
Setelah beberapa bulan Santi menikah, Jaswari sedikit udah bisa menerima kenyataan bahwa dirinya memang tidak ditakdirkan bersama dengan Santi. Tapi jujur di hati kecilnya sampai saat ini Jaswari masih sangat sedih dengan hal itu, dan belum bisa melupakan Santi. Tapi hidup adalah hidup, Jaswari sadar dia harus maju ke depan, gak boleh terus melihat ke belakang, dan bersedih dengan apa yang terjadi di masa lalu. Dan Jaswari akan berusaha untuk membuka hatinya untuk wanita lain.
Selama ini untuk mengalihkan perhatiannya, Jaswari menyibukkan dirinya dengan aktifitas kuliah dan mengajar. Jaswari sangat bersyukur, walaupun dia masih kuliah tapi dia udah bisa mengajar. Kok bisa, ya itu karena teman kuliahnya, mengajak Jaswari waktu itu untuk melamar ke salah satu SMP Islam.
“Alhamdulillah Ya Allah aku bersyukur, sampai detik ini kuliahku lancar dan juga aku udah bisa ngajar di SMP,” gumam Jaswari di dalam kamarnya. “Ini berkat Zaki temanku, waktu awal semester 2 kemarin, dia ngajak aku buat ngelamar ke SMP Islam,” ucap Jaswari ngomong sendiri. “Dan mudah-mudahan aku bisa bertahan lama dan betah ngajar di sekolah yang sekarang,” doa Jaswari dalam hati. “Dan satu lagi Ya Allah, mudah-mudahan saja setelah selesai kuliahku ini, aku bisa bertemu dengan jodohku,” lanjut doa Jaswari dalam hati. Lalu Jaswari pun bersiap-siap, dia ganti baju semi formal, karena Jaswari ingat hari ini dia ada janji sama Zaki.
Tak lama Jaswari pun keluar dari kamar, rencananya hari ini dia akan ke sekolah. Walaupun hari ini gak ada jam mengajar, dia tetap ke sekolah. Karena ya Jaswari hari ini udah janjian dengan temannya Zaki di sekolah. Sesampainya di ruang tamu, Jaswari berpapasan dengan ibunya. “Jas, kamu mau ke mana kok udah rapi begitu, kan hari ini kamu gak ada jadwal di sekolah?” tanya Bu Hindun penasaran karena melihat anaknya itu udah rapi. “Ouh itu Mah, aku janjian sama Zaki, biasalah Mah ada kerjaan tambahan,” tutur Jaswari pada ibunya. “Ya udah
__ADS_1
hati-hati di jalan ya, ingat jangan terlalu sore pulangnya,” Bu Hindun mengingatkan Jaswari. “Ya Mah, nanti aku usahakan pulang cepat,” jawab Jaswari sambil cium tangan pada Bu Hindun. Jaswari pun pergi pake motor, setelah menggunakan jaket dan helm, Jaswari langsung tancap gas.
Akhirnya setelah beberapa lama, sampai juga Jaswari ke sekolah. Dia langsung memarkirkan motornya di tempat parkir sekolah. Setelah motornya terparkir dengan benar, Jaswari langsung menghampiri Zaki yang udah menunggu di depan ruang kantor guru. “Assalamualaikum Zak, udah lama nunggunya?” Jaswari langsung bertanya setelah ngucapin salam. “Walaikumussalam Jas, belum lama kok, aku juga baru nyampe ke sini,” tutur Zaki. “Ya udah masuk ke dalam, ngapain kamu berdiri di depan pintu, nanti jodohnya ke pangpet lho, hehehe,” canda Jaswari sambil ngeloyor masuk kedalam kantor. “Ah kamu Jas, bisa saja,” Zaki terkekeh mendengar candaan temannya itu.
