Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
29. Latihan Ekskul Paskibra


__ADS_3

Setelah beberapa lama, teman-teman Santi yang hari ini latihan ekskul paskibra udah pada datang. Begitupun dengan para senior kakak kelas yang akan melatih hari ini. “San, kamu tadi pulang dulu gak?” tanya Murni. “Gak Ni, kan rumahku jauh jadi aku tadi nunggu di mesjid aja sambil istirahat dan makan,” jawab Santi. “Ouh iya ya, tadi gak ketemu sih pas pulang, kalau tau kamu disini sendirian aku ajak ke kosan Asti deh, aku juga tadi istirahat di kosan Asti,” tutur Murni. “Heheee gak pa2 Ni, tadi juga sempet ditemenin teman rohis aku kok bentar,” ucap Santi. “Ouh gitu, syukur deh, minggu depan mah ikut aku ke kosan Asti aja ya, nanti kita janjian gimana?” tanya Murni. “Boleh deh Ni, biar ada temen juga, gak bengong sendiri hehee,” saut Santi menyetujui usul Murni.


Setelah semuanya datang, latihan pun dimulai. Karena minggu depan ekskul paskibra kebagian tugas jadi petugas upacara, jadi hari ini prioritas latihan pada latihan baris berbaris. Walaupun Santi fisiknya gak setinggi temannya yang lain tapi Santi tetap pede ikut latihan ini. Karena teman-temannya gak mempermasalahkan itu semua. Tapi memang konsekwensi yang diterima Santi kalau lagi latihan baris berbaris pasti berada paling belakang karena dia paling pendek diantara semuanya hihihi.


Latihan kali ini dipimpin sama Kak Lukman dan Kak Desti. Suara Kak Lukman dan Kak Desti bergantian, terdengar sangat lantang. “SIAAAP GRAK!!” suara Kak Lukman menggema. “JALAN DI TEMPAAAT GRAK!!” kata Kak lukman lagi. “Semuanya fokus gak boleh ada terlambat harus kompak dan serempak gerakannya,” ucap Kak Desti tegas. “BERHENTIII GRAK!!” perintah Kak Lukman. “Bagus untuk kekompakan udah ada kemajuan, tapi harus sering latihan lagi dan suara gerak kakinya harus benar-benar rapih,” saut Kak Desti. “Baik Kak,” jawab kami semuanya. “HADAP KANAN, HADAP KIRI, BALIK KANAAAN GRAK!!” ucap Kak Lukman. “HADAP KANAN, BALIK KANAN, BALIK KIRIII GRAK!!” aba-aba Kak Lukman. “Ulangi Kak,” jawab kami serempak. “Bagus konsentrasi kalian jalan,” ucap Kak Lukman. “HADAP KANAN MAJUUU JALAAN!!” aba-aba dari Kak desti sekarang. Setelah itu Kak Desti memberi aba-aba lagi. “HALUAN KANAAN JALAN!!” ucap Kak Desti. Suara derap sepatu terdengar sangat harmonis dan kompak, latihan sore ini terlihat sangat serius. “BERHENTIII GRAK!!” Kak Desti memberi aba-aba lagi.


“Oke latihannya kita hentikan dulu, kalian boleh istirahat 10 menit setelah itu kita lanjutkan lagi,” tutur Kak Lukman. “Terima kasih Kak,” jawab kami serempak. “Kalian boleh duduk tapi masih tetap di barisannya masing-masing,” ucap Kak Desti. “Siap Kak,” jawab kami semua. Semua yang latihan pun duduk setelah diberi ijin oleh Kakak senior. “Aah akhirnya bisa istirahat dulu,” ucap Santi yang dari tadi udah merasakan pegal dikakinya. “Ya San, bener pegel dan haus lagi, mana gak boleh ngambil minum lagi nih,” saut Murni. “Ya Ni, sama aku juga haus, untung aja cuacanya sekarang gak begitu panas jadi mendingan lah,” tutur Santi sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan kepalanya karena merasa gerah. “Betul tuh, gak kayak minggu kemarin yang latihan di lapang merdeka, manteep beneeer pool panaaasnya,” ucap Murni sambil memijit-miit kakinya yang masih terasa pegal.

