
Pas cowok itu berbalik, baru Santi tau bahwa itu adalah Jaswari. "Loh kamu Jas, sama siapa ke sini?" Santi kaget reflek nanya seperti itu. "Gak dipersilahkan masuk nih..."Jaswari malah berkata seperti itu. "Hehee, iya ampe lupa gak di suruh duduk, ayo kita duduk di teras sini aja ya biar adem," ucap Santi. "Iya boleh aku mah di mana aja hayu," jawab Jaswari. "Tunggu bentar ya, aku bikin minum dulu," ucap Santi langsung ngeloyor masuk ke dalam sebelum Jaswari sempat ngomong setuju atau gak.
Beberapa saat setelah Santi masuk ke dalam, Awan pulang dari mesjid. "Assalamu'alaikum...!" seru Awan. "Waalaikumussalam...!" jawab Jaswari. "Eh ada tamu, kok gak masuk," ucap Awan. "Gak usah Kak, di sini aja," jawab Jaswari sedikit gugup. "Santinya kemana memangnya, kok di tinggal sih tamunya," saut Awan celingukan. "Tadi sih katanya mau ngambil minum," jawab Jaswari. "Ouh gitu, kirain tamunya ditinggal," ucap Awan terkekeh.
Santi pun muncul membawa cemilan dan minuman. "Eh Aa udah pulang, makasih ya ice krimnya, kirain teh lupa beli ice krim pesanan aku," cengir Santi. "Ya gak lah, masa buat adekku yang satu ini Aa lupa sih, jangan lupa tamunya nanti dibagi ice krimnya ya," tutur Awan. "Iya Aa, ini juga lagi mau bagi ice krimnya," saut Santi sambil memperlihatkan bawaannya dari dalam. "Ya udah Aa masuk dulu ke dalam ya," ucap Awan. "Iya Aa," jawab Santi mengangguk.
Setelah Santi duduk, Jaswari langsung ngomong. "Kamu tuh ya, maen masuk aja barusan, belum juga aku bilang mau apa ke sini udah di tinggal ke dalam," protes Jaswari. "Ouh, eh iya hehee maaf kirain aku kamu gak mau ngomong lagi, jadi ya tak tinggal dulu," saut Santi nyengir. "Nih aku mau Ngembaliin Kaset kamu," ucap Jaswari sambil mengeluarkan kaset dari saku baju. "Ouh kamu ke sini mau ngembaliin kaset, ya udah sini," saut Santi. "Tapi maaf ya kertas cover tulisan syair lagunya ada yang sobek San, kamu gak marah kan..!" ucap Jaswari merasa gak enak. "Loh kok bisa sih, memangnya kamu apain sampe robek," saut Santi dan tangannya gak jadi ngambil kaset dari tangan Jaswari.
"Nih kamu ambil dulu kasetnya, nanti kalau perlu aku ganti deh kasetnya," tutur Jaswari. Santi mengangguk lalu mengambil kaset dari tangan Jaswari. "Udah ayo sambil di minum dan di cobain nih ice krimnya," tawar Santi. "Iya San, makasih aku coba ya," saut Jaswari. Santi pun ikut makan ice krim yang dibeliin sama Awan. "Ouh ya San, Bapakmu gak keliatan kemana?" tanya Jaswari. "Ouh Bapak belum pulang, masih ada di mesjid," saut Santi. Jaswari manggut-manggut.
Santi memeriksa kaset yang di kasih sama Jaswari. "Maaf ya San, kaset kamu jadi robek gitu deh, gara-gara aku lupa naro kasetnya ke kamar aku," tutur Jaswari. "Memangnya sama siapa sobeknya?" tanya Santi penasaran. "Sama keponakan aku San, dia memang suka iseng kalau ada barang yang tergelatak di meja, dikiranya itu mainan kali," ucap Jaswari. "Lah memang umurnya berapa?" tanya Santi lagi. "Dia masih 4 tahun San," jawab Jaswari. "Pantes aja kalau gitu mah, masih balita, ya udah Jas mau diapain lagi toh udah terjadi," saut Santi. "Iya San, tapi akunya gak enak sama kamu," ucap Jaswari. "Ya udah kan udah terjadi, jadiin pembelajaran saja biar nanti-nanti gak terulang lagi," ucap Santi. "Iya San kamu benar," ucap Jaswari sambil mengangguk.
