Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
95. Daftar Kuliah


__ADS_3

Seminggu setelah Santi pergi ke rumah Widi, hari ini rencananya mereka berdua mau berangkat ke Bogor. Mereka berdua berangkat ke sana karena UMPTN nya diadakan di Bogor. Karena UMPTN yang diikuti Santi dan Widi dilaksanakan dua hari jadi mereka berdua memutuskan untuk menginap di rumah Teh Sita, sodaranya Widi yang sebelum hari H sudah meminta ijin. Dan mereka diijinkan untuk menginap di sana.


Sehari sebelum hari-H mereka sudah berangkat ke Bogor, Alhamdulillah perjalanan mereka lancar, dan akhirnya mereka sampai juga di rumah Teh Sita. “Alhamdulillah...sampai juga akhirnya Wid..!!” kata Santi ketika sampai di rumah Teh Sita. “Iya San akhirnya sampai juga, dan perjalanan kita tadi alhamdulillah lancar” jawab Widi mengiyakan.


“Assalamualaikum.....Teteh, Teh Sita....ini Widi...!!” ucapan salam Widi sedikit kencang biar terdengar sama yang punya rumah. Tak lama kemudian yang punya rumah yang tidak lain Teh Sita muncul dari balik pintu dan menjawab salam Widi. “Waalaikumussalam....Ya Allah Widi, dah sampe...lancar berarti ya tadi di jalan..!” kata Teh Sita. “Ya teh lancar banget alhamdulillah” jawab Widi senang melihat Teh Sita keluar dari Pintu.


“Ayo masuk, kalian pasti cape, istirahat dulu deh ya, biar besok kalian fresh dan bisa mengikuti tes nya  dengan lancar dan berhasil,” ucap Teh Sita kepada mereka berdua. Santi dan Widi pun mengangguk, dan langsung masuk ke dalam kamar yang udah disediakan sama Teh Sita. Akhirnya setelah melakukan perjalanan yang lumayan lelah, mereka berdua bisa rebahan sejenak.


Keesokan harinya, pagi-pagi Santi dan Widi sudah rapi mau berangkat ke tempat tes. Kebetulan tempat tesnya, dari rumah Teh Sita agak jauh. Jadi mereka berdua berangkat pagi sekali biar tidak terlambat sampai disana. Alhamdulillah mereka berdua tiba sebelum tes dimulai, dan Santi dan Widi masing-masing mencari ruangan mereka. Akhirnya mereka sudah menemukan diruangan mana mereka tes nanti.


“Kamu di mana Wid ruangan nya...” kata Santi. “Aku di lantai bawah San...jadi aku mau ke sana sekarang, kamu tidak apa-apa kan sendiri di sini,” ucap Widi menjelaskan. “Iya Wid, tak apa-apa kamu ke bawah saja biar aku di sini sambil buka-buka modul lagi...!!” jawab Santi pada Widi.


Bel berbunyi, Peserta UMPTN semuanya masuk ruangan sesuai no yang didapat. Begitupun dengan Santi, dia  masuk ruangan kelas dilantai dua. “Ya Allah...semoga tes kali ini lancar dan aku bisa menjawab soal-soalnya dengan baik...!!” doa Santi dalam hati. Tak lama kemudian petugas membagikan soal yang akan dikerjakan. Suasana hening semuanya serius mengerjakan soal-soal yang ada dihadapan mereka.


Setelah dua jam akhirnya Santi dan yang lainnya, selesai mengerjakan tes hari ini. Santi pun ke lantai bawah menemui Widi, karena tadi sebelum masuk mereka janjian di lantai bawah depan ruangan Widi. “Gimana San,

__ADS_1


bisa gak tadi ngerjain soalnya...” tanya Widi penasaran. “Duuh lumayan susah sih, tapi alhamdulillah aku bisa ngisi tepat waktu kok...” jawab Santi sedikit lega, karena hari pertama tes sudah selesai. “Mudah-mudahan kita lolos ya..” Widi berharap. “Aamiin Wid...itu yang kita inginkan berdua..” jawab Santi.


Tes pun telah mereka lalui, tinggal menunggu hasilnya. Mereka pun pulang kembali ke Sukabumi, karena nanti pengumuman nya akan dikirim lewat surat. Tapi sebelum pulang, mereka berdua pamit dulu ke Teh Sita. Karena


bagaimana pun Santi dan Widi selama 2 hari ini menginap di rumah Teh Sita.


# # #


Dua hari kemudian...


mau gimana lagi mungkin belum rejekinya Santi untuk kuliah disana.


