Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
46. Ada Yang Curhat Nih


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Santi gak menceritakan kejadian sebulan yang lalu, perihal dia dan Jaswari udah saling jujur tentang perasaannya kepada siapapun, termasuk kepada Nurul. Padahal biasanya apapun yang mengenai Jaswari, Santi selalu cerita kepada Nurul. Tapi kali ini Santi entah mengapa merasa malu untuk cerita kepada Nurul.


Kalau mau padahal Santi tiap seminggu sekali masih setia memberi buletin buat Jaswari lewat Nurul. Hanya saja Santi merasa belum saatnya dia cerita kepada Nurul, soal Jaswari yang ngungkapin isi hatinya. Kali pun Santi gak cerita, pasti Nurul akan tau dari Jaswari, itu pun kalau Jaswari cerita ke Nurul.


Sebenarnya Santi juga sangat ingin curhat hal ini, tapi entah mengapa selalu saja gak jadi. Semoga saja Nurul gak marah kalau nanti dia tau dari orang lain.


# # #


Pagi ini, Santi terlihat memasuki gerbang sekolah dengan tergesa-gesa. Pasalnya saat ini udah menunjukkan pukul 7 pagi, dia takut terlambat sampai kelas. Dan Santi udah ada janji ketemu Tila di kelasnya Santi. Akhirnya setelah berlari, Santi pun sampe di depan kelas. Dan benar saja, Tila udah menunggu di depan kelas.


Dengan perasaan yang gak enak sama Tila, karena datang terlambat, Santi pun meminta maaf. "Assalamu'alaikum La, maaf ya aku telat," ucap Santi sambil mengatupkan kedua tangannya. "Waalaikumussalam San, ya gak apa-apa, aku juga baru nyampe kok," jawab Tila. "Ada apa sih San, kok tumben nyuruh aku datang ke kelasmu?" tanya Tila. "Sebenarnya ada yang mau aku omongin La, tapi gak sekarang, nanti pulang sekolah bisa gak?" tanya Santi. "Mau curhat ya?" Tila malah balik nanya. Santi gak jawab tapi cuma menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah boleh, nanti pulang sekolah kita ngobrol ya," ucap Tila tersenyum. "Makasih ya La, tadinya aku mau curhat sama Nurul tapi aku malu La, aah gak tau deh," saut Santi bingung. "Ya udah aku ngerti kok kamu mau curhat apaan, tapi lebih baik nanti kalau udah cerita sama aku, kamu juga bilang sama Nurul ya," nasehat Tila. "Iya deh nanti aku akan bilang ke Nurul," jawab Nurul pasrah.


"Ya udah aku mau kembali ke kelasku," ucap Tila. "Iya La, makasih ya sahabatku..." saut Santi langsung memeluk Tila. Setelah berpelukan Tila pun bergegas ke kelasnya, dan Santi pun masuk ke kelasnya juga.


Bel pulang udah berbunyi, Santi langsung merapikan bukunya ke dalam tas. Dan langsung menuju ke kelasnya Tila. Setelah berada di depan kelasnya Tila, ternyata Tila masih berada di kelas sedang merapikan bukunya. Tila yang melihat Santi udah ada di luar kelasnya, langsung memanggilnya. "Masuk sini San, lagian kan jam belajar udah selesai," tutur Tila. Santi pun masuk ke dalam.


"Gimana jadi curhatnya?" tanya Tila. Santi pun mengangguk. "Ya udah hayuu, tapi curhatnya di rumah bibiku yang di Tegallega ya, gak apa-apa kan, aku baru ingat hari ini aku di suruh bibiku ke sana," tutur Tila. "Iya gak apa-apa La, kita ngomongnya disana," jawab Santi setuju. "Duuh kayaknya curhatnya serius nih, diajak curhat di mana pun langsung mengangguk, hehee," goda Tila. "Iihh La, jangan ngeledek dong, aku udah sebulan nih nahan-nahan buat curhat ini ke kamu dan Nurul," saut Santi cemberut.


"Whaat sebulan San, ya salaaam, memang apaan sih yang mau kamu omongin sampe kamu keliatan bingung gitu," tutur Tila. "Ya udah sih, nanti ngomongnya di rumah bibirmu, yuk berangkat," ajak Santi menarik tangan Tila.