__ADS_1


10 menit udah berlalu, latihan pun dilanjutkan. “Ya waktu istirahat udah selesai, silahkan rapikan barisannya kembali,” ucap Kak Lukman. Dan semuanya langsung berbaris kembali setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kak Lukman tadi. “Oke tadi kita udah latihan dasar baris berbaris, sekarang sebelum dilanjutkan, Kak Desti akan memilih siapa aja yang akan bertugas pada hari senin untuk menjadi petugas Upacara terutama yang mengibarkan bendera,” tutur Kak Lukman. “Terimakasih Kak lukman, oke adek2 setelah kakak tadi melihat latihan kalian, yang akan bertugas pada hari senin adalah:



“Bagi yang tadi disebutkan namanya silahkan maju ke depan,” ucap Kak Desti. Santi dan teman-temannya yang disebutkan ama Kak Desti pun segera maju. “Dan yang gak disebut namanya, lanjut latihan ama Kak Lukman yah,” jelas Kak Desti lagi. “Oke bagi tadi yang gak disebut, tetap latihan di lapangan yah,” saut Kak Lukman. “Dan bagi yang bertugas pada upacara senin besok, ikut Kak Desti ke teras mesjid,” ucap Kak Lukman lagi. Maka Santi dan yang lainnya pun memisahkan diri ke teras mesjid.


Setelah kedatangan Santi dan Murni yang mengambil properti ke ruang TU, Kak Desti lalu melatih Santi, Murni dan Suci mengibarkan bendera. Dan yang lainnya untuk sementara berlatih sendiri sambil diawasi sesekali oleh Kak Lukman. Karena kelompok yang gak bertugas dalam upacara Senin besok, udah di pandu oleh Bambang. Karena diantara temannya Santi yang ikut ekskul paskibra, yang suaranya paling lantang ya Bambang. “Ayo sebelum latihan jalan, kita latihan melipat bendera dulu,” jelas Kak Desti. “Baik Kak,” jawab mereka bertiga kompak. Santi, Murni dan Suci pun melihat dengan seksama bagaimana cara melipat bendera yang benar.

__ADS_1


Setelah setengah jam berlalu, latihan pun selesai. Karena waktu latihan udah habis, dan akan dilanjutkan minggu depan. Tapi bagi yang kebagian jadi petugas upacara, besok latihan lagi seusai pulang sekolah. “Oke latihan hari ini cukup sampe disini, kita bertemu lagi minggu depan ya, di jam dan tempat yang sama,” tutur Kak Lukman. “Siap Kak,” jawab semua serempak. “Dan yang tadi udah terpilih, Kakak tunggu besok seusai pulang sekolah disini untuk latihan lagi, mengerti!!” ucap Kak desti. “Mengerti Kak,” jawab Santi dan yang lainnya. “Bagus, sekarang kalian boleh pulang,” saut Kak Lukman. Mereka pun mengucapkan salam dan membubarkan diri.


# # #


Terlihat Nurul sedang menyapu di depan rumahnya, dan ini udah menjadi rutinitas Nurul di sore hari. “Alhamdulillah bersih-bersih udah, sekarang aku mau sholat ashar dulu deh, takut nanti Santi datang aku belum sholat lagi,” tutur Nurul. Nurul pun bergegas ke dalam rumah untuk sholat ashar dulu. Setelah 20 menit, Nurul pun selesai, dan dia duduk di teras rumahnya menunggu Santi yang janji hari ini akan ke sini. “Untung hari ini gak hujan tapi juga gak panas, jadi bisa nunggu Santinya disini sambil nyantai liatin mobil lewat hihihi,” gumam Nurul ngomong sendiri.


Tak lama kemudian Nurul melihat Santi turun dari angkot dan menyebrang ke arah rumah Nurul. “Assalamualaikum Nur,” salam Santi setelah sampe dihadapan Nurul. “Waalaikumussalam, cape yah San?” tanya Nurul yang melihat mukanya Santi terlihat letih. “Hehehee, lumayan Nur, tadi dijemur di lapangan 1 setengah jam disuruh latihan baris berbaris dilapangan, untungnya hari ini gak begitu terik jadi bisa menghemat tenaga dikit,” tutur Santi cengir.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2