Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
68. Jenguk Santi


__ADS_3

Nurul dan yang lainnya udah siap mau ke rumah Santi. Udah dari 10 menit yang lalu mereka datang. "Ayo kita berangkat!" ajak Nurul. Mereka pun jalan kaki menuju ke rumah Santi. "Jauh gak Nur," tanya Laras yang belum pernah ke rumah Santi. "Gak kok deket," jawab Nurul.


Tak berapa lama, akhirnya sampe di rumah Santi. "Tok..tok... Assalamu'alaikum..." salam Nurul. "Waalaikumussalam..." jawab Bu Eka dari dalam rumah. "Eh ada Nurul, ayo masuk nak, mau ketemu Santi Ya," ucap Bu Eka, sambil mempersilahkan Nurul dan yang lainnya masuk. "Iya Bu, gimana Santi udah baikan Bu?" tanya Nurul setelah duduk di ruang tamu. "Nak Nurul tau dari mana kalau Santi sakit?" Bu Eka malah balik bertanya. "Ouh dari Kak Awan Bu, tadi pas pulang sekolah saya seangkot sama Kak Awan," jawab Nurul. "Ouh gitu, ya udah kalian langsung liat ke kamar Santi aja yuk," ajak Bu Eka.


Mereka semua pun menuju ke kamar Santi. Bu Eka membuka pintu kamar Santi, dan orang yang ditengok sedang bersender di kasurnya sambil baca buku cerita. Santi langsung nengok ke arah pintu kamarnya, ketika pintunya di buka dari luar. "Eh Mamah, ada apa?" tanya Santi yang belum melihat teman-temannya karena terhalang Bu Eka dan pintu. "Ini ada teman-temanmu mau nengok kamu Neng," saut Bu Eka. "Siapa Mah? temen SMA bukan? tumben mereka ke sini kan mereka blum pernah ke rumah aku," tanya Santi beruntun. Bu Eka terkekeh karena rasa penasaran anaknya. "Neng liat aja siapa yang datang," ucap Bu Eka sambil melebarkan pintu kamarnya biar terbuka sempurna. "Ya Allah Nur, ayo masuk, kok bisa tau aku sakit sih," tutur Santi senang sambil menepuk kasurnya supaya Nurul duduk di dekatnya. "Ya udah Mamah keluar dulu, kalian ngobrol-ngobrol deh, nanti Mamah bawain cemilan ke sini," tutur Bu Eka. "Makasih ya Mah," saut Santi. Bu Eka mengangguk dan langsung keluar dari kamar Santi.


"Kalian kok bisa ke sini barengan sih, janjian apa gimana nih," todong Santi yang penasaran melihat teman-teman Mts nya datang menjenguk. "Tadi kebetulan kami semua seangkot sama Kakakmu San, dia yang ngasih tau," saut Nurul. "Aa Awan yah," tebak Santi. Nurul mengangguk. "Ouh gitu, makasih ya udah ditengokin, tapi udah mendingan sih udah bisa duduk sekarang mah, kemarin mah aku lemes banget," tutur Santi.

__ADS_1


"Memangnya kamu sakit apa San?" tanya Jaswari. "Hehee maag-ku kambuh Jas, biasa makan aku memang beberapa belakangan ini gak teratur," cengir Santi sambil menggaruk tengkuknya yang gak gatal. "Kamu tuh ya San, sesibuk-sibuknya kamu jangan lupa makan yang teratur," nasehat Nurul. "Iya neng geulis, siap nanti gak aku ulangi kok," saut Santi sambil menangkup wajahnya Nurul.


Melihat interaksi Santi dan Nurul yang lain pada tersenyum. "Makasih ya Ras, Jas, Geng, kalian udah mau jenguk aku, kalian jadi tau sekarang rumahku deh," ucap Santi. "Iya sama-sama San, iya nih San, rumah kamu adem enak," saut Laras. "Aku dan Laras iya baru ke sini, tapi nih orang di samping aku mah udah pernah ke sini," sindir Sugeng ke Jaswari. Santi terkekeh mendengar ucapan Sugeng.


"Yeah kenapa memangnya kalau udah pernah, syirik aja kamu Geng," celetuk Jaswari. "Eeeeh, siapa yang syirik, aku gak syirik ya," saut Sugeng sewot. "Udah-udah kenapa kalian malah ributin hal begituan sih, di sini ada yang sakit, kalian malah ribut," lerai Nurul. Jaswari dan Sugemg pun langsung diam, tapi mata mereka masih saling berbicara. "Itu mata kalian juga, di kondisikan, kalau gak aku colok nanti," ancam Nurul. Santi yang melihat itu geleng-geleng kepala.