# # #


Tila dan Santi udah sampe di depan rumah bibinya Tila. "Assalamu'alaikum, Bii...!!" seru Tila. "Waalaikumussalam..." jawab seseorang dari dalam rumah. Dan pintu rumah pun terbuka, terlihat wanita sederhana menghampiri Tila. "Eh kamu udah datang, ayo masuk, ini temanmu yang waktu dulu ke sini ya?" tanya Bu Minah. "Iya Bi bener, katanya mau main, bolehkan bi?" saut Tila. "Ya boleh atuh La, ayo..ayoo masuk nak," jawab Bu Minah mempersilahkan.

__ADS_1


Tila dan Santi pun langsung ke kamar yang biasa ditempatin Tila kalau dia nginep di rumah bibinya. Tak berapa lama bibinya masuk ke dalam kamar Tila. "La, kamu sama temanmu udah makan belum?" tanya Bu Minah. "Udah Bi, tadi di sekolah, nanti aja abis ashar makannya, sekarang mah masih kenyang," tolak Tila. "Ya udah kalau begitu," saut Bu Minah dan langsung keluar dari kamar Tila.


"La, aku gak ganggu kamu di sini kan?" tanya Santi setelah bibinya Tila keluar dari kamar. "Gak lah San, bibiku malah seneng kalau ada temenku yang main," tutur Tila. "Ya udah syukur deh, aku kan gak enak kalau aku ganggu kamu di sini La," ucap Santi.


"Tenang aja San, katanya mau curhat nih, memang mau cerita apa sih, sampe kamu keliatan bingung gitu mukanya," selidik Tila. Santi menghembuskan nafas panjang. "Huuuhh, pertama aku mau cerita Jaswari La, dan yang kedua tentang baju seragam kita yang dibikin jadi syar'i," tutur Santi. "Oke, terus kamu mau cerita yang mana dulu?" tanya Tila lagi.


"Aku mau cerita tentang Jaswari dulu deh," saut Santi, Tila pun mengangguk. "Sebulan yang lalu pas aku main ke rumah Nurul, singkat cerita dia nganter aku pulang," Santi menghela nafas sebentar. "Sampe di rumahku, aku gak nyangka dan kaget Jaswari bakal bilang suka sama aku La," tutur Santi. "Waaaw...benarkah itu!!" saut Tila gak percaya. "Tuh kamu aja kagetkan, apalagi aku La, ucap Santi. "Terus kamu bilang apa sama Jaswari?" tanya Tila penasaran.


"Nah itu yang bikin aku bingung dan merasa gak enak sekaligus malu La," jawab Santi. "Memang kamu bilang apaan sama Jaswari," selidik Tila. "Huuuhh, aku bilang ke dia, aku juga suka sama dia, tapi aku gak mau pacaran sama dia, karena pacaran itu kan gak boleh dalam Islam, apa aku salah jawab seperti itu ke Jaswari La?" akhirnya Santi berhasil ngeluarin yang selama sebulan dia pendam.


"Waaaw... jawaban kamu malah yang lebih mengejutkan San," saut Tila. "Kenapa La, salah ya aku jawabnya?" Santi langsung panik. "Bukan salah, tapi itu jawaban diplomatis menurutku dan berani San, karena aku tau kamu itu sangat suka sama Jaswari. Kalau orang lain mungkin gak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Tapi kamu berani ngambil resiko," tutur Tila panjang lebar.


"Aku hanya takut dia marah dan kecewa aja La, atas jawaban aku, karena aku melihat kekecewaan itu di wajahnya," ucap Santi. "Aku rasa Jaswari memahami itu San, menurutku dia gak akan marah sama kamu," saut Tila. "Begitu yah, mudah-mudahan aja La," ucap Santi mengharap. "Aku hanya malu dan takut kalau nanti ketemu sama Jaswari harus seperti apa, pasti akan lebih dag dig dug nih jantungku hadeuuh..." Santi menutup mukanya karena malu.

__ADS_1


Tila tertawa geli karena melihat mukanya Santi memerah karena malu akibat perkataannya sendiri. "Kamu tuh lucu San, ya wajar lah kalau orang jatuh cinta ngomong seperti itu, gak usah malu," tutur Tila. "Ah udah ah jangan ngomongin itu, gak ada orangnya aku udah deg-degan La...ganti topik aja deh," pinta Santi. "Ya udah mau curhat apalagi?" tanya Tila. "Aku mau curhat tentang rencana kita bikin baju seragam yang dibikin syar'i aja La," jawab Santi.


bersambung.....


__ADS_2