Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
106. Pertemuan Yang Tak Disengaja


__ADS_3

Dua tahun kemudian, Liburan ke rumah kakek....


Hari ini Santi sama Suaminya berencana pulang ke Sukabumi, mau berlebaran di sana. Dan 3 bulan yang Lalu Santi telah melahirkan bayi perempuan. Dan bayi itu diberi nama Asla Amanah. Jadi lebaran kali ini pulang ke Sukabumi tak berdua melainkan bertiga dengan baby Asla. Di sela-sela merapikan barang yang akan di bawa ke Sukabumi, Santi mengingat kembali bagaimana baby Asla hadir  di tengah mereka.


Flashback on


Pagi ini seperti biasa Santi ditemani oleh mertuanya Bu Sumiati untuk jalan pagi mengelilingi komplek. “Assalamualaikum Bu, udah siap belum Bu?” tanya Santi sesampainya di rumah mertuanya. “Waalaikumussalam nak, udah Ibu udah siap dari tadi, ayo kita berangkat saja sekarang nanti keburu terang.” Ujar Bu Sumiati. “Iya Bu ayo,” jawab Santi. Dan mereka pun berangkat untuk jalan pagi disekitar rumah mertuanya.


Ketika di jalan Santi merasakan perutnya mules, tapi terus tak berapa lama hilang lagi. Dan Santi bilang ke Ibu mertuanya. “Bu kok perut Santi mules ya, kenapa ya Bu?” tanya Santi yang memang belum tau tanda-tanda orang melahirkan. “Ya Allah, jangan-jangan kamu udah mau melahirkan San, ya udah kalau gitu kita pulang saja ya nak. Terus ajak Hidayat ke rumah sakit buat periksa kandunganmu hari ini nak,” jelas Bu Sumiati terihat khawatir. “Ya Bu ayo kita pulang.” Jawab Santi. Dan mereka pun pulang ke rumah Santi, dan sesampainya di rumah Santi dan Hidayat langsung berangkat ke RS Harum tempat biasa Santi memeriksakan kandungannya.


Setibanya di sana, Santi langsung daftar ke dokter kandungan. Dan tak lama menunggu Santi pun dipanggil ke dalam ruangan dokter. Setelah diperiksa ternyata memang Santi udah pembukaan tapi masih awal belum lengkap. Dokter menyuruh Santi langsung reservasi ruang inap saja. Biar nanti bisa dipantau oleh dokternya, Santi pun setuju. Setelah mendapat ruangan, Santi disarankan oleh suster buat jalan-jalan agar pembukaan cepat lengkap.

__ADS_1


Setelah menjelang malam, Santi diperiksa oleh suster jaga, tapi pembukaan nya masih tetap seperti sore tadi tidak ada perubahan. Suster pun memberi suntikan perangsang mules kepada Santi. Setelah beberapa jam, tepatnya jam 3 dini hari, Santi bangun dari tidurnya karena ingin buang air ke kamar mandi. Tapi sebelum sampe ke kamar mandi Sant merasa ada yang keluar, takut itu air ketuban, akhirnya Santi memencet tombol supaya suster datang ke kamarnya. "Mudah-mudahan semua baik-baik saja Ya Allah, apa bener itu air ketuban ya.." bisik Santi dalam hati.


Santi pun menceritakan kepada suster ketika suster udah datang ke ruangannya, dan suster pun memeriksanya. Setelah diperiksa, suster menyarankan untuk tidak banyak bergerak dan menunggu sampai pagi. Dan pada jam 7 pagi suster kembali memeriksa Santi dan memberi suntikan perangsang yang kedua dan memeriksa apakah pembukaannya udah bertambah. Tak berapa lama dokter pun memeriksa, dan masih belum lengkap juga, tapi memang udah bertambah pembukaannya. Dengan segala pertimbangan setelah pemeriksaan, akhirnya Santi masuk ruang operasi. Kata dokter terjadi sesuatu dan jika dipaksaan lahir normal akan tidak baik bagi babynya. Dan alhamdulillah setelah satu jam operasi Santi berjalan dengan lancar, Santi dan baby nya selamat. Dan Santi sekarang udah ada di ruang perawatan bersama hidayat dan ibu mertuanya.