Zaki pun masuk ngikuti Jaswari di belakang dan duduk di kursi mereka, kebetulan tempat duduk dan meja mereka berdua dalam ruangan kantor tersebut berdekatan. Mereka pun langsung ngerjain tugas dari Kepala Sekolah untuk membuat jadwal pelajaran baru. Karena ada beberapa Guru yang bentrok jadwal ngajarnya. Setelah beberapa lama mereka sibuk dengan tugasnya, terlihat ada seorang masuk ruangan tersebut. “Duh yang lagi pada sibuk, serius amat yaa!!” sapa Nasrul salah satu Guru disitu. “Eh ya Pak Nas, iya nih lagi dikasih tugas tambahan sama pimpinan kita,” seloroh Zaki. “Wiih, ada uang lelahnya dong hehehe,” gurau Nasrul terkekeh. “Ah Pak Nas bisa saja, tenang saja Pak nanti kalau ada kita traktir makan bakso,” celetuk Jaswari menanggapi gurauan Nasrul temannya. “Siap Pak Jas, ditunggu traktirannya!” tutur Nasrul sambil tersenyum. “Ya udah aku pamit pulang duluan ya, soalnya aku gak ada jam ngajar lagi,” ujar Nasrul pada Zaki dan Jaswari. “Ouh ya silahkan Pak Nas, kami juga sebentar lagi selesai kok,” jawab Jaswari dan Zaki bersamaan.
"Lah malah jadi bahas aku, belum minat pacaran belum ada yang sreg di hati," elak Jaswari. "Hmm..begitu ya, tapi nanti klu kamu udah punya pacar kasih tau aku ya Jas," ucap Zaki. "Iya terus pacar kamu marah gak tuh gak jadi ketemu," Jaswari nanya lagi. “Gak kali Jas, pacar aku kan pengertian dia tau kalau aku abis bekerja keras buat masa depan,” Zaki tersenyum simpul sambil membayangkan pacarnya itu. “Hayoo jangan bayangin yang gak-gak Zak,” goda Jaswari terkekeh geli. “Ah kamu Jas, ganggu saja, lagi asyik-asyik juga bayangin.....” ucap Zaki. Belum selesai ngomong, Zaki dah di tepuk pundaknya ama Jaswari. “Hayoo lagi mikir apaan, hayuu katanya mau pulang, aku juga mau pulang mau bareng gak?” tutur Jaswari sambil ngeloyor keluar ruangan. “Ikut Jas, aku nebeng motormu yaa,” saut Zaki cepat-cepat nyusul Jaswari keluar.
__ADS_1
Zaki dan Jaswari pun pulang, mereka pulang boncengan. Karena rumah Zaki dan Jaswari searah. Karena Zaki nebeng motornya Jaswari, akhirnya Jaswari mengantarkan nya sampai rumah. “Sampai juga akhirnya, makasih ya Jas,” ucap Zaki sambil turun dari motor. “Ya Zak, sama-sama, ya udah aku langsung saja ya gak mampir,” tutur Jaswari. “Oke Jas, hati-hati ya,” saut Zaki sambil melambaikan tangan. Jaswari pun melanjutkan perjalanannya ke rumah. Dan setelah setengah jam, Jaswari pun sampai di depan rumahnya.
Sesampainya di depan rumah....
“Assalamualaikum..!!” ucap Jaswari setelah berdiri di depan pintu. “Waalaikumussalam..!!” terdengar jawaban Bu Hindun dari dalam rumah. Lalu pintu pun terbuka, “eh kamu Jas, kok agak telat nyampe rumah?” tanya Bu Hindun sambil masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu. “Ya Mah, tadi kerjaan nya lumayan, jadi ampe sore deh,” jelas Jaswari kepada ibunya. “Ya udah kamu mandi dulu terus istirahat langsung kayaknya cape banget,” titah Bu Hindun pada Jaswari. “Ya Mah, ini juga mau langsung mandi, badan aku udah pada lengket soalnya,” tutur Jaswari sambil menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Jaswari merebahkan badannya sejenak di kasur empuknya. “Ah kalau udah nempel kasur gini bawaannya jadi ngantuk,” gumam Jaswari. “Ya udah mandi dulu deh, nanti kalau ketiduran kan repot, apalagi kalau inget soal Santi akan tambah repot lagi, kamu apa kabarnya San..” Jaswari ngomong sendiri sambil ngambil baju di lemari. Akhirnya Jaswari pun pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya untuk mandi. Sedangkan Bu Hindun masih duduk di ruang tamu, melanjutkan rajutannya yang tertunda tadi akibat membukakan pintu untuk anaknya.
Disela-sela merajut Bu Hindun melamun memikirkan anaknya yang semata wayang yang sampai detik ini tak pernah mengenalkan teman ceweknya. “Apa anakku itu memang belum punya pacar atau dia masih teringat Santi teman Mts nya itu ya,” pikir Bu Hindun. "Mamah harap kamu bisa ikhlas dengan semua yang terjadi, yakinlah bahwa semua akan baik-baik saja," gumam Bu hindun sambil melanjutkan rajutannya.
__ADS_1
Bersambung.....