__ADS_1
"Ini teh manisnya kamu yang bikin San," tanya Jaswari sambil nyeruput tehnya. "Iya Jas, kenapa?" tanya Santi balik. "Gak apa-apa, enak manisnya pas, pinter kamu bikin teh manisnya," puji Jaswari tersenyum. "Hehee makasih, kamu bisa aja, aku memang udah biasa bikin teh di rumah buat Bapak sama yang lain," kilah Santi. Padahal mah dalam hati seneng banget dipuji Jaswari. Santi pun lanjutin makan ice krimnya.
Lagi enak-enak makan ice krim, Awan muncul dari dalam rumah. "Wiih yang lagi makan ice krim berdua, enak banget ya," sindir Awan godain adiknya. "Iih apaan sih Aa, udah sini ikut makan ice krim, Aa belum nyobain kan?" saut Santi. "Gak ah, Aa gak doyan gituan, Aa mau jalan dulu ke depan cuci mata hihii," ucap Awan tertawa. "Gaya bener mau cuci mata, biasanya juga gak pernah," cibir Santi. "Makanya ini mau biar tau rasanya seperti apa cuci mata itu," saut Awan terkekeh. Santi hanya geleng-geleng kepala.
"Ya udah Aa pergi dulu ya, Assalamu'alaikum...!" seru Awan. "Ya Aa, Waalaikumussalam..!" jawab Jawab Santi dan Jaswari. Setelah Awan pergi, Santi dan Jaswari ngelanjutin ngobrolnya. "Kamu sama kakak kamu deket banget ya?" tanya Jaswari. "Iya Jas, kan aku satu-satunya anak cewek di keluarga ini, jadi mereka semua pada manjain aku hehee," jawab Santi terkekeh. "Wiih enak dong ya dimanja," ucap Jaswari. "Kamu juga enak Jas, anak tunggal, pasti di manja juga kan," kini giliran Santi nanya. "Hehee, kamu bisa aja, yah bisa dibilang begitu," saut Jaswari.
"Ouh iya kamu ke sini bilang gak sama Mamahmu, nanti kayak dulu lagi dicariin, hehee," tutur Santi. "Hehee kamu masih inget aja, tenang aku udah bilang kok," saut Jaswari. Santi pun mengangguk. "Eh iya San, dari tadi aku gak ngeliat Mamahmu, kemana?" ujar Jaswari. "Ada di dalam Jas, paling lagi nonton TV, atau lagi di dapur," saut Santi. "Mamah mah memang betah banget di dalam rumah, jarang keluar," ucap Santi lagi. Jaswari manggut-manggut.
"Ya udah aku pulang ya, gak usah pamit nih sama Mamahmu," ucap Jaswari. "Gak usah Jas, paling mamah juga udah istirahat," saut Santi. "Ya udah kalau gitu, Assalamu'alaikum....!" ucap Jaswari sambil memegang tangan Santi. Santi yang belum siap dengan apa yang dilakukan Jaswari, kaget dan gugup. "I-iya Jas, Waalaikumussalam...!" jawab Santi gugup.
Jaswari yang melihat kegugupan Santi, tersenyum simpul. Dan Jaswari pun melambaikan tangan ke arah Santi, setelah berada di depan rumah. Dan langsung sama Santi dibalas dengan lambaian tangan juga sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Santi pun masuk ke dalam rumah, setelah Jaswari menghilang dari pandangan mata. Senyum terlihat jelas di wajah Santi, ya pasti Santi merasa senang Jaswari datang ke rumahnya malam ini. Santi menutup pintu rumah, dan langsung menuju kamarnya.
Begitupun dengan Jaswari, dia sekarang sedang berada di dalam angkot. Jaswari senyum-senyum sendiri di dalam angkot. Untung saja gak ada orang yang melihat ke arahnya. Kalau ada yang melihat, pasti di sangkanya gila senyum-senyum sendiri. "Aah senangnya hari ini, aku bisa ngobrol sama Santi," gumam Jaswari dalam hati.
...💗# # # 💗...
Terimakasih kepada semua yang selalu dukung karya author sampai episode ini. Jangan bosan ya untuk tetap dukung cerita author ini ampe selesai loh yaa, jangan lupa like, komentar baik itu saran, kritik, author akan sangat berterima kasih. Dan pastinya itu semua yang membuat author tetap semangat nulis ampe detik ini.
Semoga semuanya selalu sehat....
bersambung.....
__ADS_1