Flash back off


Seperti biasa bila pulang ke Sukabumi, harus menyiapkan barang-barang yang mau dibawa. Setelah selesai menyiapkannya, Santi menunggu yang akan menjemput mereka ke sukabumi. Dan yang menjemput nya itu  adalah Om Harun, dia itu teman Mas Hidayat. “Alhamdulillah semua barang yang dibawa udah lengkap, tinggal nunggu jemputan nih,” ucap Santi pada dirinya sendiri. “Lumayan banyak juga bawaannya pulang lebaran kali nih,” gumam Santi yang didengar oleh suaminya Hidayat. “Ya maklum kan sekarang udah ada si kecil Mi, jadi nambah pula bawaannya,” ujar Hidayat kepada istrinya. “Iya Mas, betul sekarang kan udah ada baby Asla," saut Santi tersenyum. "Gimana udah semuanya, periksa lagi takut ada yang ketinggalan," ucap Hidayat mengingatkan Santi. "Iya mas ini juga lagi di cek lagi," jawab Santi sembari melihat ke barang-barang yang udah disiapkan dari tadi.


Tak terasa perjalanan mereka ke rumah orang tuanya Santi sudah sampai. Dan bayinya Santi juga tidak rewel saat diperjalanan. Soalnya bayinya masih usia 3 bulan. “Terima kasih ya Run...udah mau nganterin kami ke sini” kata Hidayat suaminya Santi. “Ya mas, sama-sama” ucap Harun. “Ya udah saya langsung pamit saja ya Mas” ucap Harun lagi. “ouh iya Run...terima kasih ya dan hati-hati di jalan” kata Hidayat. Akhirnya Santi bisa pulang dan bertemu dengan orang tuanya. Orang tua Santi menyambut mereka dengan penuh kehangatan. Mereka semua terlihat senang bisa melepas rindu satu sama lain.


# # #

__ADS_1


Adzan telah berkumandang, tiba waktunya untuk berbuka puasa. Santi sekeluarga berbuka puasa di ruang keluarga, mereka semua terlihat sangat senang sekali. Setelah membatalkan puasa dengan takjil, lalu mereka melaksanakan sholat maghrib berjamaah di mushola. Baru setelah itu makan bersama. Setelah makan selesai, Santi memberi kabar kepada sahabatnya Nurul, bahwa dia sudah di rumah orang tuanya.


Di tempat lain di rumah Jaswari....


Jaswari lagi ngobrol sama Uus teman tsanawiyahnya. Kebetulan hari itu Uus main ke rumah Jaswari. “Jas...kita main yuk, kemana gitu mumpung kita lagi gak ngapa-ngapain” kata Uus membuka percakapan. “Main kemana, masih bingung mah jangan ngomong-ngomong, kalau udah ada ide baru tuh” jawab Jaswari. “Eeehh justru itu kita jalan dulu, nanti pasti idenya muncul” Uus berdilah. Lagi asik ngobrol telpon Uus berbunyi, ada sms masuk ternyata sms dari Nurul. “Jas...kata Nurul, Santi lagi ada di sini loh..kita ke sana yuk rame-rame,” ajak Uus.


Di rumah Santi....


Tak lama setelah itu adzan Isya berkumandang, ada suara mengetuk pintu. Santi lalu bangun menuju pintu untuk membukanya. Tak disangka tamu yang datang adalah teman-teman tsanawiyah nya. Mereka itu Nurul, Sugeng, Uus  dan Jaswari. Santi mempersilahkan mereka masuk. Setelah sekian lama, Santi dan Jaswari baru bertemu lagi. Dan ketika bertemu, Santi sudah menikah dan punya anak satu. Tentunya Santi sangat senang sekali karena hari ini dia bertemu sahabat lamanya.


“Ya Allah....dah lama yah kita gak ketemu?....kok kalian bisa tau aku di sini sih,” tanya Santi ke Jaswari, Uus dan Sugeng. “Hehe...iya benar kita dah lama gak ketemu..” jawab Sugeng. “Tadi dikasih tau sama Nurul kalau kamu ada di Bojong San,” ucap Jaswari. “Ya tadi aku di sms ama Nurul..!” kata Uus. “Dah ketebak...hehehe,” Santi tersenyum. “Ya udah kalian mau minum apa nih..?” tanya Santi.  “Gak usah repot-repot San...” kata Sugeng. “Gak lah cuma minum saja kok repot sih Geng..” jawab Santi. “Ya dah aku ambil minum dulu ya buat kalian...!” ucap Santi lagi sambil menuju ke dapur.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2