Setelah beberapa hari dari pengumuman itu, Santi memutuskan untuk istirahat satu tahun dulu baru tahun depan dia akan daftar UMPTN lagi. Siapa tau tahun depan Santi lolos tes. Mengetahui hal itu,  Tetangga nya Santi yang ngajar di TPA belakang rumah, menawarkan Santi untuk ikut ngajar di TPA. Waktu ditawarin hal itu Santi sedikit ragu karena dia tidak percaya diri, takut dia tidak bisa. Tapi orang tuanya Santi meyakinkan dia, terutama mamahnya Santi. “Ayo neng...terima saja ajakan Bu Neneng itung-itung buat pengalaman..” kata Bu Eka pada anaknya Santi. “Tapi aku kan tidak bisa ngajar mah..” jawab Santi masih ragu. “Kalau itu mah bisa belajar sama guru lain yang ada di sana, sembari ngajar...mamah yakin kok kamu pasti bisa melakukannya..” Bu Eka meyakinkan. “Oke deh aku terima tawaran Bu Neneng untuk bantu-bantu ngajar di TPA..” ucap Santi semangat.


Beberapa bulan berjalan, dan Santi pun menikmati kegiatan ngajar nya di TPA. Dan ternyata mengajar itu tak sesulit yang dibayangkan Santi dulu. Dari situ Santi malah memutuskan untuk kuliah jurusan guru TK untuk menunjang *** dia di TPA sekarang. Dan akhirnya dia dapat informasi dari Widi yang pernah liat iklan di majalah An-Nidaa yang jadi langganan Santi. Atas saran itu maka Santi pun daftar kesana untuk mencari informasi dan memastikannya.

__ADS_1


Setelah memastikan informasinya, Santi lalu minta ijin kepada Bapaknya Pak Kuswandi. Bahwa Santi mau melanjutkan kuliah ngambil jurusan Guru TK. Dan setelah berbicara dari hati ke hati akhirnya Pak Kuswandi pun


mengijinkan Santi untuk kuliah di sana. “Makasih ya Pak, Santi udah di ijinin kuliah. Santi pasti akan pergunakan kepercayaan Bapak sebaik-baiknya.” Tutur Santi panjang lebar. “Ya sama-sama nak, bapak senang kalau Santi mau kuliah di sana semoga saja kamu bisa pergunakan ilmunya sebaik mungkin ya nak!” nasehat Pak Kuswandi.


Besok harinya Santi pergi ke rumah Widi. Dengan antusias dan semangat, Santi ngasih tau kalau hari ini dia akan main ke rumah Widi. Dia udah gak sabar untuk menyampaikan kabar gembira ini ke sahabatnya itu. “Aah aku harus berterimakasih sama Widi nih, soalnya kemarin dia yang ngasih brosur Insida ke aku,” Santi bergumam sendiri di jalan menuju ke rumah Widi. Akhirnya Santi pun berangkat ke rumah Widi. Tidak butuh waktu yang lama Santi udah


sampai juga di rumah Widi.


“Assalamualaikum Wid..” seru Santi tetiba di depan rumah Widi. “Waalaikumussalam San, ayo masuk,” sahut Widi muncul dari dalam rumah. “Macet gak di jalan San? Tanya Widi. “Alhamdulillah gak Wid, lancar.” Ujar Santi. “Ada


apa nih tumben kamu ke sini kan belum lama kita baru ketemuan ama yang lain di acara Cikiray.” Cerocos Widi penasaran. “Hehehe iya nih aku mau makasih sama kamu Wid, kemarin kamu udah ngasih brosur Insida itu lho,” jelas Santi. “Alhamdulillah Wid...setelah bicara ama Bapak, aku jadi daftar ke Insida,  tapi ngambil yang setahun saja dulu, biar waktunya gak berebut dan gak bentrok dengan kegiatan kajian kita dan ngajar,” jelas Santi lagi ke Widi. “Syukur deh...aku seneng dengernya San...” ucap Widi. “Iya Wid..mungkin ini sudah jalan nya kali aku kuliah di sini, kemarin kita bareng-bareng ikut UMPTN malah gak lolos. Nanti kalau ada kesempatan kan bisa lanjutin ngambil yang D3 atau malah S1,” Ujar Santi.


“Doain aku saja ya Wid...biar semuanya lancar...aku juga bisa maksimal ngajar di TPA dengan ilmu yang aku dapat di tempat aku kuliah...” ucap Santi lagi. ‘Ya pasti San, aku doain...” Widi memeluk sahabatnya itu. “Aah akhirnya aku kuliah juga Wid, senangnya aku.” Ucap Santi sambil masih memeluk Widi. “Tapi nanti harus bisa ngatur waktu lho, ngaji juga jangan ampe dilupain San,” ingat Widi. “Siap komandan laksanakan!!” jawab Santi sambil hormat ke arah Widi. Mereka berdua pun tertawa bersama.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2