi apa dia bisa ungkapin perasaan nya, kamu tau sendiri, dia itu seperti apa,” Santi sedikit ngejek Jaswari. "Dulu pas di Tsanawiyah aja, kalau ketemu aku, kalian tau gimana reaksinya. Tapi kalau memang itu betul akan jadi seru nih Us," tutur Santi tersenyum penuh arti.
Sebenarnya Santi gak benar-benar mengejek Jaswari. Tapi Santi sengaja memancing agar Jaswari ungkapin perasaannya. Jadi Santi tau, siapa yang Jaswari suka saat ini. Dan tentu menghilangkan rasa penasarannya selama ini. Santi tau bahwa dirinya waktu Tsanawiyah dulu pernah suka ama Jaswari, bahkan sampai sekarang. Tapi tidak tau dengan Jaswari, apa dia juga sama seperti Santi atau mungkin Jaswari juga udah lupa akan cinta monyetnya waktu Tsanawiyah dulu. Dan mungkin Jaswari memang lagi suka sama teman satu sekolahnya, itu yang disimpulkan Santi.
__ADS_1
“Eh siapa bilang kalau aku gak berani ungkapin perasaanku kalau aku nanti suka ama seeorang?” saut Jaswari tak terima apa yang dikatakan Santi. “Yes, bagus kamu kepancing Jas,” batin Uus. “Yaelah gitu aja kesinggung, biasa aja kali Jas, kenapa jadi kamu yang serius sekarang , kita kan dari tadi cuma bercanda” ucap Santi tersenyum geli. “Bener kamu berani ungkapin perasaan kamu Jas?” tanya Uus. “Kenapa emangnya?” Jaswari balik bertanya. “Kalau berani, sekarang kamu ungkapin perasaan kamu!!” pinta Uus.
Yang lain pun baru sadar apa yang sedang Uus lakukan. “Setujuuu!!” jawab semua yang ada di sana kompak kecuali Santi. Karena Santi belum tau siapa yang disukai Jaswari saat ini. “Ya Allah..kenapa aku baru sadar Uuus, dari tadi kamu ituu..” Jaswari gak melanjutkan karena merasa terjebak dengan perkataannya tadi. “Emang enak...” Uus tertawa puas melihat Jaswari bingung dan prustasi seperti itu.
“Ayo Jas, cepet katanya berani, mumpung waktunya pas nih,” kompor Sugeng. Jaswari makin panik, keringet mulai muncul di dahinya. Santi yang melihat hal itu, spontan ngambil air minum dan memberikan kepada Jaswari. “Kamu kenapa Jas? nih minum dulu!” pinta Santi. Jaswari melihat Santi udah berada di sampingnya tambah gugup. “Hey, kok malah bengong, ini minum dulu," ucap Santi. "Tadi katanya berani, sekarang malah keringatan gini, belum juga ngomong ama orangnya," cerocos Santi.
Jaswari mengambil air minum dari tangan Santi dan meminumnya. Lumayan sedikit mengurangi rasa gugupnya. "Emang siapa sih yang kamu suka, aku juga jadi kepo nih,” ucap Santi lagi. Seketika semua yang ada di situ tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Santi.
Jaswari makin merasa tak aman karena terjebak dengan situasi ini. "Awas aja ya Us," batin Jaswari, kesel dengan apa yang dilakukan Uus. "Eh bentar kalian nyuruh Jaswari ungkapin perasaannya sekarang, emang orangnya mau ke sini ya?" tanya Santi baru sadar. "Ya orangnya lagi main ke sini San," tawa Uus. "Yah, tapi aku sekarang mau pulang nih, gak liat dong Jaswari nyatain perasaannya," ucap Santi yang belum engeh apa yang dikatakan Uus. Bahwa orang yang disukai Jaswari itu adalah Santi sendiri.
__ADS_1
"Loh emang kamu mau kemana San? ini kan masih jam 2," ujar Susan terlihat sedih. "Duh maaf ya Sus, aku ada jadwal les fisika jam 3 nih, jadi aku harus pergi sekarang takut nanti kena macet di jalan," terang Santi. "Yaaahh, padahal masih kangen San," saut Rani yang terlihat sedih juga. "Ya Ran maaf ya, abis gimana dong, nanti deh lain waktu ya aku main ke sini lagi," ucap Santi tersenyum manis. "Alhamdulillah, selamet deh kalau Santi pergi sekarang," batin Jaswari menghela napas.
"Jadi gak denger Jaswari nyatain perasaannya nih," pancing Uus biar Santi gak jadi pergi. "Ya kayaknya Us, nanti aku nanya Nur aja hehee," jawab Santi tanpa curiga bahwa dialah orang yang Jaswari sukai. "Ya udah kalau mau pergi sekarang, hati-hati ya San di jalan," tutur Nurul. "Ya Nur siap, makasih ya semuanya, seneng banget hari nih bisa ngumpul ama kalian semua," ujar Santi sambil menyalami satu persatu temannya. Setelah selesai Santi langsung mengambil tasnya di kursi dan ngucapin salam. "aku pamit yah, Assalamualaikum...." ucap Santi setelah berada di luar rumah Rifa. "Waalaikumussalam...." jawab semuanya.
Nurul dan Susan yang mengantar Santi sampai ke depan rumah. Santi melambaikan tangannya ke arah Susan dan Nurul dan menuju ke jalan raya. Setelah Santi tak terlihat, Susan dan Nurul pun kembali ke rumah Rifa.
"Yah gak seru nih, gagal deh jebakan aku," ucap Uus sepeninggalan Santi. "Iya nih, kamu beruntung Jas, Santi nya keburu pergi," timpal Sugeng yang sependapat dengan Uus. "Betul tuh, beruntung kamu Jas, padahal dikit lagi tadi tuh," gemes Heri. "Ck ck ck kalian yah bersenang-senang di atas penderitaan teman sendiri," ujar Jaswari geleng-geleng, gak nyangka temannya hari ini kompak ngerjain dirinya.
"Eh Jas, tadi ngobrol berdua berani, giliran di suruh ngungkapin perasaan di depan kita-kita malah keringet dingin," celetuk Rifa yang dari tadi gak komen. "Bukan nya gak berani, kan ngucapin begitu harus ada persiapannya, gak kayak ngobrol biasa," elak Jaswari. "Alah ngeles aja kamu Jas," cibir Uus kesel karena rencananya gak berhasil.
__ADS_1
bersambung.....