
Kamu nyampe rumah Cici, jadi kayak wartawan San," celetuk Widi. "Hehee abisnya aku gak tau Wid, jadi lebih baik nanya lah daripada nanti sesat di jalan hihihi," saut Santi terkekeh. Gak berapa lama, Cici pun muncul dengan membawa puding dan jus jeruk. "Waah Ci, kamu tau aja nih kalau kita ini haus, perlu yang seger-seger," celetuk Lase. "Hehe iya dong, soalnya aku juga haus banget jadi aku langsung bikin minuman favorit aku deh," saut Cici. "Siiip deh, Cici memang tau mau nya kita," saut Widi. "Ayoo kita serbu jus jeruknya," timpal Inggit.
Mereka semua pun menikmati minuman dan puding yang dihidangkan Cici. "Aah segeeer beneer dah ini tenggorokan kena jus jeruk kamu Ci," celetuk Lase. "Eh iya kalian ada yang belum sholat Dzuhur gak?" tanya Cici. "Udaaahh..." suara kompak terdengar menggema. "Hehee ampe kompak jawabnya, oke kalau udah pada sholat berarti kita santai-santai sambil baca buku deh," ide Cici. "Nah iya tuh Ci bener, aku jadi inget kemarin pas kamu hanting buku ke Bogor kamu dapat buku apaan aja Ci," tutur Santi. "Ouh ya San, nanti aku ambil dulu di kamar ya, kamu liat saja nanti buku apa aja yang aku beli," tutur Cici.
Cici pun beranjak dari duduknya, menuju ke kamar tidurnya mau ngambil buku bacaan yang tadi Santi minta. "Eh ya, kemarin siapa aja yang ikut Cici ke Bogor?" tanya Santi penasaran. "Aku sama Cici doang San, yang lain gak jadi ikut," saut Inggit. "Ouh berdua, kirain aku banyakan, katanya Kak Heni sama yang lainnya pada ikut," ucap Santi. "Gak jadi San, mereka ada kegiatan lain di mesjid Cikiray katanya," tutur Inggit. "Oouuh gitu toh.." saut Santi ber-ouh ria.
Cici datang dengan membawa beberapa buku yang diminta Santi. "Ayo temen-temen, bacanya di ruang perpus saja yuk biar lebih seru, bawa aja minum dan pudingnya," pinta Cici. "Oke Cii siaap.." seru semuanya. Mereka pun pergi dari ruang tamu menuju ruang perpus yang letaknya gak jauh dari sana. Setelah sampe di dalam ruangan, terlihat beberapa rak buku kecil penuh dengan buku-buku. Di ruang perpus ini gak ada kursi tapi cuma ada karpet dan beberapa bantal berbulu.
__ADS_1
"Waah Ci, perpusmu nyaman banget sih, kayaknya aku betah di sini lama-lama deh," celetuk Widi. "Iya bener kamu Wid, suasananya nyaman, apalagi kalau kita senderan di bantal bulu ini," saut Santi sambil memegang bantal yang ada di atas karpet. "Hehee ya udah kalau kalian suka, nih buku-buku yang aku beli kemarin di Bogor, dan kalau mau liat buku yang lain, kalian cari aja di rak buku ya," tutur Cici sambil meletakkan buku yang dia bawa tadi dari kamarnya.
"Asyiiik, main ke rumah Cici, dapat rejeki terus nih," celetuk Lase. "Maksudnya gimana nih, aku gak ngerti Las?" selidik Cici. "Hehee maksudnya gini Ci, dari pas kita sampe kita dikasih minum sama kue, terus sekarang bisa baca buku gratis tanpa beli, artinya kan dapat rejeki. Bukankah baca buku itu akan menambah ilmu kita, nah berarti ilmu yang kita dapat hari ini juga rejeki kita, betul kan!" tutur Lase. "Aah iya kamu bener Las, kita hari ini dapat rejeki nomplok heheee," seloroh Santi. Mereka pun tertawa bersama.
