
Di rumah Santi....
Tak lama setelah itu adzan Isya berkumandang, ada suara mengetuk pintu. Santi lalu bangun menuju pintu untuk membukanya. Tak disangka tamu yang datang adalah teman-teman tsanawiyah nya. Mereka itu Nurul, Sugeng, Uus dan Jaswari. Santi mempersilahkan mereka masuk. Setelah sekian lama, Santi dan Jaswari baru bertemu lagi. Dan ketika bertemu, Santi sudah menikah dan punya anak satu. Tentunya Santi sangat senang sekali karena hari ini dia bertemu sahabat lamanya.
“Ya Allah....dah lama yah kita gak ketemu?....kok kalian bisa tau aku di sini sih,” tanya Santi ke Jaswari, Uus dan Sugeng. “Hehe...iya benar kita dah lama gak ketemu..” jawab Sugeng. “Tadi dikasih tau sama Nuri kalau kamu ada di Bojong San,” ucap Jaswari. “Ya tadi aku di sms ama Nurul..!” kata Uus. “Dah ketebak...hehehe,” Santi tersenyum. “Ya udah kalian mau minum apa nih..?” tanya Santi. “Gak usah repot-repot San...” kata Sugeng. “Gak lah cuma minum saja kok repot sih Geng..” jawab Santi. “Ya dah aku ambil minum dulu ya buat kalian...!” ucap Santi lagi sambil menuju ke dapur. Tak lama Santi pun kembali dengan membawa air minum untuk teman-temannya.
Santi dan yang lainnya asyik ngobrol melepas kangen mereka. Di wajah mereka semua terlihat kegembiraan yang sangat. Mungkin karena mereka udah lama tak bertemu satu sama lain. Santi senang sekali kemarin teman-temannya datang berkunjung ke rumah, setidaknya rasa kangennya terobati. Setidaknya kekhawatiran Santi dulu ketika menikah, tentang Jaswari terpupus udah. Santi senang sekali melihat Jaswari baik-baik saja. Walaupun pertemuan mereka kemarin sangat singkat, tapi buat Santi itu patut disyukuri karena situasi kemarin jarang bahkan mungkin tak akan pernah terjadi kalau di sengaja direncanakan.
# # #
__ADS_1
Setahun kemudian.....
Setelah pertemuan di rumah Santi waktu itu, Jaswari udah ikhlas melepas Santi sepenuhnya. Ya ketika melihat Santi tersenyum bahagia dengan keluarga kecilnya, Jaswari berpikir bahwa semua yang terjadi adalah takdir Allah. Dan saat itulah Jaswari mulai mau membuka hatinya untuk wanita lain. Buktinya Hari ini dia terlihat sedang jalan dengan seorang wanita. Ya wanita itu namanya Nita Thalita, dia adalah temanya Zaki. Ya Nita kenal dengan Jaswari karena di kenalkan oleh Zaki waktu Jaswari main ke rumah Zaki.
Dan Jaswari dan Nita udah menjalin hubungan selama setahun ini tepatnya. Dan mereka berdua akan menikah bulan depan, dan sekarang mereka sedang membeli mahar perkawinan mereka. Dan sekarang Jaswari dan Nita sedang berada di toko emas. "Pak, tolong saya mau liat kalung dan cincinnya," ucap Jaswari kepada penjaga toko. "Ouh iya silahkan, ini model yang baru pak, cocok buat pernikahan, silahkan diipilih dulu," saut penjaga toko sambil mengeluarkan beberapa kalung dan cincin. Model kalung dan cincin yang dikeluarkan penjaga toko ternyata bagus-bagus. Jaswari jadi bingung memilihnya, akhirnya Jaswari meminta Nita untuk memilih sendiri model kalung dan cincinnya. "Nit, pilihlah mana yang kamu suka nanti kalau udah selesai langsung kasih ke penjaga toko yang tadi yah, biar bisa langsung di bayar sama aku," tutur Jaswari. "Iya Jas," jawab Nita mengangguk sambil tersenyum.
Setelah beberapa lama, mereka berdua pun udah selesai memilih kalung dan cincinnya lalu membayarnya. "Kita langsung pulang saja ya Nit, soalnya aku hari ini ada kerjaan di sekolah jadi harus ke sekolah dulu," ucap Jaswari. "Iya Jas ayo, lagian kan udah gak ada yang dibeli lagi," saut Nita. Dan mereka pun keluar dari toko emas tersebut. "Ouh ya Jas, kalau kamu mau ke sekolah kamu gak usah nganter aku pulang ke rumah, biar aku naik angkot saja gak apa-apa kok," ujar Nita. "Gak apa-apa Nit, kan tadi berangkat kita sama-sama, nanti mamahmu nanya kenapa kamu pulang sendiri, jadi biar aku antar kamu dulu yah gak boleh ada penolakan," ucap Jaswari sedikit memaksa. "Ya udah terserah kamu saja," akhirnya Nita pasrah.
