
Seminggu kemudian....
Santi udah berada di depan gerbang sekolah. Dia berlari kecil menuju ke kelasnya, ya dia baru saja sampe. Hari ini Hari Senin, seperti biasa upacara bendera. Dan hari ini yang kebagian jadi petugas upacara adalah kelasnya Santi. Makanya Santi tadi buru-buru lari takut telat. Soalnya mau gladi bersih dulu di lapangan sebentar.
Setelah 20 menit latihan di lapangan, semua petugas upacara siap untuk melaksanakan upacara. Gak lupa mengecek kelengkapan upacara takut masih ada yang tertinggal. Begitupun dengan Santi dia udah berada di posisi bersama teman-temannya yang akan mengibarkan bendera. Ya Santi hari ini bertugas mengibarkan bendera.
Bel masuk berbunyi, para siswa pun berlari ke lapangan untuk melaksanakan upacara bendera. "Semoga nanti pas ngibarin bendera lancar dan gak kebalik, Aamiin..!" batin Santi berdo'a. Santi bertugas menggerek bendera nanti, jadi dia berdiri di sebelah kiri.
Upacara dimulai, semua siswa mengikuti dengan hidmat. Walaupun pagi ini cuaca sedikit panas, tapi gak mengurangi semangat Santi dan teman-teman untuk mengikuti upacara bendera.
...# # #...
__ADS_1
Kelas Jaswari udah bubar, begitupun dengan kelas Nurul. Nurul berpapasan dengan Jaswari di depan kelas Jaswari. "Udah keluar juga kamu Jas," sapa Nurul. "Iya Nur udah, pelajaran terakhir cuma ulangan aja kok jadi cuma sebentar," saut Jaswari. "Ouh ya kamu udah balikin kasetnya Santi belum?" tanya Nurul mengingatkan. "Ouh iya ya aku lupa, belum Nur," jawab Jaswari. "Ya udah kembalian sana, ini kan udah seminggu lebih kaset itu ada di kamu," tutur Nurul. "Iya Nur, nanti aku kembaliin sendiri ke Santi," saut Jaswari lagi. Nurul pun mengangguk.
Nurul dan Jaswari pun sama-sama jalan menuju ke jalan raya. Di tengah jalan mereka berdua bertemu Uus dan Sugeng yang sedang nunggu Jaswari. "Hadeuh Jas, aku nunggu kamu ampe lumutan nih," ucap Uus lebay. "Hilih lebay kamu Us, kamu aja yang jalannya cepet, jadi kamu sampe sini duluan, tadi soalnya aku ngobrol sebentar sama Nurul," bela Jaswari. "Alesan kamu Jas, bilang aja kamu mau nanyain Santi ke Nurul," ledek Sugeng.
Nurul geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu. "Kalian tuh ya, paling bisa dah kalau udah urusan ledek-meledek Jaswari, tapi memang bener sih tadi kita berdua lagi ngomongin Santi," tutur Nurul. "Hahaa jadi bener, padahal tadi aku cuma canda aja sih asal ngomong, tau nya beneran ya," saut Sugeng. "Memang nih bocah nanya apa Nur?" kepo Uus. "Kepoo...mau tau aja kamu Us," saut Jaswari cepat. "Boleh, nanti aku kasih tau, tapi traktir aku minum dingin dulu yah, baru aku kasih tau," kilah Nurul.
"Yah kamu gak asik Nur, masa harus ada pajaknya sih, uang aku lagi abis nih cuma pas buat ongkos," ucap Uus tetep bujuk Nurul. "Yeeh itu mah deritamu lah Us, wleeek...!" saut Nurul. Mereka semua udah sampe di pinggir jalan, dan kebetulan juga angkot kosong berhenti. "Dadaaah Uus, kita pulang duluan yaa...!" ejek Nurul yang langsung masuk ke dalam angkot. "Kalian curang banget nih, bukannya nunggu aku naik angkot dulu, malah ditinggal," ucap Uus pura-pura sedih. "Gak cocok kamu Us, muka kamu disedih-sedihin gitu, wkwkwk..." timpal Sugeng. Uus langsung mencebikkan bibirnya ke arah mereka semua. Angkot yang di naiki oleh Nurul, Jaswari dan Sugeng pun melaju pelan.
...# # #...