"Buku-buku perpusmu lumayan banyak juga ya Ci," celetuk Santi. "Yah begitu deh San, tapi itu juga sebagian ada yang dibeliin mamah sama nitip-nitip ke temen," saut Cici. "Aku mah buku bacaannya kebanyakan masih majalah, kalau buku ilmu masih bisa dihitung dengan jari, pengen banget sih nambah buku, tapi belum bisa hehee," tutur Santi. "Ya pelan-pelan San, aku juga ini ngumpulin segini lama kok dari SD," ucap Cici. "Iya Ci, nanti kalau kamu mau hunting buku lagi bilang ke aku ya, kali aja uang tabunganku udah cukup buat beli buku," saut Santi. "Oke siap San, nanti aku bilang sama kamu," jawab Cici sambil mengangkat jempolnya.
Mereka sangat menikmati keseruan hari ini, dan tanpa terasa adzan Ashar pun udah berkumandang. "Wah udah Ashar aja ya, ya udah kita sholat dulu yuk temen-temen," ajak Cici. "Hayuuu..." seru semuanya. Mereka pun wudhu bergantian dan sholat bergantian juga di ruang perpus. Karena mukena di rumah Cici gak cukup kalau sholat bersama berjamaah.
__ADS_1
"Ayo Wid, aku udah selesai beresin bukunya nih, " ucap Santi setelah duduk di samping Widi. "Ayo, kita ambil tas kita dulu tapi di ruang tamu," saut Widi. Santi pun mengangguk. "Ci, kita bertiga pulang dulu ya, makasih untuk hari ini jujur seneng banget bisa main apalagi berlama-lama di perpus hehee," jujur Santi. "Iya San, sama-sama lain kali kan bisa main lagi ke sini," ucap Cici. Santi pun mengangguk.
Santi dan yang lainnya pun menuju ke ruang tamu untuk mengambil tas mereka. Cici mengantar Santi, Widi dan Lase sampe di depan pintu rumah. "Oke Ci kita pamit ya, ***...!" belum Santi menyelesaikan salamnya, Mamahnya Cici datang. "Assalamu'alaikum...!" salam Mamahnya Cici. "Waalaikumussalam..." jawab semuanya. "Wah kayaknya ada tamu nih," ucap Mamahnya Cici. "Hehee iya Bu," jawab Santi, Widi dan Lase sambil cium tangan Mamahnya Cici. "Tapi kita udah mau pulang Bu, soalnya udah dari tadi hehee," ucap Santi. "Iya Bu, tadi udah ngabisin kue sama minum yang dibikin sama Cici," seloroh Lase. "Ouh iya, kalau gitu hati-hati di jalannya ya Nak, Ibu juga mau langsung mandi nih udah gerah," tutur Mamahnya Cici. "Iya Bu, silahkan," saut mereka bertiga.
Mamahnya Cici pun masuk ke dalam rumah, dan Santi, Widi dan Lase pun berpamitan lagi ke Cici. "Ya udah Ci, kita pulang dulu ya, Assalamu'alaikum..." ucap Santi. "Iya San, hati-hati di jalan ya, Waalaikumussalam...!" jawab Cici. Mereka bertiga pun akhirnya pulang, dan Cici kembali masuk ke dalam rumah menemui Inggit yang masih ada di ruang perpus.
...# # #...
__ADS_1
Santi, Widi dan Lase terlihat berjalan di gang sempit menuju ke jalan raya. "Hari ini puas banget aku baca buku Wid," celetuk Santi. "Hehee iya betul San, aku tadi baca buku tentang jilbab, ternyata banyak banget yang belum aku ketahui tentang ilmu berjilbab yang betul," saut Widi. "Kalau aku tadi baca buku tentang sejarah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam," saut Lase. "Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.." jawab Santi dan Widi. "Kamu baca apa tadi San?" tanya Lase penasaran. "Aku tadi baca buku tentang Interaksi dengan lawan jenis menurut Islam," jawab Santi. "Widih kayaknya masih ada yang galau nih," celetuk Widi. "Iih kalian kok ngomongnya gitu sih," saut Santi. "Udah kamu gak usah nutupin, kita udah tau kok dari Tila, dulu dia pernah cerita ke kita," ucap Lase. " Terus gimana sekarang apa masih suka ketemu San," tanya Widi penasaran. "Udah jarang ketemu sih, soalnya aku juga akhir-akhir ini lumayan sibuk," jawab Santi.
bersambung.....