Hari ini hari yang penting bagi Jaswari, karena hari ini Jaswari dan keluarganya akan pergi ke rumah Nita untuk melaksanakan akad nikah. "Hadeuuh apa seperti ini ya rasanya kalau mau nikah, rasanya kok jedag jedug sih," gumam Jaswari sambil mondar-mandir di ruang tamu. "Dan untung saja kemarin aku sempet minta saran tentang mahar ke Santi, kalau gak pasti Nita pasti gak berani bilang ke aku mau mahar seperti apa," gumam Jaswari lagi. "Mudah-mudahan saja nanti di sana ijab kobulnya lancar Ya Allah, jangan sampe di ulang cuku satu kali ucap saja," doa Jaswari dalam hati. "Tenang Jas, kamu jangan mondar-mandir gitu, duduk kenapa sih, mamah jadi pusing nih liat kamu mondr-mandir kayak gitu," tegur Bu Hindun. "Heheee iya Mah maaf, yang lain gimana udah siap belum?" tanya Jaswari. "Udah siap, sebaiknya kita langsung berangkat sekarang saja, biar nanti gak telat sampe di sana," saut Pak Jakanudin. Jawari pun mengangguk setuju, dan keluarga Jaswari pun berangkat ke kediaman keluarga Nita.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Nita, keluarga Jaswari di sambut dengan baik. Karena petugas dari KUA udah hadir, jadi acara akad nikah pun langsung dilaksanakan. Karena akad nikah uudah mau di mulai, maka Nita pun keluar dari kamarnya ditemani mamahnya. Mereka berdua menuju ke meja yang ada di ruang tamu, karena di sanalah akad nikah akan dilaksanakan. Jaswari pun udah duduk dari tadi, melihat Nita dengan penampilan berbeda hari ini, Jaswari sangat terkesima. Yah Nita dengan kebaya putih yang sederhana dan dipadupadankan dengan kain berwarna coklat emas membuat penampilan Nita terlihat cantik dan manis.
Acara akad nikah pun di mulai, setelah semua orang udah ada di ruang tersebut. Jaswari mengucapkan ijab kobul dengan sangat lancar. "Gimana Bapak Ibu....sah...." seru petugas KUA. "Sah...Sah.....Sah...." jawab semua orang yang hadir di situ. "Alhamdulillah...!! ucap Jaswari dalam hati. "Rasanya plong banget udah ngucapin ijab kobul barusan," bisik Jaswari lagi dalam hati. Setelah acara akad nikah selesai, semua yang hadir di sana satu-persatu mulai mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru tersebut.
Termasuk Sugeng dan Uus, mereka berdua terlihat sedang berada dipelaminan. Ya mereka sedang memberi selamat kepada Jaswari dan istrinya atas pernikahan mereka berdua. "Selamat ya Jas, akhirnya kamu nikah duluan diantara kita, hehee," ucap Uus dalam mode meledek. "Kamu itu mau ngucapin selamat sama aku apa ngeledek aku sih Us, kebiasaan deh," protes Jaswari tapi muka Jaswari masih tersenyum. "Hehee kamu kayak gak tau saja Jas, dia kalau gak ngeledek kamu mulutnya bawaannya gatel," saut Sugeng terkekeh. "Selamat ya Jas, Nit, semoga kalian langgeng sampe kakek nenek," ucap Sugeng lagi memberi selamat. "Iya Geng, makasih ya kalian berdua udah dateng hari ini," jawab Jaswari sambil memeluk Sugeng dan Uus bergantian.
"Ouh ya Jas, kamu udah kasih undangan ke temen-temen yang lain?" tanya Uus. Jaswari yang paham dengan pertanyaan Uus pun mengangguk. "Udah Us, bahkan yang di Bekasi mah kemarin aku telpon gak pake undangan soalnya aku gak punya alamatnya," jawab Jaswari. Karena Jaswari tau Uus nanyain Santi, mungkin gak enak kalau nanya terus terang dan didengar sama Nita, takut salah paham. "Ouh gitu, syukur deh kalau kamu udah ngasih tau, soalnya aku kemarin lupa ngasih tau, hehee," saut Uus terkekeh. Mereka pun menikmati suasana hari ini yang terasa begitu senang dan bahagia.
Alhamdulillah hari ini author up 2 episode ya reader, moga kalian tetap setia membaca novel yang author tulis. Mungkin novel ini sebentar lagi akan tamat, jadi tetap stay ya di ACP......
__ADS_1
Bersambung........