"Kalian ke sini tadi janjian ya, kok udah pada ganti baju sih," tanya Santi. "Iya kami pulang dulu San, tadi kami ngumpul dulu di rumah Nurul, baru ke sini," jawab Laras. "Ouh.." ucap Santi mengangguk-nganggukkan kepalanya. "Ouh ya San, tadi ada salam dari Mamahku," celetuk Jaswari. "Kamu bilang sama Mamahmu ya kalau mau jenguk aku," saut Santi. "Iya San," saut Jaswari tersenyum. "Ehm...ehm..." Sugeng berdehem. "Kenapa Geng, haus ya, ya udah kita ngobrol di ruang tamu aja ya, biar kalian bisa minum," ucap Santi yang belum sadar kalau dia sama Jaswari lagi di ledek. "Ck, kamu tuh ya Geng, dari tadi usil aja sih," saut Jaswari. "Bukan gitu Jas, tapi kalian tuh ya kalau udah ngobrol berdua suka lupa sama sekeliling," protes Sugeng. "Yeeh itu mah deritamu lah Geng," ledek Jaswari. Sugeng mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Makasih banyak Bu, jadi ngerepotin nih," jawab Laras. "Gak apa-apa Nak, Ibu seneng kalau Santi ada yang nengok, bilangin sama si Eneng tuh kalau lagi di sekolah jangan lupa ngemil biar perutnya keisi, padahal udah Ibu ingetin suruh bawa bekel tiap hari, tapi gak pernah di denger katanya alasannya udah terlambat," curhat Bu Eka. "Iya Bu, nanti Nur ingetin kalau gak mau biar Nur jewer kupingnya," saut Nurul sambil ngelirik ke Santi. Yang di lirik hanya mencebikkan bibirnya.


Bu Eka tertawa melihat anaknya mencebikkan bibir. "Nah Ibu setuju tuh kalau nakal di jewer aja," kompor Bu Eka. "Iih apaan Mamah, malah ngomporin gitu," saut Santi cemberut. "Idih malu tau masa ada temennya marajuk gitu," ucap Bu Eka. Jaswari yang melihat interaksi Santi dan Ibunya tersenyum tipis. Dan Sugeng gak sengaja melihat itu.


Terus langsung berbisik ke Jaswari, karena memang mereka duduk bersampingan. "Eh Jas, jangan senyum-senyum sendiri ntar disangka calon mertuamu gila lagi," ledek Sugeng. Yang di ledek cuma memutar bola matanya. "Ouh iya, ini yang dulu pernah ke sini ya nak, aduh Ibu lupa siapa namanya Nak," ucap Bu Eka menunjuk ke arah Jaswari. "Iya Bu, saya Jaswari," jawab Jaswari sambil tersenyum dan mengangguk. "Ehm...ehm..." Sugeng berdehem lagi ngeledek Jaswari. "Minum dulu Geng, tuh kasian tenggerokannya udah kering," ucap Santi. Sontak semuanya ketawa terkecuali Jaswari karena dia tau temannya itu sedeng ngeledek dirinya.


"Hadeuuh San, kamu tuh dari tadi kok gak ngerti-ngerti sih," ucap Nurul sambil matanya ngasih kode ke Santi ke arah Jaswari. "Ya salaaam, kalian tuh ya, gak di sekolah, gak di rumah senengnya gangguin orang aja sih," saut Santi yang akhirnya tau maksud Sugeng berdehem. Bu Eka hanya menonton dan geleng-geleng kepala. "Ya udah Ibu keluar dulu ya, kalian lanjutin ngobrolnya," tutur Bu Eka. Semua yang ada di situ pun mengangguk.

__ADS_1


"Wiih seneng ya, disapa camer," tawa Sugeng pecah yang sedari tadi di tahan karena masih ada Ibunya Santi. "Ck, jangan mulai lagi deh Geng," saut Jaswari males menanggapi. "San, kamu di kasih istirahat berapa hari sama dokter?" tanya Jaswari. "Seminggu Jas, tapi kalau udah baikan sih sebelum seminggu juga aku udah masuk sekolah, bosen di rumah terus," keluh Santi. "Ya pastilah bosen kamu tiap hari kegiatannya segunung gitu," saut Nurul. "Tapi usahain nanti kalau masuk jangan terlalu di porsir dulu kegiatannya kan baru sembuh," ucap Jaswari sedikit khawatir. Karena dia tau gimana Santi kalau udah berurusan dengan sekolah.


bersambung.....


__ADS_2