Pak Kuswandi manggut-manggut, lalu beranjak dari tempat duduknya. "Bapak mau kemana?" sekarang giliran Bu Eka yang bertanya. "Mau siap-siap ke mesjid Bu, mau wudhu dulu," jawab Pak Kuswandi. "Ouh iya.." Bu Eka mengiyakan. Setelah Pak Kuswandi pergi ke kamar mandi, Bu Eka memanggil Santi. "Neng, ayo masuk udah sore nih udah mau Maghrib, gak baik masih di luar jam segini," tutur Bu Eka. "Iya Mah, ini juga udah mau masuk," saut Santi berteriak dari luar.
__ADS_1
Ketika Santi masuk, Pak Kuswandi udah rapi dengan pakaian koko mau berangkat ke mesjid. Dan gak lama Awan juga muncul, baru pulang ngajar. "Assalamu'alaikum, Awan pulang nih," seru Awan. "Waalaikumussalam...!" jawab semuanya. "Aa kok baru pulang sih, udah pegel nih nungguin Aa, katanya mau beliin aku ice krim, mana?" cerocos Santi pada Awan. "Ya Allah dek, Aa baru pulang ini, bikinin minum dulu kek, apa gitu, ini malah ditodong ice krim," ucap Awan pura-pura ngambek.
"Yah Aa mah pasti lupa ya gak beli ice krimnya," saut Santi lesu. "Iya dek, mau gimana lagi Aa bener-bener lupa," Awan pura-pura lupa. Padahal dia udah beli ice krimnya, dan dia simpan di dalam tas. "Yaaahh....!" ucap Santi sedih terus Santi langsung ke kamar mandi mengambil air wudhu. "Kamu tuh ya Wan, seneng banget godain adeknya," ucap Bu Eka menepuk bahu Awan. "Hehee, biarin tuh Mah kan gak tiap hari ini," saut Awan nyengir. Lalu dia mengeluarkan ice krim dari tasnya.
"Nih Mah, ice krim pesenam tuan putri, nanti di kasih ya, aku mau sholat di mesjid aja," ucap Awan. "Loh gak wudhu dulu, terus memang udah mandi," tutur Bu Eka. "Nanti di mesjid aja wudhunya, kalau mandi tadi sebelum pulang mandi dulu di sekolah Mah," jawab Awan sambil keluar rumah.
Setelah selesai sholat, Bu Eka langsung mengeluarkan ice krim dari dalam kulkas. Lalu membawanya ke ruang tamu. sesampainya di ruang tamu, Santi udah ada di sana sedang nonton TV. "Neng, ini tadi dari Aa kamu nih, mau di makan sekarang gak?" tutur Bu Eka. Santi pun menoleh ke arah Bu Eka. "Waaah icee kriimm...!" seru Santi senang dan langsung beranjak dari duduknya. Dan duduk dekat Bu Eka. "Iih Aa berarti tadi bohongin aku ya Mah," ucap Santi manyun.
"Aah, Akhirnya aku makan ice krim.." gumam Santi sambil nonton TV. "Pelan-pelan neng makannya, nanti kesedak loh," ucap Bu Eka ngingetin. "Iya Mah..." saut Santi tanpa menoleh dan terus menyuapkan ice krimnya ke dalam mulut. Sedang asik makan ice krim, terdengar suara mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum...!!" seru dari luar. "Waalaikumussalam, ya sebentar....!" jawab Santi. "Siapa neng, coba dilihat!" suruh Bu Eka. Santi pun mengangguk dan bergegas ke luar rumah. Ketika membuka pintu, Santi melihat seorang cowok, tapi kok seperti nya kenal. "Siapa, kok kayak kenal ya!" gumam Santi. "Ya cari siapa ya?" tanya Santi ketika udah berada di hadapan tamu tersebut.
Pas cowok itu berbalik, baru Santi tau bahwa itu adalah Jaswari. "Loh kamu Jas, sama siapa ke sini?" Santi kaget reflek nanya seperti itu. "Gak dipersilahkan masuk nih..."Jaswari malah berkata seperti itu. "Hehee, iya ampe lupa gak di suruh duduk, ayo kita duduk di teras sini aja ya biar adem," ucap Santi. "Iya boleh aku mah di mana aja hayu," jawab Jaswari. "Tunggu bentar ya, aku bikin minum dulu," ucap Santi langsung ngeloyor masuk ke dalam sebelum Jaswari sempat ngomong setuju atau gak.
__ADS_1
bersambung.....